alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Nasib Pedagang Pasar Manggisan Tunggu Kejaksaan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Tasyakuran Nganyari Pasar kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember, kemarin (5/7). Jika sebelumnya tiga pasar sudah dipakai, kali ini giliran delapan pasar yang diresmikan di Aula PB Sudirman Pemkab Jember. Dengan demikian, ada satu pasar yang belum selesai dari 12 pasar yang direvitalisasi tahun 2018 lalu.

Sebelas pasar yang sudah diresmikan yaitu Pasar Mangli, serta Pasar Gebang, dan Pasar Kreongan. Sementara itu, delapan pasar yang diresmikan kemarin yaitu Pasar Tegalbesar, Tegalboto, Tanjung, Bungur, Kalisat, Umbulsari, Menampu, dan Pasar Petung. Sedangkan Pasar Manggisan yang ada di Kecamatan Kaliwates belum jelas kapan selesainya.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Manggisan yang juga dianggarkan melalui APBD tahun 2018 masih mangkrak hingga saat ini. Gara-garanya, proses pengerjaan yang seharusnya selesai pada Desember 2018 masih belum rampung. Meski diperpanjang pada Januari dan Februari 2019, pengerjaannya juga belum beres. Mangkraknya pembangunan pasar tersebut diduga ada indikasi korupsi sehingga ditutup oleh Kejaksaan Negeri Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Disinggung terkait kelanjutan nasib Pasar Manggisan, Bupati Jember dr Faida MMR memastikan akan menyelesaikannya. Akan tetapi, karena saat ini masih pada proses hukum yang ditangani oleh kejaksaan, sehingga pihaknya masih menunggu kejaksaan. “Pasar Manggisan kelanjutannya menunggu dari Kejari. Untuk pedagangnya sudah ada di tempat relokasi,” ucapnya.

Kondisi sebagian bangunan Pasar Manggisan memang ada yang belum selesai. Akibatnya, pedagang belum bisa memanfaatkan bangunan Pasar Manggisan seperti sebelas pasar lain yang sudah tuntas. Dengan tidak selesainya pembangunan tersebut, pemerintah masih menunggu Kejari sebelum melanjutkan pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. “Belum tuntas 100 persen, ke depan akan diselesaikan agar anggaran tidak tersia-siakan,” paparnya.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Tasyakuran Nganyari Pasar kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember, kemarin (5/7). Jika sebelumnya tiga pasar sudah dipakai, kali ini giliran delapan pasar yang diresmikan di Aula PB Sudirman Pemkab Jember. Dengan demikian, ada satu pasar yang belum selesai dari 12 pasar yang direvitalisasi tahun 2018 lalu.

Sebelas pasar yang sudah diresmikan yaitu Pasar Mangli, serta Pasar Gebang, dan Pasar Kreongan. Sementara itu, delapan pasar yang diresmikan kemarin yaitu Pasar Tegalbesar, Tegalboto, Tanjung, Bungur, Kalisat, Umbulsari, Menampu, dan Pasar Petung. Sedangkan Pasar Manggisan yang ada di Kecamatan Kaliwates belum jelas kapan selesainya.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Manggisan yang juga dianggarkan melalui APBD tahun 2018 masih mangkrak hingga saat ini. Gara-garanya, proses pengerjaan yang seharusnya selesai pada Desember 2018 masih belum rampung. Meski diperpanjang pada Januari dan Februari 2019, pengerjaannya juga belum beres. Mangkraknya pembangunan pasar tersebut diduga ada indikasi korupsi sehingga ditutup oleh Kejaksaan Negeri Jember.

Disinggung terkait kelanjutan nasib Pasar Manggisan, Bupati Jember dr Faida MMR memastikan akan menyelesaikannya. Akan tetapi, karena saat ini masih pada proses hukum yang ditangani oleh kejaksaan, sehingga pihaknya masih menunggu kejaksaan. “Pasar Manggisan kelanjutannya menunggu dari Kejari. Untuk pedagangnya sudah ada di tempat relokasi,” ucapnya.

Kondisi sebagian bangunan Pasar Manggisan memang ada yang belum selesai. Akibatnya, pedagang belum bisa memanfaatkan bangunan Pasar Manggisan seperti sebelas pasar lain yang sudah tuntas. Dengan tidak selesainya pembangunan tersebut, pemerintah masih menunggu Kejari sebelum melanjutkan pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. “Belum tuntas 100 persen, ke depan akan diselesaikan agar anggaran tidak tersia-siakan,” paparnya.

RADAR JEMBER.ID – Tasyakuran Nganyari Pasar kembali digelar Pemerintah Kabupaten Jember, kemarin (5/7). Jika sebelumnya tiga pasar sudah dipakai, kali ini giliran delapan pasar yang diresmikan di Aula PB Sudirman Pemkab Jember. Dengan demikian, ada satu pasar yang belum selesai dari 12 pasar yang direvitalisasi tahun 2018 lalu.

Sebelas pasar yang sudah diresmikan yaitu Pasar Mangli, serta Pasar Gebang, dan Pasar Kreongan. Sementara itu, delapan pasar yang diresmikan kemarin yaitu Pasar Tegalbesar, Tegalboto, Tanjung, Bungur, Kalisat, Umbulsari, Menampu, dan Pasar Petung. Sedangkan Pasar Manggisan yang ada di Kecamatan Kaliwates belum jelas kapan selesainya.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Manggisan yang juga dianggarkan melalui APBD tahun 2018 masih mangkrak hingga saat ini. Gara-garanya, proses pengerjaan yang seharusnya selesai pada Desember 2018 masih belum rampung. Meski diperpanjang pada Januari dan Februari 2019, pengerjaannya juga belum beres. Mangkraknya pembangunan pasar tersebut diduga ada indikasi korupsi sehingga ditutup oleh Kejaksaan Negeri Jember.

Disinggung terkait kelanjutan nasib Pasar Manggisan, Bupati Jember dr Faida MMR memastikan akan menyelesaikannya. Akan tetapi, karena saat ini masih pada proses hukum yang ditangani oleh kejaksaan, sehingga pihaknya masih menunggu kejaksaan. “Pasar Manggisan kelanjutannya menunggu dari Kejari. Untuk pedagangnya sudah ada di tempat relokasi,” ucapnya.

Kondisi sebagian bangunan Pasar Manggisan memang ada yang belum selesai. Akibatnya, pedagang belum bisa memanfaatkan bangunan Pasar Manggisan seperti sebelas pasar lain yang sudah tuntas. Dengan tidak selesainya pembangunan tersebut, pemerintah masih menunggu Kejari sebelum melanjutkan pengerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. “Belum tuntas 100 persen, ke depan akan diselesaikan agar anggaran tidak tersia-siakan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/