alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pembongkaran Baliho Ucapan Idul Fitri di Jember Menuai Protes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Pembongkaran baliho sejumlah tokoh partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jember menuai protes. Satpol PP Pemkab Jember dinilai terburu-buru dan menodai perayaan Idul Fitri 1443 H. Karena dari sekian baliho yang ditertibkan, berisi ucapan Lebaran dan Ramadan.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong Agus Nur Yasin mengatakan, Surat Edaran Kepala Satpol PP Jember Nomor 331.1/433/314/2022 yang isinya meminta bantuan Satpol PP kecamatan untuk menertibkan baliho, memicu kegaduhan. Sebab di bawah, aparat penegak perda itu membongkar semua baliho meski di dalamnya berisisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

Agus menilai, alasan penertiban yang saat ini tidak aa tahapan pelaksanaan pemilihan umum, namun marak ditemukan baliho tokoh parpol atau ormas, tidak tepat. Sebab, baliho yang terpasang itu memang tidak dalam rangka kampanye, tetapi sebagai bentuk memeriahkan Idul Fitri, serta mengajak umat agar meningkatkan ibadah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kritik yang dia layangkan bukan tanpa alasan. Agus mengkhawatirkan, pencopotan baliho itu menodai kerukunan umat beragama dan menyinggung masyarakat muslim di Jember. Sebagai Ketua Ansor, dia pun menyayangkan dan mengkritik apa yang dilakukan Satpol PP berdasar perintah Bupati Jember tersebut. Karena baliho atau banner yang terpampang itu berisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ini kan bentuk syukur untuk menyambut Hari Kemenangan yang diwujudkan dalam bentuk ucapan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Kamis (5/5).

BACA JUGA: Satpol PP Sidak Mal, Hotel, dan Restoran di Jember

Agus menganggap, langkah Sapol PP ini justru mengerdilkan iklim demokrasi di Jember. Sebenarnya dia menyadari bahwa Satpol PP hanya menjalankan tugas, tapi sebelum bertindak seharusnya juga dilihat di bawah, karena memang banyak pertentangan. Karena banner-banner itu bermaksud menyampaikan pesan baik, termasuk ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ada juga yang mengajak meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca salawat. Ini kan pesan yang baik,” tuturnya.

Agus selanjutnya menyindir langkah penertiban yang berawal dari pola kepemimpinan yang grusa-grusu itu. Dia berkata, seharusnya pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Dan bukan justru memusuhi dan membikin sakit hati umat yang memeriahkan Iidul Fitri. “Ini bukan soal tokoh politik atau tokoh ormas, tapi terkait perayaan hari besar agama,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Pembongkaran baliho sejumlah tokoh partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jember menuai protes. Satpol PP Pemkab Jember dinilai terburu-buru dan menodai perayaan Idul Fitri 1443 H. Karena dari sekian baliho yang ditertibkan, berisi ucapan Lebaran dan Ramadan.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong Agus Nur Yasin mengatakan, Surat Edaran Kepala Satpol PP Jember Nomor 331.1/433/314/2022 yang isinya meminta bantuan Satpol PP kecamatan untuk menertibkan baliho, memicu kegaduhan. Sebab di bawah, aparat penegak perda itu membongkar semua baliho meski di dalamnya berisisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

Agus menilai, alasan penertiban yang saat ini tidak aa tahapan pelaksanaan pemilihan umum, namun marak ditemukan baliho tokoh parpol atau ormas, tidak tepat. Sebab, baliho yang terpasang itu memang tidak dalam rangka kampanye, tetapi sebagai bentuk memeriahkan Idul Fitri, serta mengajak umat agar meningkatkan ibadah.

