alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Banyak Seniman Jember Banting Setir

Mobile_AP_Rectangle 1

AMBULU, RADARJEMBER.ID – Sepinya jadwal manggung membuat seni budaya mati suri. Sejak dilarang menggelar pertunjukkan saat awal Covid-19 2020 lalu dengan alasan mencegah kerumunan, kiprah para seniman kebudayaan ini berangsur-angsur sepi dari pertunjukan. Kini, beberapa dari mereka ada yang banting setir demi menyambung hidup.

Beberapa seniman mengaku tak memiliki banyak pilihan. Padahal pertunjukan seni seperti itu memiliki tujuan melestarikan budaya, sekaligus pemasukan bagi mereka. “Sejak tidak bisa manggung itu, ya, memanfaatkan kesibukan lain,” aku Sujito, dalang senior asal Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

Sujito sendiri mengaku sehari-harinya ke pasar. Kadang, ia juga menyelingi dengan usaha jual beli mobil klasik. Tak sekadar menambah kesibukan, hal itu juga dilakukan untuk menyambung hidup.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya Sujito, seniman lain rata-rata juga bernasib sama. Mereka sudah jarang menggelar pertunjukan. Bahkan, ada pula yang telah memiliki kesibukan tetap di sela-sela aktivitasnya sebagai dalang wayang kulit. “Saya melatih bulu tangkis,” tambah Edi, dalang kondang asal Karanganyar, Ambulu.

Tak hanya Edi dan Sujito, beberapa seniman yang awalnya memiliki jadwal yang seharusnya digelar juga terpaksa dibatalkan. “Akhirnya hanya bisa latihan saja. Malah teman-teman sekarang merambah ke latihan salawatan,” ujar Rangga Wibisono, dalang muda asal Pontang, Ambulu.

- Advertisement -

AMBULU, RADARJEMBER.ID – Sepinya jadwal manggung membuat seni budaya mati suri. Sejak dilarang menggelar pertunjukkan saat awal Covid-19 2020 lalu dengan alasan mencegah kerumunan, kiprah para seniman kebudayaan ini berangsur-angsur sepi dari pertunjukan. Kini, beberapa dari mereka ada yang banting setir demi menyambung hidup.

Beberapa seniman mengaku tak memiliki banyak pilihan. Padahal pertunjukan seni seperti itu memiliki tujuan melestarikan budaya, sekaligus pemasukan bagi mereka. “Sejak tidak bisa manggung itu, ya, memanfaatkan kesibukan lain,” aku Sujito, dalang senior asal Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

Sujito sendiri mengaku sehari-harinya ke pasar. Kadang, ia juga menyelingi dengan usaha jual beli mobil klasik. Tak sekadar menambah kesibukan, hal itu juga dilakukan untuk menyambung hidup.

Tak hanya Sujito, seniman lain rata-rata juga bernasib sama. Mereka sudah jarang menggelar pertunjukan. Bahkan, ada pula yang telah memiliki kesibukan tetap di sela-sela aktivitasnya sebagai dalang wayang kulit. “Saya melatih bulu tangkis,” tambah Edi, dalang kondang asal Karanganyar, Ambulu.

Tak hanya Edi dan Sujito, beberapa seniman yang awalnya memiliki jadwal yang seharusnya digelar juga terpaksa dibatalkan. “Akhirnya hanya bisa latihan saja. Malah teman-teman sekarang merambah ke latihan salawatan,” ujar Rangga Wibisono, dalang muda asal Pontang, Ambulu.

AMBULU, RADARJEMBER.ID – Sepinya jadwal manggung membuat seni budaya mati suri. Sejak dilarang menggelar pertunjukkan saat awal Covid-19 2020 lalu dengan alasan mencegah kerumunan, kiprah para seniman kebudayaan ini berangsur-angsur sepi dari pertunjukan. Kini, beberapa dari mereka ada yang banting setir demi menyambung hidup.

Beberapa seniman mengaku tak memiliki banyak pilihan. Padahal pertunjukan seni seperti itu memiliki tujuan melestarikan budaya, sekaligus pemasukan bagi mereka. “Sejak tidak bisa manggung itu, ya, memanfaatkan kesibukan lain,” aku Sujito, dalang senior asal Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

Sujito sendiri mengaku sehari-harinya ke pasar. Kadang, ia juga menyelingi dengan usaha jual beli mobil klasik. Tak sekadar menambah kesibukan, hal itu juga dilakukan untuk menyambung hidup.

Tak hanya Sujito, seniman lain rata-rata juga bernasib sama. Mereka sudah jarang menggelar pertunjukan. Bahkan, ada pula yang telah memiliki kesibukan tetap di sela-sela aktivitasnya sebagai dalang wayang kulit. “Saya melatih bulu tangkis,” tambah Edi, dalang kondang asal Karanganyar, Ambulu.

Tak hanya Edi dan Sujito, beberapa seniman yang awalnya memiliki jadwal yang seharusnya digelar juga terpaksa dibatalkan. “Akhirnya hanya bisa latihan saja. Malah teman-teman sekarang merambah ke latihan salawatan,” ujar Rangga Wibisono, dalang muda asal Pontang, Ambulu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/