alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Pendidikan Formal Pesantren Terus Jalan

Diknas dan Kemenag Pilih Tunggu

Mobile_AP_Rectangle 1

Pihak pesantren meyakini, meskipun KBM tetap dilangsungkan tatap muka, risiko penularan pandemi lebih sedikit. Sebagaimana diketahui, santri atau siswa yang berada di lingkungan pesantren tidak diperkenankan keluar untuk alasan kepentingan apa pun, kecuali telah mendapat restu dari pengasuh pesantren.

“Tentu, meskipun pesantren dibuka dan KBM berjalan sebagaimana mestinya, protokol kesehatan itu tetap diberlakukan. Untuk memberikan rasa aman dan bentuk ikhtiar kita,” imbuh Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari, Halim Soebahar.

Sementara itu, lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Jember ataupun Kementerian Agama Jember, dikonfirmasi masih menunggu status aman dari pandemi. Sebab, berdasar ketentuan yang ada, sekolah-sekolah umum itu harus memenuhi empat persyaratan khusus yang harus dilengkapi sebelum sekolah kembali dibuka dan melangsungkan KBM tatap muka. Saat ini, baik Diknas maupun Kemenag masih sama-sama menantikan kabar baik dari pandemi ini untuk rencana pembukaan itu. Minimal, satuan pendidikan telah berada di kawasan tidak terdampak atau zona hijau.

- Advertisement -

Pihak pesantren meyakini, meskipun KBM tetap dilangsungkan tatap muka, risiko penularan pandemi lebih sedikit. Sebagaimana diketahui, santri atau siswa yang berada di lingkungan pesantren tidak diperkenankan keluar untuk alasan kepentingan apa pun, kecuali telah mendapat restu dari pengasuh pesantren.

“Tentu, meskipun pesantren dibuka dan KBM berjalan sebagaimana mestinya, protokol kesehatan itu tetap diberlakukan. Untuk memberikan rasa aman dan bentuk ikhtiar kita,” imbuh Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari, Halim Soebahar.

Sementara itu, lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Jember ataupun Kementerian Agama Jember, dikonfirmasi masih menunggu status aman dari pandemi. Sebab, berdasar ketentuan yang ada, sekolah-sekolah umum itu harus memenuhi empat persyaratan khusus yang harus dilengkapi sebelum sekolah kembali dibuka dan melangsungkan KBM tatap muka. Saat ini, baik Diknas maupun Kemenag masih sama-sama menantikan kabar baik dari pandemi ini untuk rencana pembukaan itu. Minimal, satuan pendidikan telah berada di kawasan tidak terdampak atau zona hijau.

Pihak pesantren meyakini, meskipun KBM tetap dilangsungkan tatap muka, risiko penularan pandemi lebih sedikit. Sebagaimana diketahui, santri atau siswa yang berada di lingkungan pesantren tidak diperkenankan keluar untuk alasan kepentingan apa pun, kecuali telah mendapat restu dari pengasuh pesantren.

“Tentu, meskipun pesantren dibuka dan KBM berjalan sebagaimana mestinya, protokol kesehatan itu tetap diberlakukan. Untuk memberikan rasa aman dan bentuk ikhtiar kita,” imbuh Pengasuh Pesantren Shofa Marwa Pakusari, Halim Soebahar.

Sementara itu, lembaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Jember ataupun Kementerian Agama Jember, dikonfirmasi masih menunggu status aman dari pandemi. Sebab, berdasar ketentuan yang ada, sekolah-sekolah umum itu harus memenuhi empat persyaratan khusus yang harus dilengkapi sebelum sekolah kembali dibuka dan melangsungkan KBM tatap muka. Saat ini, baik Diknas maupun Kemenag masih sama-sama menantikan kabar baik dari pandemi ini untuk rencana pembukaan itu. Minimal, satuan pendidikan telah berada di kawasan tidak terdampak atau zona hijau.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/