alexametrics
25.2 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Khawatir Trauma Psikis Anaknya

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER .ID – Kekerasan jurnalis yang dilakukan oleh pihak oknum pengurus, pemain Sindo Dharaka kepada jurnalis bukan hanya membuat trauma kepada oryza. Namun, juga kepada anak Oryza yang memang ikut melihat pertandingan

“Saya lelah. Tapi yang paling mengkhawatirkan trauma psikis,” jelas Oryza. Dirinya mengatakan selama 15 tahun menjadi jurnalis belum pernah mengalami penganiayaan seperti ini, terutama dari oknum pemain dan pengurus klub. Bahkan dirinya yang sering melihat pertandingan Persebaya Surabaya yang kadang ada kerusuhan tidak sampai menyerang pihak-pihak yang tidak bersalah. Makanya dirinya menyesalkan kejadian kemarin.

“Namun yang menjadi kepikiran anak saya yang melihat langsung kejadian tadi,” ucap Oryza. Bahkan, yang membuat dirinya marah dengan sikap itu adalah dirinya selama ini menerangkan kepada anaknya tentang indah dan amannya melihat bola.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kenapa Yanda dipukuli,” ucap Oryza getir menirukan ucapan anaknya ketika usai menjadi korban kekerasan. (*)

- Advertisement -

RADARJEMBER .ID – Kekerasan jurnalis yang dilakukan oleh pihak oknum pengurus, pemain Sindo Dharaka kepada jurnalis bukan hanya membuat trauma kepada oryza. Namun, juga kepada anak Oryza yang memang ikut melihat pertandingan

“Saya lelah. Tapi yang paling mengkhawatirkan trauma psikis,” jelas Oryza. Dirinya mengatakan selama 15 tahun menjadi jurnalis belum pernah mengalami penganiayaan seperti ini, terutama dari oknum pemain dan pengurus klub. Bahkan dirinya yang sering melihat pertandingan Persebaya Surabaya yang kadang ada kerusuhan tidak sampai menyerang pihak-pihak yang tidak bersalah. Makanya dirinya menyesalkan kejadian kemarin.

“Namun yang menjadi kepikiran anak saya yang melihat langsung kejadian tadi,” ucap Oryza. Bahkan, yang membuat dirinya marah dengan sikap itu adalah dirinya selama ini menerangkan kepada anaknya tentang indah dan amannya melihat bola.

“Kenapa Yanda dipukuli,” ucap Oryza getir menirukan ucapan anaknya ketika usai menjadi korban kekerasan. (*)

RADARJEMBER .ID – Kekerasan jurnalis yang dilakukan oleh pihak oknum pengurus, pemain Sindo Dharaka kepada jurnalis bukan hanya membuat trauma kepada oryza. Namun, juga kepada anak Oryza yang memang ikut melihat pertandingan

“Saya lelah. Tapi yang paling mengkhawatirkan trauma psikis,” jelas Oryza. Dirinya mengatakan selama 15 tahun menjadi jurnalis belum pernah mengalami penganiayaan seperti ini, terutama dari oknum pemain dan pengurus klub. Bahkan dirinya yang sering melihat pertandingan Persebaya Surabaya yang kadang ada kerusuhan tidak sampai menyerang pihak-pihak yang tidak bersalah. Makanya dirinya menyesalkan kejadian kemarin.

“Namun yang menjadi kepikiran anak saya yang melihat langsung kejadian tadi,” ucap Oryza. Bahkan, yang membuat dirinya marah dengan sikap itu adalah dirinya selama ini menerangkan kepada anaknya tentang indah dan amannya melihat bola.

“Kenapa Yanda dipukuli,” ucap Oryza getir menirukan ucapan anaknya ketika usai menjadi korban kekerasan. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/