alexametrics
23.2 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Gelar Bimtek KHA untuk Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Guna mendorong Jember sebagai kabupaten layak anak, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bimbingan teknis Konvensi Hak Anak (KHA) selama dua hari.

Bimtek diikuti 90 orang. Mereka terdiri dari gugus tugas kabupaten layak anak serta perwakilan dari instansi, lembaga, maupun organisasi pemerintahan dan non pemerintahaan di Kabupaten Jember.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano, Kamis 4 April 2019, menjelaskan bimtek KHA ini pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi hak anak dan upaya mengatasi kekerasan terhadap anak  serta upaya mengurangi perdagangan anak.

“Istilah konvensi seperti aturan yang tidak tertulis, tapi diakui sebagai hukum. Jadi ini istilahnya konvensi hak-hak anak,” terang Mirfano dalampembukaan bimtek di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Kegiatan yang  berjalan selama dua hari ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak anak, peningkatan SDM, juga bisa mengembangkan langkah strategis sesuai dengan pemenuhan hak anak.

“Jadi sudah jelas bahwa bupati sudah berkomitmen dalam mewujudkan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, yaitu mewujudkan Jember sebagai kabupaten layak anak,” jlentrehnya.

Sekda mengajak semua pihak untuk merespon secara baik komitmen bupati tersebut. Pemerintah dan stakeholder harus  menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan untuk nmewujudkan kabupaten layak anak (KLA)

Tahun lalu, lanjut Mirfano, Pemkab Jember telah sukses menyediakan semua syarat yang diperlukan sebagai kabupaten layak anak. Mirfano menyebut ada dua kunci sukses untuk mewujudkannya, yaitu koordinasi dan sinergi.

Koordinasi adalah proses untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah.

“Syarat koordinasi yang efektif ada dua, yaitu sistem komunikasi yang baik. Koordinasi efektif adalah adanya umpan balik,” jelasnya.

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Guna mendorong Jember sebagai kabupaten layak anak, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bimbingan teknis Konvensi Hak Anak (KHA) selama dua hari.

Bimtek diikuti 90 orang. Mereka terdiri dari gugus tugas kabupaten layak anak serta perwakilan dari instansi, lembaga, maupun organisasi pemerintahan dan non pemerintahaan di Kabupaten Jember.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano, Kamis 4 April 2019, menjelaskan bimtek KHA ini pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi hak anak dan upaya mengatasi kekerasan terhadap anak  serta upaya mengurangi perdagangan anak.

“Istilah konvensi seperti aturan yang tidak tertulis, tapi diakui sebagai hukum. Jadi ini istilahnya konvensi hak-hak anak,” terang Mirfano dalampembukaan bimtek di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Kegiatan yang  berjalan selama dua hari ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak anak, peningkatan SDM, juga bisa mengembangkan langkah strategis sesuai dengan pemenuhan hak anak.

“Jadi sudah jelas bahwa bupati sudah berkomitmen dalam mewujudkan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, yaitu mewujudkan Jember sebagai kabupaten layak anak,” jlentrehnya.

Sekda mengajak semua pihak untuk merespon secara baik komitmen bupati tersebut. Pemerintah dan stakeholder harus  menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan untuk nmewujudkan kabupaten layak anak (KLA)

Tahun lalu, lanjut Mirfano, Pemkab Jember telah sukses menyediakan semua syarat yang diperlukan sebagai kabupaten layak anak. Mirfano menyebut ada dua kunci sukses untuk mewujudkannya, yaitu koordinasi dan sinergi.

Koordinasi adalah proses untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah.

“Syarat koordinasi yang efektif ada dua, yaitu sistem komunikasi yang baik. Koordinasi efektif adalah adanya umpan balik,” jelasnya.

RADARJEMBER.ID – Guna mendorong Jember sebagai kabupaten layak anak, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bimbingan teknis Konvensi Hak Anak (KHA) selama dua hari.

Bimtek diikuti 90 orang. Mereka terdiri dari gugus tugas kabupaten layak anak serta perwakilan dari instansi, lembaga, maupun organisasi pemerintahan dan non pemerintahaan di Kabupaten Jember.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano, Kamis 4 April 2019, menjelaskan bimtek KHA ini pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah untuk memenuhi hak anak dan upaya mengatasi kekerasan terhadap anak  serta upaya mengurangi perdagangan anak.

“Istilah konvensi seperti aturan yang tidak tertulis, tapi diakui sebagai hukum. Jadi ini istilahnya konvensi hak-hak anak,” terang Mirfano dalampembukaan bimtek di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Kegiatan yang  berjalan selama dua hari ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hak anak, peningkatan SDM, juga bisa mengembangkan langkah strategis sesuai dengan pemenuhan hak anak.

“Jadi sudah jelas bahwa bupati sudah berkomitmen dalam mewujudkan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, yaitu mewujudkan Jember sebagai kabupaten layak anak,” jlentrehnya.

Sekda mengajak semua pihak untuk merespon secara baik komitmen bupati tersebut. Pemerintah dan stakeholder harus  menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan untuk nmewujudkan kabupaten layak anak (KLA)

Tahun lalu, lanjut Mirfano, Pemkab Jember telah sukses menyediakan semua syarat yang diperlukan sebagai kabupaten layak anak. Mirfano menyebut ada dua kunci sukses untuk mewujudkannya, yaitu koordinasi dan sinergi.

Koordinasi adalah proses untuk mengintegrasikan dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah.

“Syarat koordinasi yang efektif ada dua, yaitu sistem komunikasi yang baik. Koordinasi efektif adalah adanya umpan balik,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/