alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Warga ‘Kutuk’ Pembuang Sampah Sembarangan

Meski telah dibersihkan, namun masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Mereka sepertinya tidak sadar bila perilaku tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain merusak keindahan kota, sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja hingga berserakan di pinggir jalan juga dapat menimbulkan polusi dan bau mengganggu.

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Meski telah dibersihkan, namun masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Mereka sepertinya tidak sadar bila perilaku tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain merusak keindahan kota, sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja hingga berserakan di pinggir jalan juga dapat menimbulkan polusi dan bau mengganggu.

Jawa Pos Radar Jember memantau kawasan jembatan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, baru-baru ini. Setelah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, ternyata tetap saja ada warga yang membuang sampah seenaknya. Sesekali, terlihat pengendara motor dan mobil yang menghentikan kendaraan dan melemparkan tas kresek berisi sampah di pinggir jalan. Mereka langsung tancap gas seolah tidak merasa bersalah.

Akibatnya, setiap hari sampah itu terus menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Padahal setiap hari pula petugas DLH membersihkan kawasan itu. Apalagi, di lokasi juga terpampang papan peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Namun, rupanya peringatan itu tetap diabaikan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi ini membuat warga sekitar kesal. Mereka lantas berinisiatif memasang spanduk berukuran 4×1 meter yang bertuliskan kalimat sumpah bernada kutukan. Isinya, “saya berjanji kalau buang sampah di sini, saya akan miskin tujuh turunan”. Tentu tulisan dimaksudkan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di situ seenaknya. Atau setidaknya, akan berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan itu.

Ari Kuswidi, pemulung asal Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengatakan, kendati warga setempat memasang spanduk seperti itu, namun masih ada saja yang membuang sampah sembarangan. “Mereka datang ada yang naik mobil, juga motor. Biasanya menaruh sampah di pinggir jalan. Terkadang, bangkai binatang juga ikut dibuang di sini,” kata pria yang telah melakoni pekerjaan itu selama sepuluh tahun terakhir.

- Advertisement -

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Meski telah dibersihkan, namun masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Mereka sepertinya tidak sadar bila perilaku tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain merusak keindahan kota, sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja hingga berserakan di pinggir jalan juga dapat menimbulkan polusi dan bau mengganggu.

Jawa Pos Radar Jember memantau kawasan jembatan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, baru-baru ini. Setelah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, ternyata tetap saja ada warga yang membuang sampah seenaknya. Sesekali, terlihat pengendara motor dan mobil yang menghentikan kendaraan dan melemparkan tas kresek berisi sampah di pinggir jalan. Mereka langsung tancap gas seolah tidak merasa bersalah.

Akibatnya, setiap hari sampah itu terus menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Padahal setiap hari pula petugas DLH membersihkan kawasan itu. Apalagi, di lokasi juga terpampang papan peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Namun, rupanya peringatan itu tetap diabaikan.

Kondisi ini membuat warga sekitar kesal. Mereka lantas berinisiatif memasang spanduk berukuran 4×1 meter yang bertuliskan kalimat sumpah bernada kutukan. Isinya, “saya berjanji kalau buang sampah di sini, saya akan miskin tujuh turunan”. Tentu tulisan dimaksudkan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di situ seenaknya. Atau setidaknya, akan berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan itu.

Ari Kuswidi, pemulung asal Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengatakan, kendati warga setempat memasang spanduk seperti itu, namun masih ada saja yang membuang sampah sembarangan. “Mereka datang ada yang naik mobil, juga motor. Biasanya menaruh sampah di pinggir jalan. Terkadang, bangkai binatang juga ikut dibuang di sini,” kata pria yang telah melakoni pekerjaan itu selama sepuluh tahun terakhir.

TEGALBESAR, RADARJEMBER.ID – Meski telah dibersihkan, namun masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Mereka sepertinya tidak sadar bila perilaku tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan. Selain merusak keindahan kota, sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja hingga berserakan di pinggir jalan juga dapat menimbulkan polusi dan bau mengganggu.

Jawa Pos Radar Jember memantau kawasan jembatan Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, baru-baru ini. Setelah dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, ternyata tetap saja ada warga yang membuang sampah seenaknya. Sesekali, terlihat pengendara motor dan mobil yang menghentikan kendaraan dan melemparkan tas kresek berisi sampah di pinggir jalan. Mereka langsung tancap gas seolah tidak merasa bersalah.

Akibatnya, setiap hari sampah itu terus menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Padahal setiap hari pula petugas DLH membersihkan kawasan itu. Apalagi, di lokasi juga terpampang papan peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Namun, rupanya peringatan itu tetap diabaikan.

Kondisi ini membuat warga sekitar kesal. Mereka lantas berinisiatif memasang spanduk berukuran 4×1 meter yang bertuliskan kalimat sumpah bernada kutukan. Isinya, “saya berjanji kalau buang sampah di sini, saya akan miskin tujuh turunan”. Tentu tulisan dimaksudkan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di situ seenaknya. Atau setidaknya, akan berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan itu.

Ari Kuswidi, pemulung asal Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, mengatakan, kendati warga setempat memasang spanduk seperti itu, namun masih ada saja yang membuang sampah sembarangan. “Mereka datang ada yang naik mobil, juga motor. Biasanya menaruh sampah di pinggir jalan. Terkadang, bangkai binatang juga ikut dibuang di sini,” kata pria yang telah melakoni pekerjaan itu selama sepuluh tahun terakhir.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/