alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Honda C70 Serasa Kawan, Bisa Diajak Ngobrol

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bisa melaju santai di atas aspal hingga ke luar daerah. Apalagi dengan mengendarai motor idaman. Yap, inilah yang dirasakan Randi Dwi Candra Windu Ananda kala mengaspal bersama Honda C70 alias motor ulung kesayangannya.

Bahkan, hal unik kerap terjadi. Suatu ketika, saat menjalani salah satu sesi touring, Candra menerangkan bahwa dia sempat kehabisan bensin. “Aduh, jangan mati dulu sebelum sampai pom bensin,” batinnya kala itu. Bak mengerti maksud tuannya, motor ulung yang dia kendarai benar-benar mati tepat di depan pom bensin meski kerap tersendat-sendat lantaran bahan bakar menipis.

Meski begitu, pria yang berusia 33 tahun tersebut mengaku senang. Sebab, ada pengalaman unik di setiap jalan bersama motor klasik. Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa dirinya sudah kerap melakukan perjalanan mengendarai Honda C70 itu. Mulai Madura, Trenggalek, Madiun, Surabaya, Kediri, hingga Tulungagung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, dengan berbagai pengalaman unik yang terkadang dalam tanda kutip menyiksa, kenapa masih bertahan? “Soalnya, ini motor kenangan bersama almarhum kakak,” ucapnya. Bahkan, dia mengaku telah merawat dan merakitnya bersama-sama. Jadi, sayang jika tidak dirawat, apalagi sampai dijual. Sebab, memiliki kenangan yang luar biasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bisa melaju santai di atas aspal hingga ke luar daerah. Apalagi dengan mengendarai motor idaman. Yap, inilah yang dirasakan Randi Dwi Candra Windu Ananda kala mengaspal bersama Honda C70 alias motor ulung kesayangannya.

Bahkan, hal unik kerap terjadi. Suatu ketika, saat menjalani salah satu sesi touring, Candra menerangkan bahwa dia sempat kehabisan bensin. “Aduh, jangan mati dulu sebelum sampai pom bensin,” batinnya kala itu. Bak mengerti maksud tuannya, motor ulung yang dia kendarai benar-benar mati tepat di depan pom bensin meski kerap tersendat-sendat lantaran bahan bakar menipis.

Meski begitu, pria yang berusia 33 tahun tersebut mengaku senang. Sebab, ada pengalaman unik di setiap jalan bersama motor klasik. Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa dirinya sudah kerap melakukan perjalanan mengendarai Honda C70 itu. Mulai Madura, Trenggalek, Madiun, Surabaya, Kediri, hingga Tulungagung.

Namun, dengan berbagai pengalaman unik yang terkadang dalam tanda kutip menyiksa, kenapa masih bertahan? “Soalnya, ini motor kenangan bersama almarhum kakak,” ucapnya. Bahkan, dia mengaku telah merawat dan merakitnya bersama-sama. Jadi, sayang jika tidak dirawat, apalagi sampai dijual. Sebab, memiliki kenangan yang luar biasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bisa melaju santai di atas aspal hingga ke luar daerah. Apalagi dengan mengendarai motor idaman. Yap, inilah yang dirasakan Randi Dwi Candra Windu Ananda kala mengaspal bersama Honda C70 alias motor ulung kesayangannya.

Bahkan, hal unik kerap terjadi. Suatu ketika, saat menjalani salah satu sesi touring, Candra menerangkan bahwa dia sempat kehabisan bensin. “Aduh, jangan mati dulu sebelum sampai pom bensin,” batinnya kala itu. Bak mengerti maksud tuannya, motor ulung yang dia kendarai benar-benar mati tepat di depan pom bensin meski kerap tersendat-sendat lantaran bahan bakar menipis.

Meski begitu, pria yang berusia 33 tahun tersebut mengaku senang. Sebab, ada pengalaman unik di setiap jalan bersama motor klasik. Lebih lanjut, dia juga menerangkan bahwa dirinya sudah kerap melakukan perjalanan mengendarai Honda C70 itu. Mulai Madura, Trenggalek, Madiun, Surabaya, Kediri, hingga Tulungagung.

Namun, dengan berbagai pengalaman unik yang terkadang dalam tanda kutip menyiksa, kenapa masih bertahan? “Soalnya, ini motor kenangan bersama almarhum kakak,” ucapnya. Bahkan, dia mengaku telah merawat dan merakitnya bersama-sama. Jadi, sayang jika tidak dirawat, apalagi sampai dijual. Sebab, memiliki kenangan yang luar biasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/