alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Ketimbang Daring, Kelompok Belajar Dinilai Lebih Efektif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama sekolah melangsungkan aktivitas belajar mengajar dalam jaringan (daring), seabrek permasalahan masih membalut sejak belakangan kemarin. Mulai dari sulit sinyal, kuota dikeluhkan, hingga sarana yang masih minimalis.

Sederet fakta tersebut kian menegaskan bahwa sekolah daring seolah belum menjawab sepenuhnya persoalan dunia pendidikan saat ini. Namun, tak sedikit dari relawan yang spontanitas menawarkan alternatif belajar di tengah pandemi.

Seperti yang dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan di Desa Klungkung, Sukorambi, yang memberikan pendampingan belajar. Caranya, mereka bentuk kelompok belajar kecil yang diikuti oleh anak-anak dari warga sekitar. “Di Dusun Mojan ini anak-anak memang kesulitan belajar daring. Karenanya, kita coba adakan kelompok belajar seperti ini,” kata Ahmad Syaikhu, koordinator kegiatan pendampingan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui, pendampingan belajar untuk anak-anak itu diinisiasi dari IPNU-IPPNU Jember, sebuah organisasi kepemudaan yang digawangi para pelajar hingga mahasiswa. Informasinya, pendampingan mereka sudah berjalan sejak beberapa bulan kemarin, berlanjut ke kecamatan-kecamatan melalui sayap keorganisasiannya di tingkat kecamatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama sekolah melangsungkan aktivitas belajar mengajar dalam jaringan (daring), seabrek permasalahan masih membalut sejak belakangan kemarin. Mulai dari sulit sinyal, kuota dikeluhkan, hingga sarana yang masih minimalis.

Sederet fakta tersebut kian menegaskan bahwa sekolah daring seolah belum menjawab sepenuhnya persoalan dunia pendidikan saat ini. Namun, tak sedikit dari relawan yang spontanitas menawarkan alternatif belajar di tengah pandemi.

Seperti yang dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan di Desa Klungkung, Sukorambi, yang memberikan pendampingan belajar. Caranya, mereka bentuk kelompok belajar kecil yang diikuti oleh anak-anak dari warga sekitar. “Di Dusun Mojan ini anak-anak memang kesulitan belajar daring. Karenanya, kita coba adakan kelompok belajar seperti ini,” kata Ahmad Syaikhu, koordinator kegiatan pendampingan tersebut.

Diketahui, pendampingan belajar untuk anak-anak itu diinisiasi dari IPNU-IPPNU Jember, sebuah organisasi kepemudaan yang digawangi para pelajar hingga mahasiswa. Informasinya, pendampingan mereka sudah berjalan sejak beberapa bulan kemarin, berlanjut ke kecamatan-kecamatan melalui sayap keorganisasiannya di tingkat kecamatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama sekolah melangsungkan aktivitas belajar mengajar dalam jaringan (daring), seabrek permasalahan masih membalut sejak belakangan kemarin. Mulai dari sulit sinyal, kuota dikeluhkan, hingga sarana yang masih minimalis.

Sederet fakta tersebut kian menegaskan bahwa sekolah daring seolah belum menjawab sepenuhnya persoalan dunia pendidikan saat ini. Namun, tak sedikit dari relawan yang spontanitas menawarkan alternatif belajar di tengah pandemi.

Seperti yang dilakukan sejumlah organisasi kepemudaan di Desa Klungkung, Sukorambi, yang memberikan pendampingan belajar. Caranya, mereka bentuk kelompok belajar kecil yang diikuti oleh anak-anak dari warga sekitar. “Di Dusun Mojan ini anak-anak memang kesulitan belajar daring. Karenanya, kita coba adakan kelompok belajar seperti ini,” kata Ahmad Syaikhu, koordinator kegiatan pendampingan tersebut.

Diketahui, pendampingan belajar untuk anak-anak itu diinisiasi dari IPNU-IPPNU Jember, sebuah organisasi kepemudaan yang digawangi para pelajar hingga mahasiswa. Informasinya, pendampingan mereka sudah berjalan sejak beberapa bulan kemarin, berlanjut ke kecamatan-kecamatan melalui sayap keorganisasiannya di tingkat kecamatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/