alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Ban Bus Sempat Mbledos, Membawa Hadrah hingga Sound System

Momen haru, dengan melambaikan tangan, teriak, hingga menangis tersaji oleh keluarga jemaah haji, kemarin (4/8), di masing-masing lokasi. Sejak pagi buta, mereka datang menanti bus yang mengangkut jemaah haji, yang baru pulang dari Tanah Suci.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tradisi penjemputan jemaah haji oleh sanak keluarga tidak luntur. Mereka berbondong-bondong menyambut. Ada yang memakai mobil pribadi, mobil Elf, hingga mobil pikap. Bahkan, tidak sedikit mobil bak terbuka dilengkapi sound system dan hadrah. “Ini sudah tradisi, setiap ada yang datang haji, kami jemput. Ini satu kampung ikut semua,” kata Suryani, salah seorang penjemput jemaah haji di Ponpes Madinatul Ulum, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.

BACA JUGA : Djamil Main Kucing-Kucingan, Dia “Sembunyi” Saat Polisi Datangi Rumahnya

Suryani berserta sanak keluarga dan tetangganya berangkat dari Mayang sekitar pukul 05.00. “Berangkat habis Subuh,” terangnya. Hampir sepanjang jalanan kawasan Ponpes Madinatul ulum tersebut dipenuhi kendaraan penjemput.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari segi penertiban lalu lintas, sejumlah aparat kepolisian, satpol PP, hingga TNI dilibatkan. “Kami berjaga bergantian untuk mengantisipasi kemacetan jalan,” ucap Ali Sa’id, salah satu panitia Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Saat bus yang mengangkut para jemaah haji sudah datang, para penjemput bersorak gembira sambil melambaikan tangan. Bahkan, ada beberapa penjemput yang menangis gembira karena melihat jemaah haji datang dengan sehat.

Kondisi yang sama juga terjadi di lokasi penurunan jemaah haji Balai Serbaguna Kaliwates. Bahkan, pihak keluarga yang menanti menunggu lebih lama karena kedatangannya molor. Dari jadwal semestinya tiba pukul 05.30, ternyata tiba pukul 12.00. Hal ini karena kedua ban bus yang mengangkut Jemaah pecah di daerah Sumberbaru, Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tradisi penjemputan jemaah haji oleh sanak keluarga tidak luntur. Mereka berbondong-bondong menyambut. Ada yang memakai mobil pribadi, mobil Elf, hingga mobil pikap. Bahkan, tidak sedikit mobil bak terbuka dilengkapi sound system dan hadrah. “Ini sudah tradisi, setiap ada yang datang haji, kami jemput. Ini satu kampung ikut semua,” kata Suryani, salah seorang penjemput jemaah haji di Ponpes Madinatul Ulum, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.

BACA JUGA : Djamil Main Kucing-Kucingan, Dia “Sembunyi” Saat Polisi Datangi Rumahnya

Suryani berserta sanak keluarga dan tetangganya berangkat dari Mayang sekitar pukul 05.00. “Berangkat habis Subuh,” terangnya. Hampir sepanjang jalanan kawasan Ponpes Madinatul ulum tersebut dipenuhi kendaraan penjemput.

Dari segi penertiban lalu lintas, sejumlah aparat kepolisian, satpol PP, hingga TNI dilibatkan. “Kami berjaga bergantian untuk mengantisipasi kemacetan jalan,” ucap Ali Sa’id, salah satu panitia Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Saat bus yang mengangkut para jemaah haji sudah datang, para penjemput bersorak gembira sambil melambaikan tangan. Bahkan, ada beberapa penjemput yang menangis gembira karena melihat jemaah haji datang dengan sehat.

Kondisi yang sama juga terjadi di lokasi penurunan jemaah haji Balai Serbaguna Kaliwates. Bahkan, pihak keluarga yang menanti menunggu lebih lama karena kedatangannya molor. Dari jadwal semestinya tiba pukul 05.30, ternyata tiba pukul 12.00. Hal ini karena kedua ban bus yang mengangkut Jemaah pecah di daerah Sumberbaru, Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tradisi penjemputan jemaah haji oleh sanak keluarga tidak luntur. Mereka berbondong-bondong menyambut. Ada yang memakai mobil pribadi, mobil Elf, hingga mobil pikap. Bahkan, tidak sedikit mobil bak terbuka dilengkapi sound system dan hadrah. “Ini sudah tradisi, setiap ada yang datang haji, kami jemput. Ini satu kampung ikut semua,” kata Suryani, salah seorang penjemput jemaah haji di Ponpes Madinatul Ulum, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah.

BACA JUGA : Djamil Main Kucing-Kucingan, Dia “Sembunyi” Saat Polisi Datangi Rumahnya

Suryani berserta sanak keluarga dan tetangganya berangkat dari Mayang sekitar pukul 05.00. “Berangkat habis Subuh,” terangnya. Hampir sepanjang jalanan kawasan Ponpes Madinatul ulum tersebut dipenuhi kendaraan penjemput.

Dari segi penertiban lalu lintas, sejumlah aparat kepolisian, satpol PP, hingga TNI dilibatkan. “Kami berjaga bergantian untuk mengantisipasi kemacetan jalan,” ucap Ali Sa’id, salah satu panitia Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Saat bus yang mengangkut para jemaah haji sudah datang, para penjemput bersorak gembira sambil melambaikan tangan. Bahkan, ada beberapa penjemput yang menangis gembira karena melihat jemaah haji datang dengan sehat.

Kondisi yang sama juga terjadi di lokasi penurunan jemaah haji Balai Serbaguna Kaliwates. Bahkan, pihak keluarga yang menanti menunggu lebih lama karena kedatangannya molor. Dari jadwal semestinya tiba pukul 05.30, ternyata tiba pukul 12.00. Hal ini karena kedua ban bus yang mengangkut Jemaah pecah di daerah Sumberbaru, Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/