alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Pendidikan Formal Pesantren Terus Jalan

Diknas dan Kemenag Pilih Tunggu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas belajar mengajar di tengah pandemi memang tampak sedikit berbeda. Terlebih lagi, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren dan pemerintah. Perbedaan paling mencolok itu terletak pada berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Di pesantren sudah menerapkan KBM tatap muka sejak santri kembali ke pondok pada beberapa bulan kemarin. Namun, sekolah-sekolah umum masih menunggu situasi benar-benar aman dari pandemi atau telah memasuki zona hijau. “Dulu sebelum santri kembali ke pondok, kita harus upayakan rapid test dalam beberapa tahap dan beberapa hari,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Jauhari Assuniyyah Kencong, Ghonim Jauhari.

Ikhtiar itu, menurut dia, tetap harus dilakukan karena banyak santri yang berasal dari luar kota. Selain itu, sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada wali santri atau wali murid.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejumlah pondok pesantren lain pun melakukan hal serupa. Rata-rata, pesantren mewajibkan rapid test sebelum santri kembali ke pondok. Baru setelah itu aktivitas pembelajaran berlangsung secara tatap muka hingga hari ini. “Agenda belajar mengajar tetap berlanjut seperti biasanya. Hanya saja, kita upayakan ada protokol kesehatan yang dijalankan. Seperti penyemprotan disinfektan, cuci tangan, dan lainnya,” imbuh Humas Pesantren Nuris Antirogo, Devita Wulan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas belajar mengajar di tengah pandemi memang tampak sedikit berbeda. Terlebih lagi, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren dan pemerintah. Perbedaan paling mencolok itu terletak pada berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Di pesantren sudah menerapkan KBM tatap muka sejak santri kembali ke pondok pada beberapa bulan kemarin. Namun, sekolah-sekolah umum masih menunggu situasi benar-benar aman dari pandemi atau telah memasuki zona hijau. “Dulu sebelum santri kembali ke pondok, kita harus upayakan rapid test dalam beberapa tahap dan beberapa hari,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Jauhari Assuniyyah Kencong, Ghonim Jauhari.

Ikhtiar itu, menurut dia, tetap harus dilakukan karena banyak santri yang berasal dari luar kota. Selain itu, sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada wali santri atau wali murid.

Sejumlah pondok pesantren lain pun melakukan hal serupa. Rata-rata, pesantren mewajibkan rapid test sebelum santri kembali ke pondok. Baru setelah itu aktivitas pembelajaran berlangsung secara tatap muka hingga hari ini. “Agenda belajar mengajar tetap berlanjut seperti biasanya. Hanya saja, kita upayakan ada protokol kesehatan yang dijalankan. Seperti penyemprotan disinfektan, cuci tangan, dan lainnya,” imbuh Humas Pesantren Nuris Antirogo, Devita Wulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas belajar mengajar di tengah pandemi memang tampak sedikit berbeda. Terlebih lagi, lembaga pendidikan di lingkungan pesantren dan pemerintah. Perbedaan paling mencolok itu terletak pada berjalannya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Di pesantren sudah menerapkan KBM tatap muka sejak santri kembali ke pondok pada beberapa bulan kemarin. Namun, sekolah-sekolah umum masih menunggu situasi benar-benar aman dari pandemi atau telah memasuki zona hijau. “Dulu sebelum santri kembali ke pondok, kita harus upayakan rapid test dalam beberapa tahap dan beberapa hari,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Jauhari Assuniyyah Kencong, Ghonim Jauhari.

Ikhtiar itu, menurut dia, tetap harus dilakukan karena banyak santri yang berasal dari luar kota. Selain itu, sekaligus untuk memberikan rasa aman kepada wali santri atau wali murid.

Sejumlah pondok pesantren lain pun melakukan hal serupa. Rata-rata, pesantren mewajibkan rapid test sebelum santri kembali ke pondok. Baru setelah itu aktivitas pembelajaran berlangsung secara tatap muka hingga hari ini. “Agenda belajar mengajar tetap berlanjut seperti biasanya. Hanya saja, kita upayakan ada protokol kesehatan yang dijalankan. Seperti penyemprotan disinfektan, cuci tangan, dan lainnya,” imbuh Humas Pesantren Nuris Antirogo, Devita Wulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/