alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Pemerintah Apresiasi NU yang Telah Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan

Menko Airlangga: Warga NU Diharapkan Bisa Membantu Ketahanan Pangan

Mobile_AP_Rectangle 1

PALEMBANG, RADARJEMBER.ID- Pada masa pandemi berlangsung, Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan sektor ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden dalam Hari Lahir Nadhlatul Ulama (NU) ke 99 tahun yang digelar di Jakabaring Sport Center, Palembang, Jumat (4/3).

“Presiden sangat perhatian kepada ekonomi kerakyatan. Alhamdulillah harga sawit bagus, harga karet bagus, harga kelapa bagus, dan berbagai komoditas pertanian Alhamdulillah dua tahun terakhir bisa swasembada beras,” tutur Menko Airlangga.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi NU yang telah menggerakkan perekonomian rakyat. “Dan hari ini yang menjadi tema adalah bagaimana membuat petani sejahtera. Oleh karena itu, tadi telah ditandatangaini Memorandum of understanding (MoU) antara PBNU dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS),” tambah Menko Airlangga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam program dana kelapa sawit tersebut, telah disiapkan program replanting sawit yang mana pemerintah memberikan dukungan untuk tahun ini 180.000 hektare dengan bantuan Rp 30 juta rupiah per hektaree, yang artinya naik dari sebelumnya Rp 25 juta rupiah per hektare. Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengarah BPDPKS mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengawal hingga program tersebut terealisasi.

“Dengan MoU tersebut maka PBNU akan menyosialiasikan kepada pekebun dan petani sawit. Dan tentu ini akan dilakukan di seluruh Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah berharap, kata dia, perekonomian kerakyatan dapat terus digalakkan. Dalam hal ini, NU diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan sekaligus mendorong agar warga NU bisa membantu ketahanan pangan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan menyiapkan penanaman berbagai produk mulai dari pertanian, hortikultura, dan kerjasama penanaman padi, jagung, kedelai, yang merupakan komoditas rakyat.

- Advertisement -

PALEMBANG, RADARJEMBER.ID- Pada masa pandemi berlangsung, Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan sektor ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden dalam Hari Lahir Nadhlatul Ulama (NU) ke 99 tahun yang digelar di Jakabaring Sport Center, Palembang, Jumat (4/3).

“Presiden sangat perhatian kepada ekonomi kerakyatan. Alhamdulillah harga sawit bagus, harga karet bagus, harga kelapa bagus, dan berbagai komoditas pertanian Alhamdulillah dua tahun terakhir bisa swasembada beras,” tutur Menko Airlangga.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi NU yang telah menggerakkan perekonomian rakyat. “Dan hari ini yang menjadi tema adalah bagaimana membuat petani sejahtera. Oleh karena itu, tadi telah ditandatangaini Memorandum of understanding (MoU) antara PBNU dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS),” tambah Menko Airlangga.

Dalam program dana kelapa sawit tersebut, telah disiapkan program replanting sawit yang mana pemerintah memberikan dukungan untuk tahun ini 180.000 hektare dengan bantuan Rp 30 juta rupiah per hektaree, yang artinya naik dari sebelumnya Rp 25 juta rupiah per hektare. Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengarah BPDPKS mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengawal hingga program tersebut terealisasi.

“Dengan MoU tersebut maka PBNU akan menyosialiasikan kepada pekebun dan petani sawit. Dan tentu ini akan dilakukan di seluruh Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah berharap, kata dia, perekonomian kerakyatan dapat terus digalakkan. Dalam hal ini, NU diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan sekaligus mendorong agar warga NU bisa membantu ketahanan pangan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan menyiapkan penanaman berbagai produk mulai dari pertanian, hortikultura, dan kerjasama penanaman padi, jagung, kedelai, yang merupakan komoditas rakyat.

PALEMBANG, RADARJEMBER.ID- Pada masa pandemi berlangsung, Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan sektor ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden dalam Hari Lahir Nadhlatul Ulama (NU) ke 99 tahun yang digelar di Jakabaring Sport Center, Palembang, Jumat (4/3).

“Presiden sangat perhatian kepada ekonomi kerakyatan. Alhamdulillah harga sawit bagus, harga karet bagus, harga kelapa bagus, dan berbagai komoditas pertanian Alhamdulillah dua tahun terakhir bisa swasembada beras,” tutur Menko Airlangga.

Menurutnya, pemerintah mengapresiasi NU yang telah menggerakkan perekonomian rakyat. “Dan hari ini yang menjadi tema adalah bagaimana membuat petani sejahtera. Oleh karena itu, tadi telah ditandatangaini Memorandum of understanding (MoU) antara PBNU dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS),” tambah Menko Airlangga.

Dalam program dana kelapa sawit tersebut, telah disiapkan program replanting sawit yang mana pemerintah memberikan dukungan untuk tahun ini 180.000 hektare dengan bantuan Rp 30 juta rupiah per hektaree, yang artinya naik dari sebelumnya Rp 25 juta rupiah per hektare. Menko Airlangga yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengarah BPDPKS mengatakan bahwa pemerintah akan terus mengawal hingga program tersebut terealisasi.

“Dengan MoU tersebut maka PBNU akan menyosialiasikan kepada pekebun dan petani sawit. Dan tentu ini akan dilakukan di seluruh Indonesia,” ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah berharap, kata dia, perekonomian kerakyatan dapat terus digalakkan. Dalam hal ini, NU diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menyosialisasikan sekaligus mendorong agar warga NU bisa membantu ketahanan pangan. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan menyiapkan penanaman berbagai produk mulai dari pertanian, hortikultura, dan kerjasama penanaman padi, jagung, kedelai, yang merupakan komoditas rakyat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/