alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Minyak Goreng Curah Tidak Kunjung Stabil

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan stok minyak goreng curah sampai saat ini masih belum stabil dipasaran, seiring dengan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan, saat ini, ketersediaanya mulai berangsur stabil, meskipun harus dengan harga yang relatif mahal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Bambang Saputro mengatakan, Sejak di cabutnya HET untuk minyak goreng dalam kemasan, ketersediaannya berangsur stabil, hal ini berbeda dengan situasi minyak goreng curah yang sampai saat ini masih terjadi kelangkaan di pasaran. “Memang sampai saat ini untuk migor curah, masih terjadi kelangkaan dipasarankan,” terangnya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sampai saat ini, Pemerintah masih menetapkan HET untuk minyak goreng curah dengan harga 14 ribu per liter, dan 15.500 1 kilo-nya, melalui Disperindag, pihaknya terus melakukan operasi pasar untuk menjamin ketersediaan minyak goreng curah, pihaknya bekerjasama dengan PT Rajawali Losindo selaku distributor dari BUMN yang dilaksanakan selama bulan ramadhan setiap hari saat bupati melaksanakan safari ramadhan di setiap kecamatan. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali dengan kehadiran minyak goreng curah pada saat kegiatan safari ramadhan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, selama ramadhan, pihaknya juga melaksanakan pasar mursh dengan menggandeng perusahaan yang menjual bahan pokok penting dan didalamnya juga terdapat minyak goreng kemasan, dan tentunya dengan harga di bawah harga pasar. “Setiap hari kita mengadakan pasar murah yang tersebar di 2 titik 2 kecamatan,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan stok minyak goreng curah sampai saat ini masih belum stabil dipasaran, seiring dengan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan, saat ini, ketersediaanya mulai berangsur stabil, meskipun harus dengan harga yang relatif mahal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Bambang Saputro mengatakan, Sejak di cabutnya HET untuk minyak goreng dalam kemasan, ketersediaannya berangsur stabil, hal ini berbeda dengan situasi minyak goreng curah yang sampai saat ini masih terjadi kelangkaan di pasaran. “Memang sampai saat ini untuk migor curah, masih terjadi kelangkaan dipasarankan,” terangnya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sampai saat ini, Pemerintah masih menetapkan HET untuk minyak goreng curah dengan harga 14 ribu per liter, dan 15.500 1 kilo-nya, melalui Disperindag, pihaknya terus melakukan operasi pasar untuk menjamin ketersediaan minyak goreng curah, pihaknya bekerjasama dengan PT Rajawali Losindo selaku distributor dari BUMN yang dilaksanakan selama bulan ramadhan setiap hari saat bupati melaksanakan safari ramadhan di setiap kecamatan. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali dengan kehadiran minyak goreng curah pada saat kegiatan safari ramadhan,” paparnya.

Selain itu, selama ramadhan, pihaknya juga melaksanakan pasar mursh dengan menggandeng perusahaan yang menjual bahan pokok penting dan didalamnya juga terdapat minyak goreng kemasan, dan tentunya dengan harga di bawah harga pasar. “Setiap hari kita mengadakan pasar murah yang tersebar di 2 titik 2 kecamatan,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelangkaan stok minyak goreng curah sampai saat ini masih belum stabil dipasaran, seiring dengan pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan, saat ini, ketersediaanya mulai berangsur stabil, meskipun harus dengan harga yang relatif mahal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Bambang Saputro mengatakan, Sejak di cabutnya HET untuk minyak goreng dalam kemasan, ketersediaannya berangsur stabil, hal ini berbeda dengan situasi minyak goreng curah yang sampai saat ini masih terjadi kelangkaan di pasaran. “Memang sampai saat ini untuk migor curah, masih terjadi kelangkaan dipasarankan,” terangnya, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sampai saat ini, Pemerintah masih menetapkan HET untuk minyak goreng curah dengan harga 14 ribu per liter, dan 15.500 1 kilo-nya, melalui Disperindag, pihaknya terus melakukan operasi pasar untuk menjamin ketersediaan minyak goreng curah, pihaknya bekerjasama dengan PT Rajawali Losindo selaku distributor dari BUMN yang dilaksanakan selama bulan ramadhan setiap hari saat bupati melaksanakan safari ramadhan di setiap kecamatan. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali dengan kehadiran minyak goreng curah pada saat kegiatan safari ramadhan,” paparnya.

Selain itu, selama ramadhan, pihaknya juga melaksanakan pasar mursh dengan menggandeng perusahaan yang menjual bahan pokok penting dan didalamnya juga terdapat minyak goreng kemasan, dan tentunya dengan harga di bawah harga pasar. “Setiap hari kita mengadakan pasar murah yang tersebar di 2 titik 2 kecamatan,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/