alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tak Bersahabat Saat Disidak, Polisi Bakal Pantau 24 Jam SPBU di Balung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sikap tak bersahabat ditunjukkan oleh penanggung jawab Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Balung, Jember. Ini terlihat saat Kepolisian Sektor (Polsek) Balung bersama Muspika setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek stok Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca pemerintah menaikan harga BBM jenis pertamax.

Kapolsek Balung AKP Sunarto mengatakan, di wilayah Kecamatan Balung ada dua SPBU. Di jalan Rambipuji dan SPBU jalan Ambulu. “Dua SPBU ini barusan kami datangi dalam kegiatan sidak bersama Muspika,” kata Sunarto saat diwawancarai sejumlah awak media seusai melakukan sidak, Selasa (5/4) siang.

Sejauh ini, kata Sunarto, pihaknya belum menemukan kelangkaan BBM jenis tertentu. Baik yang subsidi maupun nonsubsidi. Hasil pantauan terhadap dua SPBU di wilayah itu juga berjalan normal. “Tidak ada antrean pembeli dan pengiriman BBM juga normal. Tidak ada keterlambatan dan pengurangan sesuai pemesanan oleh pemilik SPBU,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Hanya saja, mantan Kapolsek Umbulsari ini mengungkapkan, penanggung jawab SPBU di jalan Rambipuji kurang berkenan dengan kehadiran Muspika. Mereka menunjukkan sikap yang kurang bersahabat ketika menyambut kedatangan Muspika dalam sidak tersebut.

Padahal, sidak ini untuk memastikan ketersediaan BBM saat Ramadan dan menjelang Lebaran nanti aman. Dan masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka. “Sidak ini kewenangan kami sebagai upaya memantau perkembangan BBM di wilayah Kecamatan Balung. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kelangkaan jenis BBM tertentu seperti yang terjadi di kecamatan lain,” tegasnya.

Sunarto menambahkan, berbagai dalih dan aturan disampaikan oleh pihak penanggung jawab SPBU jalan Rambipuji. Kata-kata bernada protes juga sempat terlontar dari mereka. Misalnya, aparat harus berkirim surat terlebih dulu sebelum sidak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sikap tak bersahabat ditunjukkan oleh penanggung jawab Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Balung, Jember. Ini terlihat saat Kepolisian Sektor (Polsek) Balung bersama Muspika setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek stok Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca pemerintah menaikan harga BBM jenis pertamax.

Kapolsek Balung AKP Sunarto mengatakan, di wilayah Kecamatan Balung ada dua SPBU. Di jalan Rambipuji dan SPBU jalan Ambulu. “Dua SPBU ini barusan kami datangi dalam kegiatan sidak bersama Muspika,” kata Sunarto saat diwawancarai sejumlah awak media seusai melakukan sidak, Selasa (5/4) siang.

Sejauh ini, kata Sunarto, pihaknya belum menemukan kelangkaan BBM jenis tertentu. Baik yang subsidi maupun nonsubsidi. Hasil pantauan terhadap dua SPBU di wilayah itu juga berjalan normal. “Tidak ada antrean pembeli dan pengiriman BBM juga normal. Tidak ada keterlambatan dan pengurangan sesuai pemesanan oleh pemilik SPBU,” terangnya.

BACA JUGA: Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Hanya saja, mantan Kapolsek Umbulsari ini mengungkapkan, penanggung jawab SPBU di jalan Rambipuji kurang berkenan dengan kehadiran Muspika. Mereka menunjukkan sikap yang kurang bersahabat ketika menyambut kedatangan Muspika dalam sidak tersebut.

Padahal, sidak ini untuk memastikan ketersediaan BBM saat Ramadan dan menjelang Lebaran nanti aman. Dan masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka. “Sidak ini kewenangan kami sebagai upaya memantau perkembangan BBM di wilayah Kecamatan Balung. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kelangkaan jenis BBM tertentu seperti yang terjadi di kecamatan lain,” tegasnya.

Sunarto menambahkan, berbagai dalih dan aturan disampaikan oleh pihak penanggung jawab SPBU jalan Rambipuji. Kata-kata bernada protes juga sempat terlontar dari mereka. Misalnya, aparat harus berkirim surat terlebih dulu sebelum sidak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sikap tak bersahabat ditunjukkan oleh penanggung jawab Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Balung, Jember. Ini terlihat saat Kepolisian Sektor (Polsek) Balung bersama Muspika setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek stok Bahan Bakar Minyak (BBM) pasca pemerintah menaikan harga BBM jenis pertamax.

Kapolsek Balung AKP Sunarto mengatakan, di wilayah Kecamatan Balung ada dua SPBU. Di jalan Rambipuji dan SPBU jalan Ambulu. “Dua SPBU ini barusan kami datangi dalam kegiatan sidak bersama Muspika,” kata Sunarto saat diwawancarai sejumlah awak media seusai melakukan sidak, Selasa (5/4) siang.

Sejauh ini, kata Sunarto, pihaknya belum menemukan kelangkaan BBM jenis tertentu. Baik yang subsidi maupun nonsubsidi. Hasil pantauan terhadap dua SPBU di wilayah itu juga berjalan normal. “Tidak ada antrean pembeli dan pengiriman BBM juga normal. Tidak ada keterlambatan dan pengurangan sesuai pemesanan oleh pemilik SPBU,” terangnya.

BACA JUGA: Ratusan Miliar Bisa Muspro, Jika Jalan Tetap Dilewati Kendaraan Tambun

Hanya saja, mantan Kapolsek Umbulsari ini mengungkapkan, penanggung jawab SPBU di jalan Rambipuji kurang berkenan dengan kehadiran Muspika. Mereka menunjukkan sikap yang kurang bersahabat ketika menyambut kedatangan Muspika dalam sidak tersebut.

Padahal, sidak ini untuk memastikan ketersediaan BBM saat Ramadan dan menjelang Lebaran nanti aman. Dan masyarakat tidak sampai kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan mereka. “Sidak ini kewenangan kami sebagai upaya memantau perkembangan BBM di wilayah Kecamatan Balung. Tujuannya agar tidak sampai terjadi kelangkaan jenis BBM tertentu seperti yang terjadi di kecamatan lain,” tegasnya.

Sunarto menambahkan, berbagai dalih dan aturan disampaikan oleh pihak penanggung jawab SPBU jalan Rambipuji. Kata-kata bernada protes juga sempat terlontar dari mereka. Misalnya, aparat harus berkirim surat terlebih dulu sebelum sidak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/