alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Vaksin Moderna Untuk Masyarakat Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah fokus menuntaskan vaksinasi tahap ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes). Tercatat, sudah mencapai sekitar 4 ribu lebih atau sekitar 51 persen yang sudah menjalani vaksinasi booster ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi, belum lama ini. “Alhamdulillah sudah dijalankan di setiap fayankes yang ada di Jember, dengan memberikan pakta integritas bahwa mereka sudah menyelesaikan vaksinasi tahap kedua,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk masyarakat umum, dia menyebutkan bahwa akan mulai disosialisasikan lebih dulu. Rencananya bakal dilaksanakan di sejumlah rumah sakit. “Diawali dengan 13 RS yang menjadi fayankes pemberi vaksinasi,” paparnya. Dengan begitu, sebelum divaksinasi, mereka diberi pemahaman terkait manfaat, efek samping, dan pengetahuan tentang kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Mobile_AP_Rectangle 2

Jadi, ketika mereka merasakan dampak atau efek samping dari salah satu KIPI yang dijelaskan, sudah tidak kaget dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Mereka tahu bahwa setiap vaksinasi itu memiliki efek samping,” ujarnya. Mulai dari gejala ringan, sedang, hingga berat. Setiap individu pasti beda. Karena barang baru, jadi harus diberikan informasi lebih dulu.

Pihaknya menargetkan sebanyak 9.492 warga, dan ini langsung diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Jadi, harus segera diselesaikan. “Dengan catatan, untuk yang sama sekali belum pernah divaksin,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah fokus menuntaskan vaksinasi tahap ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes). Tercatat, sudah mencapai sekitar 4 ribu lebih atau sekitar 51 persen yang sudah menjalani vaksinasi booster ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi, belum lama ini. “Alhamdulillah sudah dijalankan di setiap fayankes yang ada di Jember, dengan memberikan pakta integritas bahwa mereka sudah menyelesaikan vaksinasi tahap kedua,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk masyarakat umum, dia menyebutkan bahwa akan mulai disosialisasikan lebih dulu. Rencananya bakal dilaksanakan di sejumlah rumah sakit. “Diawali dengan 13 RS yang menjadi fayankes pemberi vaksinasi,” paparnya. Dengan begitu, sebelum divaksinasi, mereka diberi pemahaman terkait manfaat, efek samping, dan pengetahuan tentang kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Jadi, ketika mereka merasakan dampak atau efek samping dari salah satu KIPI yang dijelaskan, sudah tidak kaget dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Mereka tahu bahwa setiap vaksinasi itu memiliki efek samping,” ujarnya. Mulai dari gejala ringan, sedang, hingga berat. Setiap individu pasti beda. Karena barang baru, jadi harus diberikan informasi lebih dulu.

Pihaknya menargetkan sebanyak 9.492 warga, dan ini langsung diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Jadi, harus segera diselesaikan. “Dengan catatan, untuk yang sama sekali belum pernah divaksin,” tegasnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah fokus menuntaskan vaksinasi tahap ketiga untuk para tenaga kesehatan (nakes). Tercatat, sudah mencapai sekitar 4 ribu lebih atau sekitar 51 persen yang sudah menjalani vaksinasi booster ketiga dengan menggunakan vaksin Moderna.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Wiwik Supartiwi, belum lama ini. “Alhamdulillah sudah dijalankan di setiap fayankes yang ada di Jember, dengan memberikan pakta integritas bahwa mereka sudah menyelesaikan vaksinasi tahap kedua,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk masyarakat umum, dia menyebutkan bahwa akan mulai disosialisasikan lebih dulu. Rencananya bakal dilaksanakan di sejumlah rumah sakit. “Diawali dengan 13 RS yang menjadi fayankes pemberi vaksinasi,” paparnya. Dengan begitu, sebelum divaksinasi, mereka diberi pemahaman terkait manfaat, efek samping, dan pengetahuan tentang kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Jadi, ketika mereka merasakan dampak atau efek samping dari salah satu KIPI yang dijelaskan, sudah tidak kaget dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Mereka tahu bahwa setiap vaksinasi itu memiliki efek samping,” ujarnya. Mulai dari gejala ringan, sedang, hingga berat. Setiap individu pasti beda. Karena barang baru, jadi harus diberikan informasi lebih dulu.

Pihaknya menargetkan sebanyak 9.492 warga, dan ini langsung diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Jadi, harus segera diselesaikan. “Dengan catatan, untuk yang sama sekali belum pernah divaksin,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/