alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Ombak Laut Selatan Jember di Puger Makin Menggila, Nelayan Diminta Waspada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nelayan puger yang hendak berangkat melaut diminta lebih waspada. Sebab, ombak pantai selatan khususnya di wilayah Puger, semakin hari kian menggila. Bahkan, perahu nelayan yang hendak pulang melaut nyaris karam setelah dihantam ombak yang datang tiba-tiba. Gulungan ombak itu mendorong perahu ketika masuk ke jalur Plawangan.

Bahkan ada juga perahu yang berputar arah dan berjalan mundur akibat dihantam ombak besar. Puluhan nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK), tampak bersiap-siap mengambil bambu yang sudah ada di atas perahu. Lonjoran bambu itu dipakai untuk menahan perahu agar tak sampai berputar haluan.

BACA JUGA: Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal

Mobile_AP_Rectangle 2

Kekompakan para nelayan berhasil menyelamatkan perahu. Meski awalnya posisi perahu berjalan mundur hingga muara sungai, namun akhirnya bisa berjalan normal kembali. Menurut nelayan, ketinggian ombak bisa mencapai tiga meteran. Ombak besar biasanya terjadi sejak malam hingga keesokan paginya.

Kasat Polair Polres Jember di Puger AKP M Na’i mengatakan, pihaknya sudah memberi imbauan agar nelayan yang berangkat melaut lebih berhati-hati. “Kami juga menyampaikan agar nelayan yang berangkat mencari ikan menggunakan pelampung atau pengaman lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, hampir sepekan belakangan ombak di pantai selatan Jember mulai membesar. Diperkirakan, kondisi ini berlangsung selama Agustus. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), ombak besar bakal terjadi sepanjang bulan ini di Samudra Hindia, khususnya wilayah Puger. “Kalau cuaca memburuk atau ombak besar, nelayan diminta agar tidak melaut terlebih dulu hingga cuaca membaik,” tutur M Na’i.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nelayan puger yang hendak berangkat melaut diminta lebih waspada. Sebab, ombak pantai selatan khususnya di wilayah Puger, semakin hari kian menggila. Bahkan, perahu nelayan yang hendak pulang melaut nyaris karam setelah dihantam ombak yang datang tiba-tiba. Gulungan ombak itu mendorong perahu ketika masuk ke jalur Plawangan.

Bahkan ada juga perahu yang berputar arah dan berjalan mundur akibat dihantam ombak besar. Puluhan nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK), tampak bersiap-siap mengambil bambu yang sudah ada di atas perahu. Lonjoran bambu itu dipakai untuk menahan perahu agar tak sampai berputar haluan.

BACA JUGA: Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal

Kekompakan para nelayan berhasil menyelamatkan perahu. Meski awalnya posisi perahu berjalan mundur hingga muara sungai, namun akhirnya bisa berjalan normal kembali. Menurut nelayan, ketinggian ombak bisa mencapai tiga meteran. Ombak besar biasanya terjadi sejak malam hingga keesokan paginya.

Kasat Polair Polres Jember di Puger AKP M Na’i mengatakan, pihaknya sudah memberi imbauan agar nelayan yang berangkat melaut lebih berhati-hati. “Kami juga menyampaikan agar nelayan yang berangkat mencari ikan menggunakan pelampung atau pengaman lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, hampir sepekan belakangan ombak di pantai selatan Jember mulai membesar. Diperkirakan, kondisi ini berlangsung selama Agustus. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), ombak besar bakal terjadi sepanjang bulan ini di Samudra Hindia, khususnya wilayah Puger. “Kalau cuaca memburuk atau ombak besar, nelayan diminta agar tidak melaut terlebih dulu hingga cuaca membaik,” tutur M Na’i.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nelayan puger yang hendak berangkat melaut diminta lebih waspada. Sebab, ombak pantai selatan khususnya di wilayah Puger, semakin hari kian menggila. Bahkan, perahu nelayan yang hendak pulang melaut nyaris karam setelah dihantam ombak yang datang tiba-tiba. Gulungan ombak itu mendorong perahu ketika masuk ke jalur Plawangan.

Bahkan ada juga perahu yang berputar arah dan berjalan mundur akibat dihantam ombak besar. Puluhan nelayan yang menjadi anak buah kapal (ABK), tampak bersiap-siap mengambil bambu yang sudah ada di atas perahu. Lonjoran bambu itu dipakai untuk menahan perahu agar tak sampai berputar haluan.

BACA JUGA: Perahu Nelayan Puger Jember Terbalik di Plawangan, Satu Orang Meninggal

Kekompakan para nelayan berhasil menyelamatkan perahu. Meski awalnya posisi perahu berjalan mundur hingga muara sungai, namun akhirnya bisa berjalan normal kembali. Menurut nelayan, ketinggian ombak bisa mencapai tiga meteran. Ombak besar biasanya terjadi sejak malam hingga keesokan paginya.

Kasat Polair Polres Jember di Puger AKP M Na’i mengatakan, pihaknya sudah memberi imbauan agar nelayan yang berangkat melaut lebih berhati-hati. “Kami juga menyampaikan agar nelayan yang berangkat mencari ikan menggunakan pelampung atau pengaman lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, hampir sepekan belakangan ombak di pantai selatan Jember mulai membesar. Diperkirakan, kondisi ini berlangsung selama Agustus. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), ombak besar bakal terjadi sepanjang bulan ini di Samudra Hindia, khususnya wilayah Puger. “Kalau cuaca memburuk atau ombak besar, nelayan diminta agar tidak melaut terlebih dulu hingga cuaca membaik,” tutur M Na’i.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/