alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Warga Menghias Kampung Jompo

Berharap Jadi Lokasi Wisata Baru 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember, terutama warga sekitar Jompo, beberapa hari ini dihebohkan dengan robohnya sembilan rumah toko (ruko). Rupanya kejadian tersebut seolah menjadi wisata baru. Sebab, banyak warga yang mengerumuni lokasi kejadian. Nah, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian, ada pemandangan unik yang dibuat warga. Mereka menyulap dinding-dinding sekitar kampung menjadi spot foto.

“Pengecatan dinding ini dilaksanakan untuk tiga RW,” tutur Alianto. Yakni, RW 22, RW 23, dan RW 24 di Kelurahan Jember Kidul. Pria yang menjadi Ketua RT 02 tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan ini belum selesai. Sebab, masih banyak dinding yang belum dipulas. “Ini sudah minggu kedua. Rencananya, kami akan menyelesaikan pengerjaan ini selama dua bulan. Jadi, kurang enam minggu lagi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, para warga mengecat rumah masing-masing pada hari Minggu. “Kalau hari minggu kan banyak yang libur, jadi bisa ramai-ramai mengecat tembok rumah,” ujarnya. Dia menyatakan, warga antusias dengan kegiatan itu. Hartono misalnya, salah satu warga RT 02, RW 23, tersebut mengaku senang dengan kegiatan hias kampung ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Soalnya ini merekatkan tali persaudaraan sesama warga saat memulas tembok kampung bareng-bareng,” ucapnya. Pria 61 tahun tersebut memaparkan, kondisi kampung menjadi tidak kumuh setelah diberi warna yang beragam.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember, terutama warga sekitar Jompo, beberapa hari ini dihebohkan dengan robohnya sembilan rumah toko (ruko). Rupanya kejadian tersebut seolah menjadi wisata baru. Sebab, banyak warga yang mengerumuni lokasi kejadian. Nah, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian, ada pemandangan unik yang dibuat warga. Mereka menyulap dinding-dinding sekitar kampung menjadi spot foto.

“Pengecatan dinding ini dilaksanakan untuk tiga RW,” tutur Alianto. Yakni, RW 22, RW 23, dan RW 24 di Kelurahan Jember Kidul. Pria yang menjadi Ketua RT 02 tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan ini belum selesai. Sebab, masih banyak dinding yang belum dipulas. “Ini sudah minggu kedua. Rencananya, kami akan menyelesaikan pengerjaan ini selama dua bulan. Jadi, kurang enam minggu lagi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, para warga mengecat rumah masing-masing pada hari Minggu. “Kalau hari minggu kan banyak yang libur, jadi bisa ramai-ramai mengecat tembok rumah,” ujarnya. Dia menyatakan, warga antusias dengan kegiatan itu. Hartono misalnya, salah satu warga RT 02, RW 23, tersebut mengaku senang dengan kegiatan hias kampung ini.

“Soalnya ini merekatkan tali persaudaraan sesama warga saat memulas tembok kampung bareng-bareng,” ucapnya. Pria 61 tahun tersebut memaparkan, kondisi kampung menjadi tidak kumuh setelah diberi warna yang beragam.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Jember, terutama warga sekitar Jompo, beberapa hari ini dihebohkan dengan robohnya sembilan rumah toko (ruko). Rupanya kejadian tersebut seolah menjadi wisata baru. Sebab, banyak warga yang mengerumuni lokasi kejadian. Nah, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian, ada pemandangan unik yang dibuat warga. Mereka menyulap dinding-dinding sekitar kampung menjadi spot foto.

“Pengecatan dinding ini dilaksanakan untuk tiga RW,” tutur Alianto. Yakni, RW 22, RW 23, dan RW 24 di Kelurahan Jember Kidul. Pria yang menjadi Ketua RT 02 tersebut menjelaskan bahwa pekerjaan ini belum selesai. Sebab, masih banyak dinding yang belum dipulas. “Ini sudah minggu kedua. Rencananya, kami akan menyelesaikan pengerjaan ini selama dua bulan. Jadi, kurang enam minggu lagi,” ungkapnya.

Dia menuturkan, para warga mengecat rumah masing-masing pada hari Minggu. “Kalau hari minggu kan banyak yang libur, jadi bisa ramai-ramai mengecat tembok rumah,” ujarnya. Dia menyatakan, warga antusias dengan kegiatan itu. Hartono misalnya, salah satu warga RT 02, RW 23, tersebut mengaku senang dengan kegiatan hias kampung ini.

“Soalnya ini merekatkan tali persaudaraan sesama warga saat memulas tembok kampung bareng-bareng,” ucapnya. Pria 61 tahun tersebut memaparkan, kondisi kampung menjadi tidak kumuh setelah diberi warna yang beragam.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/