alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Eksekusi Pembebasan Tahanan

Pertama Kali Lakukan Restorative Justice

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melakukan penghentian penuntutan kepada salah satu tahanannya. Penghentian penuntutan itu mengacu pada keadilan restorative justice terhadap salah satu tahanannya yang bernama Tommy Dwi Prasetyo, Kamis (3/9) lalu.

Penghentian penuntutan itu berdasarkan peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. Tersangka Tommy tidak akan lagi disidangkan di meja hijau pengadilan. Sebab, tersangka dan korban sepakat melakukan perdamaian dengan disaksikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jember.

Selama dua bulan lamanya, pria asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, tersebut menghuni sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Kamis lalu, Tommy akhirnya kembali menghirup udara bebas, setelah dijemput oleh petugas Kejari Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tommy masuk ke Lapas Jember karena perkara pemukulan terhadap rekannya pada bulan Mei lalu. Tommy terlibat peristiwa menegangkan dengan rekannya Yuski Budi. “Karena masalah sepele sebenarnya. Tapi alhamdulilah sudah beres dengan cara kekeluargaan. Sebenarnya juga tidak ada yang menang, karena sama-sama kena pukul,” ungkap Tommy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melakukan penghentian penuntutan kepada salah satu tahanannya. Penghentian penuntutan itu mengacu pada keadilan restorative justice terhadap salah satu tahanannya yang bernama Tommy Dwi Prasetyo, Kamis (3/9) lalu.

Penghentian penuntutan itu berdasarkan peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. Tersangka Tommy tidak akan lagi disidangkan di meja hijau pengadilan. Sebab, tersangka dan korban sepakat melakukan perdamaian dengan disaksikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jember.

Selama dua bulan lamanya, pria asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, tersebut menghuni sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Kamis lalu, Tommy akhirnya kembali menghirup udara bebas, setelah dijemput oleh petugas Kejari Jember.

Tommy masuk ke Lapas Jember karena perkara pemukulan terhadap rekannya pada bulan Mei lalu. Tommy terlibat peristiwa menegangkan dengan rekannya Yuski Budi. “Karena masalah sepele sebenarnya. Tapi alhamdulilah sudah beres dengan cara kekeluargaan. Sebenarnya juga tidak ada yang menang, karena sama-sama kena pukul,” ungkap Tommy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember melakukan penghentian penuntutan kepada salah satu tahanannya. Penghentian penuntutan itu mengacu pada keadilan restorative justice terhadap salah satu tahanannya yang bernama Tommy Dwi Prasetyo, Kamis (3/9) lalu.

Penghentian penuntutan itu berdasarkan peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020. Tersangka Tommy tidak akan lagi disidangkan di meja hijau pengadilan. Sebab, tersangka dan korban sepakat melakukan perdamaian dengan disaksikan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jember.

Selama dua bulan lamanya, pria asal Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, tersebut menghuni sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Kamis lalu, Tommy akhirnya kembali menghirup udara bebas, setelah dijemput oleh petugas Kejari Jember.

Tommy masuk ke Lapas Jember karena perkara pemukulan terhadap rekannya pada bulan Mei lalu. Tommy terlibat peristiwa menegangkan dengan rekannya Yuski Budi. “Karena masalah sepele sebenarnya. Tapi alhamdulilah sudah beres dengan cara kekeluargaan. Sebenarnya juga tidak ada yang menang, karena sama-sama kena pukul,” ungkap Tommy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/