alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Atap Jebol, Siswa SDN di Kecamatan Kota Jember Ini Belajar di Musala

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesan terpencil dan terletak di atas bukit melekat pada SDN 03 Bintoro, Kecamatan Patrang. Padahal letak sekolah tersebut masih berada di lingkungan kelurahan yang masuk kecamatan kota. Hanya saja lokasinya yang berada di kaki gunung sehingga kesan udik begitu melekat. Apalagi, untuk menuju ke sekolah ini harus melewati jalanan aspal di pinggir persawahan.

SDN Bintoro 03 letaknya berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Sekolah ini memiliki jumlah murid kurang dari seratus anak. Sedangkan jumlah gurunya delapan orang dan seluruhnya perempuan. Di sekolah itu cuma ada satu orang pegawai laki-laki dan setiap hari bertugas sebagai waker atau penjaga sekolah.

Saat Jawa Pos Radar Jember mendatangi sekolah tersebut, terlihat murid kelas II sedang mengikuti aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di musala. Pihak sekolah sengaja mengungsikan mereka belajar ke musala. Bangku dan kursi dipindahkan ke tempat itu agar kegiatan PTM di sekolah itu tidak terganggu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ninuk Andayani Suyata, Kepala SD Negeri Bintoro 03, membenarkan hal tersebut. Nasib sekolah itu sangat memprihatinkan. Tiga ruang kelas tidak dipakai untuk PTM. Sedangkan dua dari tiga kelas itu tidak lagi memiliki plafon karena jebol. Penyebabnya, plafon tidak kuat menahan guncangan gempa bumi, beberapa waktu lalu, dan kayu bangunannya diketahui banyak yang dimakan rayap.

“Jadi, untuk sementara menunggu diperbaiki, siswa kelas dua kami ungsikan ke musala. Ruang kelas dua juga jebol, tapi belum keseluruhan. Tidak seperti ruang kelas sebelah dan sama sekali tidak berplafon. Tinggal terlihat kerangka besi baja ringan. Sekolah tidak mau ambil risiko, takut ada plafon jatuh lagi,” ungkap Ninuk.

Perempuan tersebut belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala SD Negeri Bintoro 03. tentu ia terkejut melihat kondisi bangunan sekolah itu rusak berat. Ketika ia berkeliling melihat sekolah, kusen jendela terlihat keropos tidak kuat menahan serbuan rayap.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesan terpencil dan terletak di atas bukit melekat pada SDN 03 Bintoro, Kecamatan Patrang. Padahal letak sekolah tersebut masih berada di lingkungan kelurahan yang masuk kecamatan kota. Hanya saja lokasinya yang berada di kaki gunung sehingga kesan udik begitu melekat. Apalagi, untuk menuju ke sekolah ini harus melewati jalanan aspal di pinggir persawahan.

SDN Bintoro 03 letaknya berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Sekolah ini memiliki jumlah murid kurang dari seratus anak. Sedangkan jumlah gurunya delapan orang dan seluruhnya perempuan. Di sekolah itu cuma ada satu orang pegawai laki-laki dan setiap hari bertugas sebagai waker atau penjaga sekolah.

Saat Jawa Pos Radar Jember mendatangi sekolah tersebut, terlihat murid kelas II sedang mengikuti aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di musala. Pihak sekolah sengaja mengungsikan mereka belajar ke musala. Bangku dan kursi dipindahkan ke tempat itu agar kegiatan PTM di sekolah itu tidak terganggu.

Ninuk Andayani Suyata, Kepala SD Negeri Bintoro 03, membenarkan hal tersebut. Nasib sekolah itu sangat memprihatinkan. Tiga ruang kelas tidak dipakai untuk PTM. Sedangkan dua dari tiga kelas itu tidak lagi memiliki plafon karena jebol. Penyebabnya, plafon tidak kuat menahan guncangan gempa bumi, beberapa waktu lalu, dan kayu bangunannya diketahui banyak yang dimakan rayap.

“Jadi, untuk sementara menunggu diperbaiki, siswa kelas dua kami ungsikan ke musala. Ruang kelas dua juga jebol, tapi belum keseluruhan. Tidak seperti ruang kelas sebelah dan sama sekali tidak berplafon. Tinggal terlihat kerangka besi baja ringan. Sekolah tidak mau ambil risiko, takut ada plafon jatuh lagi,” ungkap Ninuk.

Perempuan tersebut belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala SD Negeri Bintoro 03. tentu ia terkejut melihat kondisi bangunan sekolah itu rusak berat. Ketika ia berkeliling melihat sekolah, kusen jendela terlihat keropos tidak kuat menahan serbuan rayap.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesan terpencil dan terletak di atas bukit melekat pada SDN 03 Bintoro, Kecamatan Patrang. Padahal letak sekolah tersebut masih berada di lingkungan kelurahan yang masuk kecamatan kota. Hanya saja lokasinya yang berada di kaki gunung sehingga kesan udik begitu melekat. Apalagi, untuk menuju ke sekolah ini harus melewati jalanan aspal di pinggir persawahan.

SDN Bintoro 03 letaknya berada di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Sekolah ini memiliki jumlah murid kurang dari seratus anak. Sedangkan jumlah gurunya delapan orang dan seluruhnya perempuan. Di sekolah itu cuma ada satu orang pegawai laki-laki dan setiap hari bertugas sebagai waker atau penjaga sekolah.

Saat Jawa Pos Radar Jember mendatangi sekolah tersebut, terlihat murid kelas II sedang mengikuti aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di musala. Pihak sekolah sengaja mengungsikan mereka belajar ke musala. Bangku dan kursi dipindahkan ke tempat itu agar kegiatan PTM di sekolah itu tidak terganggu.

Ninuk Andayani Suyata, Kepala SD Negeri Bintoro 03, membenarkan hal tersebut. Nasib sekolah itu sangat memprihatinkan. Tiga ruang kelas tidak dipakai untuk PTM. Sedangkan dua dari tiga kelas itu tidak lagi memiliki plafon karena jebol. Penyebabnya, plafon tidak kuat menahan guncangan gempa bumi, beberapa waktu lalu, dan kayu bangunannya diketahui banyak yang dimakan rayap.

“Jadi, untuk sementara menunggu diperbaiki, siswa kelas dua kami ungsikan ke musala. Ruang kelas dua juga jebol, tapi belum keseluruhan. Tidak seperti ruang kelas sebelah dan sama sekali tidak berplafon. Tinggal terlihat kerangka besi baja ringan. Sekolah tidak mau ambil risiko, takut ada plafon jatuh lagi,” ungkap Ninuk.

Perempuan tersebut belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala SD Negeri Bintoro 03. tentu ia terkejut melihat kondisi bangunan sekolah itu rusak berat. Ketika ia berkeliling melihat sekolah, kusen jendela terlihat keropos tidak kuat menahan serbuan rayap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/