Kritik yang dia layangkan bukan tanpa alasan. Agus mengkhawatirkan, pencopotan baliho itu menodai kerukunan umat beragama dan menyinggung masyarakat muslim di Jember. Sebagai Ketua Ansor, dia pun menyayangkan dan mengkritik apa yang dilakukan Satpol PP berdasar perintah Bupati Jember tersebut. Karena baliho atau banner yang terpampang itu berisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ini kan bentuk syukur untuk menyambut Hari Kemenangan yang diwujudkan dalam bentuk ucapan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Kamis (5/5).

BACA JUGA: Satpol PP Sidak Mal, Hotel, dan Restoran di Jember

Agus menganggap, langkah Sapol PP ini justru mengerdilkan iklim demokrasi di Jember. Sebenarnya dia menyadari bahwa Satpol PP hanya menjalankan tugas, tapi sebelum bertindak seharusnya juga dilihat di bawah, karena memang banyak pertentangan. Karena banner-banner itu bermaksud menyampaikan pesan baik, termasuk ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ada juga yang mengajak meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca salawat. Ini kan pesan yang baik,” tuturnya.

Agus selanjutnya menyindir langkah penertiban yang berawal dari pola kepemimpinan yang grusa-grusu itu. Dia berkata, seharusnya pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Dan bukan justru memusuhi dan membikin sakit hati umat yang memeriahkan Iidul Fitri. “Ini bukan soal tokoh politik atau tokoh ormas, tapi terkait perayaan hari besar agama,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Pembongkaran baliho sejumlah tokoh partai politik dan organisasi kemasyarakatan di Jember menuai protes. Satpol PP Pemkab Jember dinilai terburu-buru dan menodai perayaan Idul Fitri 1443 H. Karena dari sekian baliho yang ditertibkan, berisi ucapan Lebaran dan Ramadan.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong Agus Nur Yasin mengatakan, Surat Edaran Kepala Satpol PP Jember Nomor 331.1/433/314/2022 yang isinya meminta bantuan Satpol PP kecamatan untuk menertibkan baliho, memicu kegaduhan. Sebab di bawah, aparat penegak perda itu membongkar semua baliho meski di dalamnya berisisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

Agus menilai, alasan penertiban yang saat ini tidak aa tahapan pelaksanaan pemilihan umum, namun marak ditemukan baliho tokoh parpol atau ormas, tidak tepat. Sebab, baliho yang terpasang itu memang tidak dalam rangka kampanye, tetapi sebagai bentuk memeriahkan Idul Fitri, serta mengajak umat agar meningkatkan ibadah.

Kritik yang dia layangkan bukan tanpa alasan. Agus mengkhawatirkan, pencopotan baliho itu menodai kerukunan umat beragama dan menyinggung masyarakat muslim di Jember. Sebagai Ketua Ansor, dia pun menyayangkan dan mengkritik apa yang dilakukan Satpol PP berdasar perintah Bupati Jember tersebut. Karena baliho atau banner yang terpampang itu berisi ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ini kan bentuk syukur untuk menyambut Hari Kemenangan yang diwujudkan dalam bentuk ucapan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Kamis (5/5).

BACA JUGA: Satpol PP Sidak Mal, Hotel, dan Restoran di Jember

Agus menganggap, langkah Sapol PP ini justru mengerdilkan iklim demokrasi di Jember. Sebenarnya dia menyadari bahwa Satpol PP hanya menjalankan tugas, tapi sebelum bertindak seharusnya juga dilihat di bawah, karena memang banyak pertentangan. Karena banner-banner itu bermaksud menyampaikan pesan baik, termasuk ucapan Idul Fitri dan Ramadan.

“Ada juga yang mengajak meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca salawat. Ini kan pesan yang baik,” tuturnya.

Agus selanjutnya menyindir langkah penertiban yang berawal dari pola kepemimpinan yang grusa-grusu itu. Dia berkata, seharusnya pemimpin itu merangkul, bukan memukul. Dan bukan justru memusuhi dan membikin sakit hati umat yang memeriahkan Iidul Fitri. “Ini bukan soal tokoh politik atau tokoh ormas, tapi terkait perayaan hari besar agama,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/