alexametrics
22.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Turunkan Stunting, BKKBN Gandeng Aplikasi Pengasuhan Anak  

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih berkualitas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng aplikasi pengasuhan anak atau parenting.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

“BKKBN merupakan penanggung jawab percepatan penurunan stunting di Indonesia akan melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan bersinergi bersama ahli dan lembaga yang memiliki visi serta misi yang sama dengan kami, seperti Tentang Anak,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta pada Selasa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kerja sama dengan aplikasi parenting tersebut, BKKBN berupaya menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia dalam meningkatkan edukasi, advokasi, komunikasi, dan melakukan rangkaian kegiatan bersama untuk sinergitas program pembangunan keluarga berencana.

Hasto mengatakan, terdapat banyak upaya yang dapat dilakukan untuk membangun keluarga berkualitas guna menciptakan generasi muda yang unggul dan maju, di antaranya dengan perencanaan keluarga yang matang oleh orang tua atau calon orang tua sedini mungkin.

Menurut Hasto, indikator untuk membangun generasi muda Indonesia yang unggul dan maju, dapat dimulai dengan menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting. Targetnya, pada 2024, angka prevalensi stunting harus turun hingga di bawah 14 persen.

“Momentum Harganas (Hari Keluarga Nasional) ini, kami berharap dapat menjadi momen yang tepat untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia melalui berbagai rangkaian sinergitas program,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi FKUI-RSCM Prof Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K) MPH mengatakan, peningkatan edukasi termasuk mengenai perencanaan kehamilan lewat sinergi BKKBN bersama aplikasi parenting itu penting dilakukan karena masih banyak orang yang belum sepenuhnya paham akan hal tersebut.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih berkualitas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng aplikasi pengasuhan anak atau parenting.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

“BKKBN merupakan penanggung jawab percepatan penurunan stunting di Indonesia akan melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan bersinergi bersama ahli dan lembaga yang memiliki visi serta misi yang sama dengan kami, seperti Tentang Anak,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta pada Selasa.

Kerja sama dengan aplikasi parenting tersebut, BKKBN berupaya menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia dalam meningkatkan edukasi, advokasi, komunikasi, dan melakukan rangkaian kegiatan bersama untuk sinergitas program pembangunan keluarga berencana.

Hasto mengatakan, terdapat banyak upaya yang dapat dilakukan untuk membangun keluarga berkualitas guna menciptakan generasi muda yang unggul dan maju, di antaranya dengan perencanaan keluarga yang matang oleh orang tua atau calon orang tua sedini mungkin.

Menurut Hasto, indikator untuk membangun generasi muda Indonesia yang unggul dan maju, dapat dimulai dengan menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting. Targetnya, pada 2024, angka prevalensi stunting harus turun hingga di bawah 14 persen.

“Momentum Harganas (Hari Keluarga Nasional) ini, kami berharap dapat menjadi momen yang tepat untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia melalui berbagai rangkaian sinergitas program,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi FKUI-RSCM Prof Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K) MPH mengatakan, peningkatan edukasi termasuk mengenai perencanaan kehamilan lewat sinergi BKKBN bersama aplikasi parenting itu penting dilakukan karena masih banyak orang yang belum sepenuhnya paham akan hal tersebut.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih berkualitas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng aplikasi pengasuhan anak atau parenting.

BACA JUGA : Meski Kalah dari Yordania, Indonesia Diyakini Bisa Jadi Tim Tangguh

“BKKBN merupakan penanggung jawab percepatan penurunan stunting di Indonesia akan melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan bersinergi bersama ahli dan lembaga yang memiliki visi serta misi yang sama dengan kami, seperti Tentang Anak,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo seperti dikutip dari keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta pada Selasa.

Kerja sama dengan aplikasi parenting tersebut, BKKBN berupaya menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia dalam meningkatkan edukasi, advokasi, komunikasi, dan melakukan rangkaian kegiatan bersama untuk sinergitas program pembangunan keluarga berencana.

Hasto mengatakan, terdapat banyak upaya yang dapat dilakukan untuk membangun keluarga berkualitas guna menciptakan generasi muda yang unggul dan maju, di antaranya dengan perencanaan keluarga yang matang oleh orang tua atau calon orang tua sedini mungkin.

Menurut Hasto, indikator untuk membangun generasi muda Indonesia yang unggul dan maju, dapat dimulai dengan menekan angka gagal tumbuh pada anak atau stunting. Targetnya, pada 2024, angka prevalensi stunting harus turun hingga di bawah 14 persen.

“Momentum Harganas (Hari Keluarga Nasional) ini, kami berharap dapat menjadi momen yang tepat untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia melalui berbagai rangkaian sinergitas program,” ujarnya.

Sementara itu, dokter spesialis obstetri dan ginekologi FKUI-RSCM Prof Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG(K) MPH mengatakan, peningkatan edukasi termasuk mengenai perencanaan kehamilan lewat sinergi BKKBN bersama aplikasi parenting itu penting dilakukan karena masih banyak orang yang belum sepenuhnya paham akan hal tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/