alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Insentif Nakes Jangan Sampai Terlambat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan tenaga kesehatan (nakes) menjadi bagian sangat vital dalam penanganan pandemi Covid-19. Terjadinya gelombang penyebaran lanjutan dalam beberapa hari terakhir membuat mereka tidak punya pilihan. Selain berada di garda terdepan penanganan virus mematikan itu.

Melihat gelombang pandemi korona yang masih dahsyat, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan pernyataan yang kiranya cukup mewakili isi hati para nakes. “Sejujurnya, kalau bukan karena panggilan kewajiban untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, para nakes itu pasti memilih berdiam diri di rumah demi menjaga kesehatannya,” kata Itqon kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/7).

Tenaga kesehatan, lanjut Itqon, harus berhadapan langsung dengan pasien dari berbagai latar belakang, sehingga rentan terpapar korona. Namun demikian, mereka tetap teguh dan tabah menjalankan tugasnya. “Karena kewajibanlah, mereka rela bertaruh nyawa, berada di garda terdepan melawan ganasnya Covid-19,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan kondisi yang demikian, Itqon meminta pemerintah, termasuk Pemkab Jember, layak untuk memberikan perhatian lebih terhadap para nakes. “Insentif untuk mereka jangan sampai telat,” tegasnya.

Secara kelembagaan, DPRD akan melakukan komunikasi dengan eksekutif, mengingat akan ada rencana refocusing anggaran yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto sebesar Rp 150 miliar. “Kalau perlu, rencana refocusing anggaran itu juga untuk menambah insentif para nakes. Mereka yang paling rentan terhadap pandemi,” jelas Itqon.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan tenaga kesehatan (nakes) menjadi bagian sangat vital dalam penanganan pandemi Covid-19. Terjadinya gelombang penyebaran lanjutan dalam beberapa hari terakhir membuat mereka tidak punya pilihan. Selain berada di garda terdepan penanganan virus mematikan itu.

Melihat gelombang pandemi korona yang masih dahsyat, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan pernyataan yang kiranya cukup mewakili isi hati para nakes. “Sejujurnya, kalau bukan karena panggilan kewajiban untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, para nakes itu pasti memilih berdiam diri di rumah demi menjaga kesehatannya,” kata Itqon kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/7).

Tenaga kesehatan, lanjut Itqon, harus berhadapan langsung dengan pasien dari berbagai latar belakang, sehingga rentan terpapar korona. Namun demikian, mereka tetap teguh dan tabah menjalankan tugasnya. “Karena kewajibanlah, mereka rela bertaruh nyawa, berada di garda terdepan melawan ganasnya Covid-19,” imbuhnya.

Dengan kondisi yang demikian, Itqon meminta pemerintah, termasuk Pemkab Jember, layak untuk memberikan perhatian lebih terhadap para nakes. “Insentif untuk mereka jangan sampai telat,” tegasnya.

Secara kelembagaan, DPRD akan melakukan komunikasi dengan eksekutif, mengingat akan ada rencana refocusing anggaran yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto sebesar Rp 150 miliar. “Kalau perlu, rencana refocusing anggaran itu juga untuk menambah insentif para nakes. Mereka yang paling rentan terhadap pandemi,” jelas Itqon.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan tenaga kesehatan (nakes) menjadi bagian sangat vital dalam penanganan pandemi Covid-19. Terjadinya gelombang penyebaran lanjutan dalam beberapa hari terakhir membuat mereka tidak punya pilihan. Selain berada di garda terdepan penanganan virus mematikan itu.

Melihat gelombang pandemi korona yang masih dahsyat, Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyampaikan pernyataan yang kiranya cukup mewakili isi hati para nakes. “Sejujurnya, kalau bukan karena panggilan kewajiban untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, para nakes itu pasti memilih berdiam diri di rumah demi menjaga kesehatannya,” kata Itqon kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/7).

Tenaga kesehatan, lanjut Itqon, harus berhadapan langsung dengan pasien dari berbagai latar belakang, sehingga rentan terpapar korona. Namun demikian, mereka tetap teguh dan tabah menjalankan tugasnya. “Karena kewajibanlah, mereka rela bertaruh nyawa, berada di garda terdepan melawan ganasnya Covid-19,” imbuhnya.

Dengan kondisi yang demikian, Itqon meminta pemerintah, termasuk Pemkab Jember, layak untuk memberikan perhatian lebih terhadap para nakes. “Insentif untuk mereka jangan sampai telat,” tegasnya.

Secara kelembagaan, DPRD akan melakukan komunikasi dengan eksekutif, mengingat akan ada rencana refocusing anggaran yang disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto sebesar Rp 150 miliar. “Kalau perlu, rencana refocusing anggaran itu juga untuk menambah insentif para nakes. Mereka yang paling rentan terhadap pandemi,” jelas Itqon.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/