alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Lebaran, Tetap Tekan Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mudik Lebaran tahun ini banyak dinikmati warga Jember maupun daerah lain. Nah, dengan situasi lalu lalang warga, maka pandemi Covid-19 tetap dikontrol oleh pemerintah. Selama Lebaran ini, pemerintah tetap mengimbau agar warga mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari menuturkan, demi mencegah penularan Covid-19, pemerintah mewajibkan vaksin dosis 1, 2, dan 3 atau booster. “Dengan adanya relaksasi aturan mudik dan selama Lebaran ini, diharapkan masyarakat bisa bekerja sama untuk menekan jumlah penularan Covid-19 selama Lebaran ini,” jelas Dwi kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, di Jalan Srikoyo 1 nomor 3 Patrang.

Beberapa yang diwajibkan yaitu seluruh warga harus sudah melakukan vaksinasi dosis 3 atau booster. Bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2 harus menyertakan hasil negatif tes antigen 1×24 jam atau tes PCR yang berlaku 3×24 jam selama Lebaran. “Syarat ini cukup ampuh, meskipun masih belum seluruhnya,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, demi mencegah pelanggaran prokes, maka pada Lebaran ini pun pemudik diarahkan agar langsung melakukan vaksinasi di posko-posko yang disediakan pemerintah. “Kemudian swab, P3K, dan alat kesehatan yang lain juga disediakan. Kalau ada kecelakaan, itu disiagakan di posko. Jumlah posko ada di 5 atau 9 titik,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mudik Lebaran tahun ini banyak dinikmati warga Jember maupun daerah lain. Nah, dengan situasi lalu lalang warga, maka pandemi Covid-19 tetap dikontrol oleh pemerintah. Selama Lebaran ini, pemerintah tetap mengimbau agar warga mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari menuturkan, demi mencegah penularan Covid-19, pemerintah mewajibkan vaksin dosis 1, 2, dan 3 atau booster. “Dengan adanya relaksasi aturan mudik dan selama Lebaran ini, diharapkan masyarakat bisa bekerja sama untuk menekan jumlah penularan Covid-19 selama Lebaran ini,” jelas Dwi kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, di Jalan Srikoyo 1 nomor 3 Patrang.

Beberapa yang diwajibkan yaitu seluruh warga harus sudah melakukan vaksinasi dosis 3 atau booster. Bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2 harus menyertakan hasil negatif tes antigen 1×24 jam atau tes PCR yang berlaku 3×24 jam selama Lebaran. “Syarat ini cukup ampuh, meskipun masih belum seluruhnya,” tegasnya.

Selain itu, demi mencegah pelanggaran prokes, maka pada Lebaran ini pun pemudik diarahkan agar langsung melakukan vaksinasi di posko-posko yang disediakan pemerintah. “Kemudian swab, P3K, dan alat kesehatan yang lain juga disediakan. Kalau ada kecelakaan, itu disiagakan di posko. Jumlah posko ada di 5 atau 9 titik,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mudik Lebaran tahun ini banyak dinikmati warga Jember maupun daerah lain. Nah, dengan situasi lalu lalang warga, maka pandemi Covid-19 tetap dikontrol oleh pemerintah. Selama Lebaran ini, pemerintah tetap mengimbau agar warga mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Dwi Handasari menuturkan, demi mencegah penularan Covid-19, pemerintah mewajibkan vaksin dosis 1, 2, dan 3 atau booster. “Dengan adanya relaksasi aturan mudik dan selama Lebaran ini, diharapkan masyarakat bisa bekerja sama untuk menekan jumlah penularan Covid-19 selama Lebaran ini,” jelas Dwi kepada Jawa Pos Radar Jember di kantornya, di Jalan Srikoyo 1 nomor 3 Patrang.

Beberapa yang diwajibkan yaitu seluruh warga harus sudah melakukan vaksinasi dosis 3 atau booster. Bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis 1 dan 2 harus menyertakan hasil negatif tes antigen 1×24 jam atau tes PCR yang berlaku 3×24 jam selama Lebaran. “Syarat ini cukup ampuh, meskipun masih belum seluruhnya,” tegasnya.

Selain itu, demi mencegah pelanggaran prokes, maka pada Lebaran ini pun pemudik diarahkan agar langsung melakukan vaksinasi di posko-posko yang disediakan pemerintah. “Kemudian swab, P3K, dan alat kesehatan yang lain juga disediakan. Kalau ada kecelakaan, itu disiagakan di posko. Jumlah posko ada di 5 atau 9 titik,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/