alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Lazimnya, Setahun Dua Kali Usulan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat ASN tak luput dari kritik. Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni dan akademisi Universitas Jember (Unej), Hermanto Rohman, sama-sama berpandangan bahwa usulan kenaikan pangkat ASN di Jember tidak sepenuhnya tertib. Usulan kenaikan pangkat selayaknya dilakukan dua kali dalam setahun. Dengan begitu, tidak terjadi keterlambatan kenaikan pangkat ASN.

Tabroni menilai, usulan kenaikan pangkat di Jember tidak rutin dilakukan. Dia melihat, juga tidak ada usulan kenaikan pangkat dua kali dalam setahun. “Jadi, Jember ini sedikit berbeda, karena hanya mengambil satu periode kenaikan pangkat,” ucap Tabroni.

Usul kenaikan pangkat selayaknya dilakukan berdasar peraturan, salah satunya Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor D.26-30/V.1-5/99 tentang Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat. Dalam usulan, dijelaskan bahwa ada dua kali periode usulan di dalam setahun. Yakni, untuk periode 1 April diusulkan sebelumnya atau paling akhir Februari. Kemudian, usulan periode 1 Oktober diusulkan sebelumnya atau paling akhir diusulkan pada Agustus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kalau melihat kenaikan pangkat yang terjadi, kata dia, periode kenaikan pangkat hanya tereksekusi untuk yang tanggal 1 April. Sementara itu, untuk kenaikan pangkat tanggal 1 Oktober tidak tereksekusi. “Tentu, ini bisa merugikan ASN karena telat,” imbuh Tabroni.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat ASN tak luput dari kritik. Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni dan akademisi Universitas Jember (Unej), Hermanto Rohman, sama-sama berpandangan bahwa usulan kenaikan pangkat ASN di Jember tidak sepenuhnya tertib. Usulan kenaikan pangkat selayaknya dilakukan dua kali dalam setahun. Dengan begitu, tidak terjadi keterlambatan kenaikan pangkat ASN.

Tabroni menilai, usulan kenaikan pangkat di Jember tidak rutin dilakukan. Dia melihat, juga tidak ada usulan kenaikan pangkat dua kali dalam setahun. “Jadi, Jember ini sedikit berbeda, karena hanya mengambil satu periode kenaikan pangkat,” ucap Tabroni.

Usul kenaikan pangkat selayaknya dilakukan berdasar peraturan, salah satunya Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor D.26-30/V.1-5/99 tentang Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat. Dalam usulan, dijelaskan bahwa ada dua kali periode usulan di dalam setahun. Yakni, untuk periode 1 April diusulkan sebelumnya atau paling akhir Februari. Kemudian, usulan periode 1 Oktober diusulkan sebelumnya atau paling akhir diusulkan pada Agustus.

Kalau melihat kenaikan pangkat yang terjadi, kata dia, periode kenaikan pangkat hanya tereksekusi untuk yang tanggal 1 April. Sementara itu, untuk kenaikan pangkat tanggal 1 Oktober tidak tereksekusi. “Tentu, ini bisa merugikan ASN karena telat,” imbuh Tabroni.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyerahan SK kenaikan pangkat ASN tak luput dari kritik. Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni dan akademisi Universitas Jember (Unej), Hermanto Rohman, sama-sama berpandangan bahwa usulan kenaikan pangkat ASN di Jember tidak sepenuhnya tertib. Usulan kenaikan pangkat selayaknya dilakukan dua kali dalam setahun. Dengan begitu, tidak terjadi keterlambatan kenaikan pangkat ASN.

Tabroni menilai, usulan kenaikan pangkat di Jember tidak rutin dilakukan. Dia melihat, juga tidak ada usulan kenaikan pangkat dua kali dalam setahun. “Jadi, Jember ini sedikit berbeda, karena hanya mengambil satu periode kenaikan pangkat,” ucap Tabroni.

Usul kenaikan pangkat selayaknya dilakukan berdasar peraturan, salah satunya Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor D.26-30/V.1-5/99 tentang Batas Waktu Penerimaan Usul Kenaikan Pangkat. Dalam usulan, dijelaskan bahwa ada dua kali periode usulan di dalam setahun. Yakni, untuk periode 1 April diusulkan sebelumnya atau paling akhir Februari. Kemudian, usulan periode 1 Oktober diusulkan sebelumnya atau paling akhir diusulkan pada Agustus.

Kalau melihat kenaikan pangkat yang terjadi, kata dia, periode kenaikan pangkat hanya tereksekusi untuk yang tanggal 1 April. Sementara itu, untuk kenaikan pangkat tanggal 1 Oktober tidak tereksekusi. “Tentu, ini bisa merugikan ASN karena telat,” imbuh Tabroni.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/