alexametrics
31.2 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Jumlah Laka Laut Menurun 

Mobile_AP_Rectangle 1

M Nai mengklaim, pendekatan dan sosialisasi yang gencar dilakukan itu cukup efektif untuk mengubah paradigma dan persepsi nelayan. Dengan begitu, mereka lebih berhati-hati dan lebih mematuhi aturan melaut yang aman. “Semakin ke sini, masyarakat semakin sadar lah ya. Kalau melaut menggunakan pelampung itu aman,” ujarnya.

Menurut M Nai, mayoritas kecelakaan laut terjadi di jalur Plawangan. Yakni pintu masuk dan keluarnya para nelayan ketika melaut. Dia menyebut, angkanya sekitar 99 persen. Namun, kata dia, kondisi tersebut membaik ketika pemerintah sudah memberikan pemecah ombak. “Satu-satunya ya Plawangan itu. Itu berdampak sekali ke nelayan,” pungkasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

M Nai mengklaim, pendekatan dan sosialisasi yang gencar dilakukan itu cukup efektif untuk mengubah paradigma dan persepsi nelayan. Dengan begitu, mereka lebih berhati-hati dan lebih mematuhi aturan melaut yang aman. “Semakin ke sini, masyarakat semakin sadar lah ya. Kalau melaut menggunakan pelampung itu aman,” ujarnya.

Menurut M Nai, mayoritas kecelakaan laut terjadi di jalur Plawangan. Yakni pintu masuk dan keluarnya para nelayan ketika melaut. Dia menyebut, angkanya sekitar 99 persen. Namun, kata dia, kondisi tersebut membaik ketika pemerintah sudah memberikan pemecah ombak. “Satu-satunya ya Plawangan itu. Itu berdampak sekali ke nelayan,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

M Nai mengklaim, pendekatan dan sosialisasi yang gencar dilakukan itu cukup efektif untuk mengubah paradigma dan persepsi nelayan. Dengan begitu, mereka lebih berhati-hati dan lebih mematuhi aturan melaut yang aman. “Semakin ke sini, masyarakat semakin sadar lah ya. Kalau melaut menggunakan pelampung itu aman,” ujarnya.

Menurut M Nai, mayoritas kecelakaan laut terjadi di jalur Plawangan. Yakni pintu masuk dan keluarnya para nelayan ketika melaut. Dia menyebut, angkanya sekitar 99 persen. Namun, kata dia, kondisi tersebut membaik ketika pemerintah sudah memberikan pemecah ombak. “Satu-satunya ya Plawangan itu. Itu berdampak sekali ke nelayan,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/