alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Jadi Tersangka Bareng Anak Buah

Kasus Oplos Pupuk Kades Bangsalsari

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar adanya oknum Kades Bangsalsari Nur Holis yang diduga mengoplos pupuk dan menjualnya tanpa izin, ternyata benar adanya. Pria yang sebelumnya diberitakan berinisial NH itu ditetapkan sebagai tersangka bersama anak buahnya berinisial CC, kemarin (4/3).

Penetapan tersangka Nur Holis dan CC ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.  “Kami telah menetapkan tersangka, yakni pria berinisial NH dan CC. Pria berinisial CC itu salah satu karyawan di perusahaannya NH,” katanya.

Penetapan status tersangka itu setelah kepolisian dari Polres Jember melakukan serangkaian penyelidikan. Lalu, statusnya dinaikkan ke penyidikan dan dilakukan gelar perkara dengan alat bukti yang ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Komang, diduga kuat tersangka sengaja mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar alias ilegal. Modus operandi yang dilakukan tersangka, kata Komang, adalah mengoplos pupuk, lalu mengedarkan atau menjualnya ke konsumen. Namun, dalam perjalanannya, polisi menemukan fakta bahwa pupuk itu tidak berizin.

Dari keterangan yang diambil kepolisian, tersangka memproduksi pupuk itu dengan bahan-bahan yang ditentukan sendiri oleh tersangka dan dicampur dengan sejumlah unsur lainnya. “Kami akan cek ke lab nantinya untuk mengetahui komposisi pupuknya,” kata Komang.

Selain melakukan pendalaman terhadap kandungan pupuk tersebut, polisi juga terus menggali aktivitas pabrik pengolahan pupuk milik tersangka. Sebab, belum diketahui berapa lama pabrik itu telah beroperasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar adanya oknum Kades Bangsalsari Nur Holis yang diduga mengoplos pupuk dan menjualnya tanpa izin, ternyata benar adanya. Pria yang sebelumnya diberitakan berinisial NH itu ditetapkan sebagai tersangka bersama anak buahnya berinisial CC, kemarin (4/3).

Penetapan tersangka Nur Holis dan CC ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.  “Kami telah menetapkan tersangka, yakni pria berinisial NH dan CC. Pria berinisial CC itu salah satu karyawan di perusahaannya NH,” katanya.

Penetapan status tersangka itu setelah kepolisian dari Polres Jember melakukan serangkaian penyelidikan. Lalu, statusnya dinaikkan ke penyidikan dan dilakukan gelar perkara dengan alat bukti yang ada.

Menurut Komang, diduga kuat tersangka sengaja mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar alias ilegal. Modus operandi yang dilakukan tersangka, kata Komang, adalah mengoplos pupuk, lalu mengedarkan atau menjualnya ke konsumen. Namun, dalam perjalanannya, polisi menemukan fakta bahwa pupuk itu tidak berizin.

Dari keterangan yang diambil kepolisian, tersangka memproduksi pupuk itu dengan bahan-bahan yang ditentukan sendiri oleh tersangka dan dicampur dengan sejumlah unsur lainnya. “Kami akan cek ke lab nantinya untuk mengetahui komposisi pupuknya,” kata Komang.

Selain melakukan pendalaman terhadap kandungan pupuk tersebut, polisi juga terus menggali aktivitas pabrik pengolahan pupuk milik tersangka. Sebab, belum diketahui berapa lama pabrik itu telah beroperasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar adanya oknum Kades Bangsalsari Nur Holis yang diduga mengoplos pupuk dan menjualnya tanpa izin, ternyata benar adanya. Pria yang sebelumnya diberitakan berinisial NH itu ditetapkan sebagai tersangka bersama anak buahnya berinisial CC, kemarin (4/3).

Penetapan tersangka Nur Holis dan CC ditegaskan Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.  “Kami telah menetapkan tersangka, yakni pria berinisial NH dan CC. Pria berinisial CC itu salah satu karyawan di perusahaannya NH,” katanya.

Penetapan status tersangka itu setelah kepolisian dari Polres Jember melakukan serangkaian penyelidikan. Lalu, statusnya dinaikkan ke penyidikan dan dilakukan gelar perkara dengan alat bukti yang ada.

Menurut Komang, diduga kuat tersangka sengaja mengedarkan pupuk yang tidak terdaftar alias ilegal. Modus operandi yang dilakukan tersangka, kata Komang, adalah mengoplos pupuk, lalu mengedarkan atau menjualnya ke konsumen. Namun, dalam perjalanannya, polisi menemukan fakta bahwa pupuk itu tidak berizin.

Dari keterangan yang diambil kepolisian, tersangka memproduksi pupuk itu dengan bahan-bahan yang ditentukan sendiri oleh tersangka dan dicampur dengan sejumlah unsur lainnya. “Kami akan cek ke lab nantinya untuk mengetahui komposisi pupuknya,” kata Komang.

Selain melakukan pendalaman terhadap kandungan pupuk tersebut, polisi juga terus menggali aktivitas pabrik pengolahan pupuk milik tersangka. Sebab, belum diketahui berapa lama pabrik itu telah beroperasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/