alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Antisipasi Pandemi lewat Dua Lapis Penyekatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Jember juga memberikan pembatasan dalam berkendara. Sejumlah ruas jalan mulai ditutup sejak Sabtu (3/7) dan akan diberlakukan hingga 20 Juli mendatang.

Di Jember, penutupan dan penyekatan ruas jalan sebagai langkah pengendalian pandemi diberlakukan dua lapis. Pertama adalah zona physical distancing yang dimulai pukul 18.00. Ruas jalan yang dialihkan adalah di simpang 3 pos polisi Jalan Sultan Agung, yang akan dibelokkan ke Jalan Diponegoro. Kemudian, di simpang 4 Polres Jember yang akan dibelokkan kiri ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, di simpang 4 SMPN 2 Jember, pengendara dibelokkan ke Jalan Ciliwung, dan di simpang 3 Jalan Wijaya Kusuma pengendara dibelokkan ke Jalan Mawar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lapis kedua penyekatan diberlakukan pukul 20.00 di empat titik. Yaitu di Simpang 4 Mangli, simpang 3 Armed Kebonsari, simpang 4 Sukorejo, dan di simpang 3 RSD dr Soebandi.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan bahwa instruksi Kemendagri terkait PPKM darurat bakal diberlakukan secara optimal di Kabupaten Jember. “Seluruh masyarakat Kabupaten Jember wajib melaksanakan seluruh regulasi yang ada. Wajib menaati seluruh Instruksi Mendagri. Instruksi tersebut sudah sangat detail dan jelas,” jelas Hendy seusai memimpin apel gelar pasukan pelaksanaan PPKM darurat, Sabtu (3/7).

Hendy juga menyatakan, ada beberapa titik yang akan dilaksanakan penyekatan di setiap perbatasan kota. Bagi yang hendak memasuki Kabupaten Jember diwajibkan menyertakan hasil swab PCR negatif. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan TNI, Polri, camat, kades, lurah dan ketua RT dan RW dalam mendisiplinkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Saya tidak ingin kasus Covid-19 meningkat di Jember. Warga Jember, ayo patuhi regulasi Instruksi Mendagri ini. Mohon kesadaran serta kerja samanya semua warga agar kita semua terhindar dari Covid-19 ini,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Jember juga memberikan pembatasan dalam berkendara. Sejumlah ruas jalan mulai ditutup sejak Sabtu (3/7) dan akan diberlakukan hingga 20 Juli mendatang.

Di Jember, penutupan dan penyekatan ruas jalan sebagai langkah pengendalian pandemi diberlakukan dua lapis. Pertama adalah zona physical distancing yang dimulai pukul 18.00. Ruas jalan yang dialihkan adalah di simpang 3 pos polisi Jalan Sultan Agung, yang akan dibelokkan ke Jalan Diponegoro. Kemudian, di simpang 4 Polres Jember yang akan dibelokkan kiri ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, di simpang 4 SMPN 2 Jember, pengendara dibelokkan ke Jalan Ciliwung, dan di simpang 3 Jalan Wijaya Kusuma pengendara dibelokkan ke Jalan Mawar.

Lapis kedua penyekatan diberlakukan pukul 20.00 di empat titik. Yaitu di Simpang 4 Mangli, simpang 3 Armed Kebonsari, simpang 4 Sukorejo, dan di simpang 3 RSD dr Soebandi.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan bahwa instruksi Kemendagri terkait PPKM darurat bakal diberlakukan secara optimal di Kabupaten Jember. “Seluruh masyarakat Kabupaten Jember wajib melaksanakan seluruh regulasi yang ada. Wajib menaati seluruh Instruksi Mendagri. Instruksi tersebut sudah sangat detail dan jelas,” jelas Hendy seusai memimpin apel gelar pasukan pelaksanaan PPKM darurat, Sabtu (3/7).

Hendy juga menyatakan, ada beberapa titik yang akan dilaksanakan penyekatan di setiap perbatasan kota. Bagi yang hendak memasuki Kabupaten Jember diwajibkan menyertakan hasil swab PCR negatif. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan TNI, Polri, camat, kades, lurah dan ketua RT dan RW dalam mendisiplinkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Saya tidak ingin kasus Covid-19 meningkat di Jember. Warga Jember, ayo patuhi regulasi Instruksi Mendagri ini. Mohon kesadaran serta kerja samanya semua warga agar kita semua terhindar dari Covid-19 ini,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kabupaten Jember juga memberikan pembatasan dalam berkendara. Sejumlah ruas jalan mulai ditutup sejak Sabtu (3/7) dan akan diberlakukan hingga 20 Juli mendatang.

Di Jember, penutupan dan penyekatan ruas jalan sebagai langkah pengendalian pandemi diberlakukan dua lapis. Pertama adalah zona physical distancing yang dimulai pukul 18.00. Ruas jalan yang dialihkan adalah di simpang 3 pos polisi Jalan Sultan Agung, yang akan dibelokkan ke Jalan Diponegoro. Kemudian, di simpang 4 Polres Jember yang akan dibelokkan kiri ke Jalan Gatot Subroto.

Sementara itu, di simpang 4 SMPN 2 Jember, pengendara dibelokkan ke Jalan Ciliwung, dan di simpang 3 Jalan Wijaya Kusuma pengendara dibelokkan ke Jalan Mawar.

Lapis kedua penyekatan diberlakukan pukul 20.00 di empat titik. Yaitu di Simpang 4 Mangli, simpang 3 Armed Kebonsari, simpang 4 Sukorejo, dan di simpang 3 RSD dr Soebandi.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengungkapkan bahwa instruksi Kemendagri terkait PPKM darurat bakal diberlakukan secara optimal di Kabupaten Jember. “Seluruh masyarakat Kabupaten Jember wajib melaksanakan seluruh regulasi yang ada. Wajib menaati seluruh Instruksi Mendagri. Instruksi tersebut sudah sangat detail dan jelas,” jelas Hendy seusai memimpin apel gelar pasukan pelaksanaan PPKM darurat, Sabtu (3/7).

Hendy juga menyatakan, ada beberapa titik yang akan dilaksanakan penyekatan di setiap perbatasan kota. Bagi yang hendak memasuki Kabupaten Jember diwajibkan menyertakan hasil swab PCR negatif. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan TNI, Polri, camat, kades, lurah dan ketua RT dan RW dalam mendisiplinkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

“Saya tidak ingin kasus Covid-19 meningkat di Jember. Warga Jember, ayo patuhi regulasi Instruksi Mendagri ini. Mohon kesadaran serta kerja samanya semua warga agar kita semua terhindar dari Covid-19 ini,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/