alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Semua di Tangan Generasi Penerus

Selalu di hati. Tagline inilah yang menjadi tema pembuka gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18, kemarin. JFC kali ini memiliki perbedaan besar, dengan kepergian Dynand Fariz, sang maestro JFC. Lalu, bagaimana JFC ke depan?

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) selalu identik dengan empat warna utama: merah, hijau, hitam, dan emas, yang melambangkan kemewahan dan elegan. Nuansa ini dapat ditemukan di sepanjang runway utama, tepatnya di Jalan Sudarman hingga Sultan Agung. Namun, tahun ini semua tenda dan kelambu berganti menjadi putih bersih. Seakan ingin menampilkan kenangan dari sang maestro JFC.

Gelaran pembukaan Grand Carnival yang biasanya semarak dan disambut oleh gegap gempita suara Dynand Fariz di atas kereta kencananya, kemarin tampak tenang. Bahkan dihiasi linangan air mata. Salah satunya dari sepasang mata milik Anne Avantie, sahabat terbaik Dynand yang sengaja datang untuk mengenang kiprahnya. Isak tangisnya tak terbendung di hadapan masyarakat serta para model yang mendampinginya di sepanjang runway utama. Sembari menyapa penonton melambaikan tangan, dia pun tak bisa menahan air matanya. Persembahan dengan tema Selalu di Hati memang benar-benar untuk sahabatnya.

Tak ada lagi sosok yang berdiri di atas kereta yang didominasi warna emas tersebut. Sebagai gantinya, foto sang maestro diletakkan di atasnya, lalu ikut diarak oleh talent dan keluarga besar. Seolah tetap ikut berparade meski hanya dari balik pigura. Tangis haru mendampinginya di sepanjang catwalk 3,6 kilometer tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Begitu pula di hari-hari sebelumnya. Senyum Dynand yang biasa muncul di akhir parade Pets, Kids, dan Artwear di tahun-tahun lalu, kini hanya tinggal kenangan. Ya, sejak Dynand Fariz, founder JFC, berpulang pada April lalu, seluruh talent serta keluarga besar JFC merasakan kehilangan yang teramat dalam. Sosoknya masih melekat kuat dalam JFC. Karya besar Dynand, kostum Garuda, berjalan beriringan di samping keluarga Dynand.

Dynand Fariz menjadi sosok yang berjasa di dunia karnaval Indonesia, hingga bisa dikenal manca negara saat ini. JFC menjadi salah satu gelaran yang tercatat dalam Calendar of Event Indonesia. Apalagi, pertunjukan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) didanai khusus oleh Kemenpar, untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia ke mata dunia.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) selalu identik dengan empat warna utama: merah, hijau, hitam, dan emas, yang melambangkan kemewahan dan elegan. Nuansa ini dapat ditemukan di sepanjang runway utama, tepatnya di Jalan Sudarman hingga Sultan Agung. Namun, tahun ini semua tenda dan kelambu berganti menjadi putih bersih. Seakan ingin menampilkan kenangan dari sang maestro JFC.

Gelaran pembukaan Grand Carnival yang biasanya semarak dan disambut oleh gegap gempita suara Dynand Fariz di atas kereta kencananya, kemarin tampak tenang. Bahkan dihiasi linangan air mata. Salah satunya dari sepasang mata milik Anne Avantie, sahabat terbaik Dynand yang sengaja datang untuk mengenang kiprahnya. Isak tangisnya tak terbendung di hadapan masyarakat serta para model yang mendampinginya di sepanjang runway utama. Sembari menyapa penonton melambaikan tangan, dia pun tak bisa menahan air matanya. Persembahan dengan tema Selalu di Hati memang benar-benar untuk sahabatnya.

Tak ada lagi sosok yang berdiri di atas kereta yang didominasi warna emas tersebut. Sebagai gantinya, foto sang maestro diletakkan di atasnya, lalu ikut diarak oleh talent dan keluarga besar. Seolah tetap ikut berparade meski hanya dari balik pigura. Tangis haru mendampinginya di sepanjang catwalk 3,6 kilometer tersebut.

Begitu pula di hari-hari sebelumnya. Senyum Dynand yang biasa muncul di akhir parade Pets, Kids, dan Artwear di tahun-tahun lalu, kini hanya tinggal kenangan. Ya, sejak Dynand Fariz, founder JFC, berpulang pada April lalu, seluruh talent serta keluarga besar JFC merasakan kehilangan yang teramat dalam. Sosoknya masih melekat kuat dalam JFC. Karya besar Dynand, kostum Garuda, berjalan beriringan di samping keluarga Dynand.

Dynand Fariz menjadi sosok yang berjasa di dunia karnaval Indonesia, hingga bisa dikenal manca negara saat ini. JFC menjadi salah satu gelaran yang tercatat dalam Calendar of Event Indonesia. Apalagi, pertunjukan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) didanai khusus oleh Kemenpar, untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia ke mata dunia.

RADAR JEMBER.ID – Perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) selalu identik dengan empat warna utama: merah, hijau, hitam, dan emas, yang melambangkan kemewahan dan elegan. Nuansa ini dapat ditemukan di sepanjang runway utama, tepatnya di Jalan Sudarman hingga Sultan Agung. Namun, tahun ini semua tenda dan kelambu berganti menjadi putih bersih. Seakan ingin menampilkan kenangan dari sang maestro JFC.

Gelaran pembukaan Grand Carnival yang biasanya semarak dan disambut oleh gegap gempita suara Dynand Fariz di atas kereta kencananya, kemarin tampak tenang. Bahkan dihiasi linangan air mata. Salah satunya dari sepasang mata milik Anne Avantie, sahabat terbaik Dynand yang sengaja datang untuk mengenang kiprahnya. Isak tangisnya tak terbendung di hadapan masyarakat serta para model yang mendampinginya di sepanjang runway utama. Sembari menyapa penonton melambaikan tangan, dia pun tak bisa menahan air matanya. Persembahan dengan tema Selalu di Hati memang benar-benar untuk sahabatnya.

Tak ada lagi sosok yang berdiri di atas kereta yang didominasi warna emas tersebut. Sebagai gantinya, foto sang maestro diletakkan di atasnya, lalu ikut diarak oleh talent dan keluarga besar. Seolah tetap ikut berparade meski hanya dari balik pigura. Tangis haru mendampinginya di sepanjang catwalk 3,6 kilometer tersebut.

Begitu pula di hari-hari sebelumnya. Senyum Dynand yang biasa muncul di akhir parade Pets, Kids, dan Artwear di tahun-tahun lalu, kini hanya tinggal kenangan. Ya, sejak Dynand Fariz, founder JFC, berpulang pada April lalu, seluruh talent serta keluarga besar JFC merasakan kehilangan yang teramat dalam. Sosoknya masih melekat kuat dalam JFC. Karya besar Dynand, kostum Garuda, berjalan beriringan di samping keluarga Dynand.

Dynand Fariz menjadi sosok yang berjasa di dunia karnaval Indonesia, hingga bisa dikenal manca negara saat ini. JFC menjadi salah satu gelaran yang tercatat dalam Calendar of Event Indonesia. Apalagi, pertunjukan Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) didanai khusus oleh Kemenpar, untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia ke mata dunia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/