alexametrics
23.9 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Syarat Tidak Lengkap, Izin Belum Diproses

Rencana Pembangunan RS Bina Sehat Tujuh Lantai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan parkir tujuh lantai di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) dibedah di gedung dewan, kemarin (4/3). Diketahui, izin pembangunan belum diterbitkan. Penyebabnya, syarat-syarat pembangunan belum lengkap.

Rapat membahas rencana pembangunan parkir RSBS ini dilakukan di ruang Komisi B DPRD Jember. Saat itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) M. Syafi’i datang bersama sejumlah pejabat.

Ketua Komisi B Siswono menanyakan perihal persyaratan pembangunan parkir RSBS, apakah sudah selesai digarap atau tidak. Sebab, pembangunan tersebut telah ditolak oleh sejumlah warga. “Termasuk izin amdal (analisis dampak lingkungan, Red) dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi apakah sudah selesai. Ini penting agar semuanya jelas,” kata Siswono, membuka rapat disebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Syafi’i menyampaikan, dinas belum memproses izin pembangunan parkir RSBS. “Karena belum lengkap, kami belum memproses masalah perizinannya, meski sebelumnya kami telah menerima pengajuan persyaratan perizinan yang disetujui oleh camat dan lurah,” kata Syafi’i.

Karena adanya penolakan warga serta belum selesainya sejumlah syarat pembangunan, maka PTSP belum dapat menerbitkan izin tersebut. “Tidak akan menerbitkan izin yang dimohon sebelum semua persyaratannya dipenuhi,” tegasnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi B Siswono menyampaikan adanya keanehan yang terjadi. Menurutnya, munculnya insiden penolakan justru berbanding terbalik dengan pengajuan yang disetujui lurah dan camat. “Ini aneh, banyak warga sekitar tidak setuju, malah lurah dan camat menyetujui. Harusnya lurah dan camat mendengar aspirasi warga,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan parkir tujuh lantai di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) dibedah di gedung dewan, kemarin (4/3). Diketahui, izin pembangunan belum diterbitkan. Penyebabnya, syarat-syarat pembangunan belum lengkap.

Rapat membahas rencana pembangunan parkir RSBS ini dilakukan di ruang Komisi B DPRD Jember. Saat itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) M. Syafi’i datang bersama sejumlah pejabat.

Ketua Komisi B Siswono menanyakan perihal persyaratan pembangunan parkir RSBS, apakah sudah selesai digarap atau tidak. Sebab, pembangunan tersebut telah ditolak oleh sejumlah warga. “Termasuk izin amdal (analisis dampak lingkungan, Red) dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi apakah sudah selesai. Ini penting agar semuanya jelas,” kata Siswono, membuka rapat disebut.

Syafi’i menyampaikan, dinas belum memproses izin pembangunan parkir RSBS. “Karena belum lengkap, kami belum memproses masalah perizinannya, meski sebelumnya kami telah menerima pengajuan persyaratan perizinan yang disetujui oleh camat dan lurah,” kata Syafi’i.

Karena adanya penolakan warga serta belum selesainya sejumlah syarat pembangunan, maka PTSP belum dapat menerbitkan izin tersebut. “Tidak akan menerbitkan izin yang dimohon sebelum semua persyaratannya dipenuhi,” tegasnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi B Siswono menyampaikan adanya keanehan yang terjadi. Menurutnya, munculnya insiden penolakan justru berbanding terbalik dengan pengajuan yang disetujui lurah dan camat. “Ini aneh, banyak warga sekitar tidak setuju, malah lurah dan camat menyetujui. Harusnya lurah dan camat mendengar aspirasi warga,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rencana pembangunan parkir tujuh lantai di Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) dibedah di gedung dewan, kemarin (4/3). Diketahui, izin pembangunan belum diterbitkan. Penyebabnya, syarat-syarat pembangunan belum lengkap.

Rapat membahas rencana pembangunan parkir RSBS ini dilakukan di ruang Komisi B DPRD Jember. Saat itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) M. Syafi’i datang bersama sejumlah pejabat.

Ketua Komisi B Siswono menanyakan perihal persyaratan pembangunan parkir RSBS, apakah sudah selesai digarap atau tidak. Sebab, pembangunan tersebut telah ditolak oleh sejumlah warga. “Termasuk izin amdal (analisis dampak lingkungan, Red) dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi apakah sudah selesai. Ini penting agar semuanya jelas,” kata Siswono, membuka rapat disebut.

Syafi’i menyampaikan, dinas belum memproses izin pembangunan parkir RSBS. “Karena belum lengkap, kami belum memproses masalah perizinannya, meski sebelumnya kami telah menerima pengajuan persyaratan perizinan yang disetujui oleh camat dan lurah,” kata Syafi’i.

Karena adanya penolakan warga serta belum selesainya sejumlah syarat pembangunan, maka PTSP belum dapat menerbitkan izin tersebut. “Tidak akan menerbitkan izin yang dimohon sebelum semua persyaratannya dipenuhi,” tegasnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi B Siswono menyampaikan adanya keanehan yang terjadi. Menurutnya, munculnya insiden penolakan justru berbanding terbalik dengan pengajuan yang disetujui lurah dan camat. “Ini aneh, banyak warga sekitar tidak setuju, malah lurah dan camat menyetujui. Harusnya lurah dan camat mendengar aspirasi warga,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/