alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Rezeki Burung Buta Tetap Dijamin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan merupakan bulan dibukanya pintu rahmat dan ampunan. Umat Islam layak untuk melakukan berbagai aktivitas yang mengarah pada pendekatan diri kepada Ilahi Rabbi. Hal ini yang dibahas Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dalam kajian menjelang buka puasa di Masjid Raudhatul Muhlisin, kemarin (4/4).

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Pada kesempatan itu, wabup yang akrab disapa Gus Firjaun itu menjelaskan mengenai rezeki yang diambil dari kitab tasawuf, Risalah al-Mu’awwanah karangan Alhabib Abdullah bin Alawi Al-Haddad.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan pentingnya menjaga kehalalan dalam mencari rezeki karena dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Gus Firjaun menyebut, rezeki ada dua macam. Pertama, rezeki yang harus melalui sebab atau usaha. Kedua, rezeki yang datangnya tanpa melalui sebab (min haitsu laa yahtasib), rezeki yang tak disangka-sangka. “Mencari rezeki yang halal, (harus, Red) melalui apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Jadi, jangan mencari rezeki dengan cara yang tercela. Masak iya tempe dicampur karton. Itu kan perbuatan yang dilarang,” tuturnya.

Selanjutnya, Gus Firjaun menjelaskan bagian yang pertama dalam mencari rezeki harus dengan cara yang baik dan halal. Seperti sabda nabi, “ajmiluu fii tolabi al-dunya”. Artinya, hendakanya mencari rezeki dengan cara yang baik. Jangan karena ingin mendapatkan untung yang banyak, mencari rezeki dilakukan dengan merugikan orang lain. “Itu tidak boleh, jadi harus dengan cara yang baik. Sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan merupakan bulan dibukanya pintu rahmat dan ampunan. Umat Islam layak untuk melakukan berbagai aktivitas yang mengarah pada pendekatan diri kepada Ilahi Rabbi. Hal ini yang dibahas Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dalam kajian menjelang buka puasa di Masjid Raudhatul Muhlisin, kemarin (4/4).

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Pada kesempatan itu, wabup yang akrab disapa Gus Firjaun itu menjelaskan mengenai rezeki yang diambil dari kitab tasawuf, Risalah al-Mu’awwanah karangan Alhabib Abdullah bin Alawi Al-Haddad.

Dijelaskan pentingnya menjaga kehalalan dalam mencari rezeki karena dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Gus Firjaun menyebut, rezeki ada dua macam. Pertama, rezeki yang harus melalui sebab atau usaha. Kedua, rezeki yang datangnya tanpa melalui sebab (min haitsu laa yahtasib), rezeki yang tak disangka-sangka. “Mencari rezeki yang halal, (harus, Red) melalui apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Jadi, jangan mencari rezeki dengan cara yang tercela. Masak iya tempe dicampur karton. Itu kan perbuatan yang dilarang,” tuturnya.

Selanjutnya, Gus Firjaun menjelaskan bagian yang pertama dalam mencari rezeki harus dengan cara yang baik dan halal. Seperti sabda nabi, “ajmiluu fii tolabi al-dunya”. Artinya, hendakanya mencari rezeki dengan cara yang baik. Jangan karena ingin mendapatkan untung yang banyak, mencari rezeki dilakukan dengan merugikan orang lain. “Itu tidak boleh, jadi harus dengan cara yang baik. Sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ramadan merupakan bulan dibukanya pintu rahmat dan ampunan. Umat Islam layak untuk melakukan berbagai aktivitas yang mengarah pada pendekatan diri kepada Ilahi Rabbi. Hal ini yang dibahas Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman dalam kajian menjelang buka puasa di Masjid Raudhatul Muhlisin, kemarin (4/4).

Baca Juga : Perusahaan Wajib Membayarkan THR Penuh Tahun Ini

Pada kesempatan itu, wabup yang akrab disapa Gus Firjaun itu menjelaskan mengenai rezeki yang diambil dari kitab tasawuf, Risalah al-Mu’awwanah karangan Alhabib Abdullah bin Alawi Al-Haddad.

Dijelaskan pentingnya menjaga kehalalan dalam mencari rezeki karena dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Gus Firjaun menyebut, rezeki ada dua macam. Pertama, rezeki yang harus melalui sebab atau usaha. Kedua, rezeki yang datangnya tanpa melalui sebab (min haitsu laa yahtasib), rezeki yang tak disangka-sangka. “Mencari rezeki yang halal, (harus, Red) melalui apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Jadi, jangan mencari rezeki dengan cara yang tercela. Masak iya tempe dicampur karton. Itu kan perbuatan yang dilarang,” tuturnya.

Selanjutnya, Gus Firjaun menjelaskan bagian yang pertama dalam mencari rezeki harus dengan cara yang baik dan halal. Seperti sabda nabi, “ajmiluu fii tolabi al-dunya”. Artinya, hendakanya mencari rezeki dengan cara yang baik. Jangan karena ingin mendapatkan untung yang banyak, mencari rezeki dilakukan dengan merugikan orang lain. “Itu tidak boleh, jadi harus dengan cara yang baik. Sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/