alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Butuh Dukungan Masyarakat untuk Cegah Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, angka stunting di Jember masih tinggi. Dia mengajak seluruh pihak menurunkan angka stunting. Menurutnya, Pemkab Jember telah berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut. “Langkah pemerintah akan sia-sia jika masyarakat belum ikut terlibat,” katanya.

Selain itu, Hendy menyebut angka stunting tidak hanya berada di satu tempat. Melainkan berada di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Oleh sebab itu, langkah taktis yang bisa dilakukan oleh Pemkab Jember yaitu dengan meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk terus berupaya menekan angka stunting. “Tidak kalah penting juga bersama-sama cegah stunting, minimal bagi keluarganya sendiri,” terangnya.

Selain itu, Pemkab Jember juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Kemenag, juga dengan kepolisian untuk mengecek agar tidak sampai ada penghulu memalsukan usia yang belum saatnya menikah. Hendy juga menyebut, stunting disebabkan berbagai hal. Mulai dari ekonomi, artinya keluarga tersebut dalam keadaan miskin, pernikahan dini, pola asuh, dan pemberian gizi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, angka stunting di Jember masih tinggi. Dia mengajak seluruh pihak menurunkan angka stunting. Menurutnya, Pemkab Jember telah berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut. “Langkah pemerintah akan sia-sia jika masyarakat belum ikut terlibat,” katanya.

Selain itu, Hendy menyebut angka stunting tidak hanya berada di satu tempat. Melainkan berada di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Oleh sebab itu, langkah taktis yang bisa dilakukan oleh Pemkab Jember yaitu dengan meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk terus berupaya menekan angka stunting. “Tidak kalah penting juga bersama-sama cegah stunting, minimal bagi keluarganya sendiri,” terangnya.

Selain itu, Pemkab Jember juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Kemenag, juga dengan kepolisian untuk mengecek agar tidak sampai ada penghulu memalsukan usia yang belum saatnya menikah. Hendy juga menyebut, stunting disebabkan berbagai hal. Mulai dari ekonomi, artinya keluarga tersebut dalam keadaan miskin, pernikahan dini, pola asuh, dan pemberian gizi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut, angka stunting di Jember masih tinggi. Dia mengajak seluruh pihak menurunkan angka stunting. Menurutnya, Pemkab Jember telah berupaya semaksimal mungkin dalam mencegah dan menurunkan angka stunting tersebut. “Langkah pemerintah akan sia-sia jika masyarakat belum ikut terlibat,” katanya.

Selain itu, Hendy menyebut angka stunting tidak hanya berada di satu tempat. Melainkan berada di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jember. Oleh sebab itu, langkah taktis yang bisa dilakukan oleh Pemkab Jember yaitu dengan meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk terus berupaya menekan angka stunting. “Tidak kalah penting juga bersama-sama cegah stunting, minimal bagi keluarganya sendiri,” terangnya.

Selain itu, Pemkab Jember juga bekerja sama dengan Pengadilan Agama, Kemenag, juga dengan kepolisian untuk mengecek agar tidak sampai ada penghulu memalsukan usia yang belum saatnya menikah. Hendy juga menyebut, stunting disebabkan berbagai hal. Mulai dari ekonomi, artinya keluarga tersebut dalam keadaan miskin, pernikahan dini, pola asuh, dan pemberian gizi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/