alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

 ASN Mengadu, Banyak SK Keliru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Surat keputusan (SK) kenaikan pangkat telah dibagikan kepada 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jember, awal pekan ini. Belakangan, diketahui ada sejumlah pegawai yang SK-nya justru tidak naik pangkat alias tetap. Insiden ini membuat banyak ASN mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemarin (4/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa ASN datang silih berganti di BKPSDM. Mereka komplain terkait kesalahan SK yang telah diterbitkan. Kekeliruan tersebut bukan saja soal pangkat, tetapi beberapa hal lain juga ada yang keliru.

Beberapa ASN yang komplain itu bersedia memperlihatkan SK-nya. Namun demikian, dia enggan namanya disebutkan dan minta dirahasiakan. “Seharusnya pangkat naik, tetapi SK yang terbit pangkatnya justru tetap,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kesalahan lain yakni terjadi pada job kerja ASN. Seharusnya ada di satuan kerja (satker) A justru ditulis di satker B. Tak hanya itu, ada nama ASN yang tidak sesuai dengan nomor induk pegawai (NIP). Ada angka kredit turun. Termasuk, lamanya bekerja juga ada kesalahan. “Sampai tadi malam, ada sejumlah SK yang keliru,” paparnya.

Menurut dia, apabila hal itu tidak segera dibenahi, maka akan berdampak pada hak dan gaji pejabat. “Kenaikan pangkat ini sudah terlambat. Pada saat SK keluar, masih banyak yang keliru, harus dibenahi, karena berkaitan dengan gaji,” paparnya.

Kesalahan tersebut juga terjadi pada sejumlah guru yang berstatus ASN. Selain pangkatnya tetap, beberapa nama sekolah yang tercantum justru berbeda. Karenanya, ASN yang datang ke BKPSDM ingin SK-nya dibenahi.

Para ASN berharap, Pemkab Jember tertib dalam mengajukan usulan kenaikan pangkat. Yaitu dalam satu tahun dilakukan dua kali usulan. Harapan ini karena berkaitan dengan hak-hak ASN yang bekerja menjadi abdi negara sampai pensiun nantinya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Surat keputusan (SK) kenaikan pangkat telah dibagikan kepada 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jember, awal pekan ini. Belakangan, diketahui ada sejumlah pegawai yang SK-nya justru tidak naik pangkat alias tetap. Insiden ini membuat banyak ASN mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemarin (4/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa ASN datang silih berganti di BKPSDM. Mereka komplain terkait kesalahan SK yang telah diterbitkan. Kekeliruan tersebut bukan saja soal pangkat, tetapi beberapa hal lain juga ada yang keliru.

Beberapa ASN yang komplain itu bersedia memperlihatkan SK-nya. Namun demikian, dia enggan namanya disebutkan dan minta dirahasiakan. “Seharusnya pangkat naik, tetapi SK yang terbit pangkatnya justru tetap,” ucapnya.

Kesalahan lain yakni terjadi pada job kerja ASN. Seharusnya ada di satuan kerja (satker) A justru ditulis di satker B. Tak hanya itu, ada nama ASN yang tidak sesuai dengan nomor induk pegawai (NIP). Ada angka kredit turun. Termasuk, lamanya bekerja juga ada kesalahan. “Sampai tadi malam, ada sejumlah SK yang keliru,” paparnya.

Menurut dia, apabila hal itu tidak segera dibenahi, maka akan berdampak pada hak dan gaji pejabat. “Kenaikan pangkat ini sudah terlambat. Pada saat SK keluar, masih banyak yang keliru, harus dibenahi, karena berkaitan dengan gaji,” paparnya.

Kesalahan tersebut juga terjadi pada sejumlah guru yang berstatus ASN. Selain pangkatnya tetap, beberapa nama sekolah yang tercantum justru berbeda. Karenanya, ASN yang datang ke BKPSDM ingin SK-nya dibenahi.

Para ASN berharap, Pemkab Jember tertib dalam mengajukan usulan kenaikan pangkat. Yaitu dalam satu tahun dilakukan dua kali usulan. Harapan ini karena berkaitan dengan hak-hak ASN yang bekerja menjadi abdi negara sampai pensiun nantinya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Surat keputusan (SK) kenaikan pangkat telah dibagikan kepada 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Jember, awal pekan ini. Belakangan, diketahui ada sejumlah pegawai yang SK-nya justru tidak naik pangkat alias tetap. Insiden ini membuat banyak ASN mendatangi Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemarin (4/8).

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, beberapa ASN datang silih berganti di BKPSDM. Mereka komplain terkait kesalahan SK yang telah diterbitkan. Kekeliruan tersebut bukan saja soal pangkat, tetapi beberapa hal lain juga ada yang keliru.

Beberapa ASN yang komplain itu bersedia memperlihatkan SK-nya. Namun demikian, dia enggan namanya disebutkan dan minta dirahasiakan. “Seharusnya pangkat naik, tetapi SK yang terbit pangkatnya justru tetap,” ucapnya.

Kesalahan lain yakni terjadi pada job kerja ASN. Seharusnya ada di satuan kerja (satker) A justru ditulis di satker B. Tak hanya itu, ada nama ASN yang tidak sesuai dengan nomor induk pegawai (NIP). Ada angka kredit turun. Termasuk, lamanya bekerja juga ada kesalahan. “Sampai tadi malam, ada sejumlah SK yang keliru,” paparnya.

Menurut dia, apabila hal itu tidak segera dibenahi, maka akan berdampak pada hak dan gaji pejabat. “Kenaikan pangkat ini sudah terlambat. Pada saat SK keluar, masih banyak yang keliru, harus dibenahi, karena berkaitan dengan gaji,” paparnya.

Kesalahan tersebut juga terjadi pada sejumlah guru yang berstatus ASN. Selain pangkatnya tetap, beberapa nama sekolah yang tercantum justru berbeda. Karenanya, ASN yang datang ke BKPSDM ingin SK-nya dibenahi.

Para ASN berharap, Pemkab Jember tertib dalam mengajukan usulan kenaikan pangkat. Yaitu dalam satu tahun dilakukan dua kali usulan. Harapan ini karena berkaitan dengan hak-hak ASN yang bekerja menjadi abdi negara sampai pensiun nantinya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/