alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Polemik Tunjangan Beras Belum Tuntas

# Pemkab Sebut Tidak Wajib, Hanya Menyarankan # Dewan Khawatir Ada Misi Terselubung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID  Surat Edaran Bupati Jember tertanggal 7 Februari 2022, mengamanatkan agar setiap ASN di lingkungan Pemkab Jember membeli beras dari petani Jember. Beras itu disediakan oleh sembilan penyedia beras atau RMU (Rice Milling Unit) yang terdiri dari unsur Gapoktan, KUD, KSU, ataupun sejenisnya.

Sembilan RMU selaku pemasok beras itu, sepenuhnya di bawah kendali dari Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KKJHS). KKJHS pula yang akan mengomandoi total 230 ton beras dengan harga perkilogramnya Rp 9 ribu, untuk semua ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember yang jumlahnya sekitar 10 ribuan, berikut anggota keluarganya sekitar 28 ribu jiwa.

Pusaran Penikmat Tunjangan Beras

Mobile_AP_Rectangle 2

Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Jember Edy Budi Susilo mengatakan, dikerahkannya ASN/PNS untuk membeli beras itu tanpa melalui potongan gaji mereka. Hal itu menurutnya sejalan dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan yang menegaskan bahwa jumlah tunjangan beras bisa bentuk uang dan natural. “Kami menyarankan kepada ASN melalui OPD masing-masing untuk bisa memesan beras kepada petani melalui koperasi kita, KKJHS,” kata Edy Budi, saat ditemui usai rapat di Ruang Banmus DPRD Jember.

Dia juga menegaskan, kendati para ASN/PNS telah dikerahkan tunjangan berasnya ke masing-masing penyedia beras, namun bukan berarti ada unsur paksaan atau mewajibkan. Edy Budi juga menepis anggapan bahwa rencana tersebut terlalu masuk ke ranah privat ASN dalam hal penerimaan gaji. “Kami tidak mewajibkan. Dan kami sampaikan ke OPD, silahkan yang mau pesan (beras) ataupun tidak. Jadi tidak ada paksaan dan tidak ada potongan,” kata Edy Budi, Jumat (3/6).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID  Surat Edaran Bupati Jember tertanggal 7 Februari 2022, mengamanatkan agar setiap ASN di lingkungan Pemkab Jember membeli beras dari petani Jember. Beras itu disediakan oleh sembilan penyedia beras atau RMU (Rice Milling Unit) yang terdiri dari unsur Gapoktan, KUD, KSU, ataupun sejenisnya.

Sembilan RMU selaku pemasok beras itu, sepenuhnya di bawah kendali dari Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KKJHS). KKJHS pula yang akan mengomandoi total 230 ton beras dengan harga perkilogramnya Rp 9 ribu, untuk semua ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember yang jumlahnya sekitar 10 ribuan, berikut anggota keluarganya sekitar 28 ribu jiwa.

Pusaran Penikmat Tunjangan Beras

Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Jember Edy Budi Susilo mengatakan, dikerahkannya ASN/PNS untuk membeli beras itu tanpa melalui potongan gaji mereka. Hal itu menurutnya sejalan dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan yang menegaskan bahwa jumlah tunjangan beras bisa bentuk uang dan natural. “Kami menyarankan kepada ASN melalui OPD masing-masing untuk bisa memesan beras kepada petani melalui koperasi kita, KKJHS,” kata Edy Budi, saat ditemui usai rapat di Ruang Banmus DPRD Jember.

Dia juga menegaskan, kendati para ASN/PNS telah dikerahkan tunjangan berasnya ke masing-masing penyedia beras, namun bukan berarti ada unsur paksaan atau mewajibkan. Edy Budi juga menepis anggapan bahwa rencana tersebut terlalu masuk ke ranah privat ASN dalam hal penerimaan gaji. “Kami tidak mewajibkan. Dan kami sampaikan ke OPD, silahkan yang mau pesan (beras) ataupun tidak. Jadi tidak ada paksaan dan tidak ada potongan,” kata Edy Budi, Jumat (3/6).

JEMBER, RADARJEMBER.ID  Surat Edaran Bupati Jember tertanggal 7 Februari 2022, mengamanatkan agar setiap ASN di lingkungan Pemkab Jember membeli beras dari petani Jember. Beras itu disediakan oleh sembilan penyedia beras atau RMU (Rice Milling Unit) yang terdiri dari unsur Gapoktan, KUD, KSU, ataupun sejenisnya.

Sembilan RMU selaku pemasok beras itu, sepenuhnya di bawah kendali dari Koperasi Konsumen Jember Harmoni Sejahtera (KKJHS). KKJHS pula yang akan mengomandoi total 230 ton beras dengan harga perkilogramnya Rp 9 ribu, untuk semua ASN/PNS di lingkungan Pemkab Jember yang jumlahnya sekitar 10 ribuan, berikut anggota keluarganya sekitar 28 ribu jiwa.

Pusaran Penikmat Tunjangan Beras

Pelaksana tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Jember Edy Budi Susilo mengatakan, dikerahkannya ASN/PNS untuk membeli beras itu tanpa melalui potongan gaji mereka. Hal itu menurutnya sejalan dengan Peraturan Dirjen Perbendaharaan yang menegaskan bahwa jumlah tunjangan beras bisa bentuk uang dan natural. “Kami menyarankan kepada ASN melalui OPD masing-masing untuk bisa memesan beras kepada petani melalui koperasi kita, KKJHS,” kata Edy Budi, saat ditemui usai rapat di Ruang Banmus DPRD Jember.

Dia juga menegaskan, kendati para ASN/PNS telah dikerahkan tunjangan berasnya ke masing-masing penyedia beras, namun bukan berarti ada unsur paksaan atau mewajibkan. Edy Budi juga menepis anggapan bahwa rencana tersebut terlalu masuk ke ranah privat ASN dalam hal penerimaan gaji. “Kami tidak mewajibkan. Dan kami sampaikan ke OPD, silahkan yang mau pesan (beras) ataupun tidak. Jadi tidak ada paksaan dan tidak ada potongan,” kata Edy Budi, Jumat (3/6).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/