alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Temukan Proyek 1,1 M “Mencurigakan” Milik Dinas Jember

Proyek Belum Selesai tapi Sudah Diserahterimakan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBE RPINANG, Radar Jember – Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebuah proyek pengeringan tembakau milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, kemarin (4/1). Sidak itu berlangsung pada Kelompok Tani (Poktan) Sinar Tani di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.

Hasil sidak itu, Komisi B mengendus aroma ketidakberesan atas proyek milik DTPHP Jember tersebut. Proyek itu tersebar di 13 poktan pada dua kecamatan berbeda. Delapan poktan di Kecamatan Sumbersari dan lima poktan di Kecamatan Pakusari.

Dari 13 poktan tersebut, masing-masing ada delapan sampai sembilan unit alat pengering tembakau (curing tunnel) dengan nilai Rp 80-90 juta per unit. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 1,1 miliar per kelompok. Namun, dalam sidak kemarin, anggota dewan baru menemukan satu unit yang pengerjaannya selesai 80 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara, sisanya masih berupa tumpukan besi-besi dan batu cor yang belum terpasang. Barang-barang itu tergeletak di salah satu rumah warga. “Proyek itu kabarnya dinyatakan selesai dan telah serah terima, tapi kok hanya seperti ini jadinya,” gerutu Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember, saat sidak beserta anggota dan muspika.

Dugaan pengerjaan asal-asalan itu disayangkan. Sebab, jika peruntukannya menyasar petani tembakau, kenapa hanya di dua kecamatan tersebut. Padahal ada cukup banyak petani tembakau di Jember. Selain itu, Komisi B juga mengendus adanya kongkalikong antara DTPHP dengan pihak ketiga atau kontraktor pelaksana.

Hal itu terlihat dari pengerjaan proyek yang terkesan grusah-grusuh menjelang akhir tahun. Dirinya juga mendapati info bahwa proyek itu sudah dilakukan serah terima dan dinyatakan selesai. Namun, fakta di lapangan justru sebaliknya. Ditengarai hanya terealisasi 10 persen di tiap poktan.

- Advertisement -

SUMBE RPINANG, Radar Jember – Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebuah proyek pengeringan tembakau milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, kemarin (4/1). Sidak itu berlangsung pada Kelompok Tani (Poktan) Sinar Tani di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.

Hasil sidak itu, Komisi B mengendus aroma ketidakberesan atas proyek milik DTPHP Jember tersebut. Proyek itu tersebar di 13 poktan pada dua kecamatan berbeda. Delapan poktan di Kecamatan Sumbersari dan lima poktan di Kecamatan Pakusari.

Dari 13 poktan tersebut, masing-masing ada delapan sampai sembilan unit alat pengering tembakau (curing tunnel) dengan nilai Rp 80-90 juta per unit. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 1,1 miliar per kelompok. Namun, dalam sidak kemarin, anggota dewan baru menemukan satu unit yang pengerjaannya selesai 80 persen.

Sementara, sisanya masih berupa tumpukan besi-besi dan batu cor yang belum terpasang. Barang-barang itu tergeletak di salah satu rumah warga. “Proyek itu kabarnya dinyatakan selesai dan telah serah terima, tapi kok hanya seperti ini jadinya,” gerutu Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember, saat sidak beserta anggota dan muspika.

Dugaan pengerjaan asal-asalan itu disayangkan. Sebab, jika peruntukannya menyasar petani tembakau, kenapa hanya di dua kecamatan tersebut. Padahal ada cukup banyak petani tembakau di Jember. Selain itu, Komisi B juga mengendus adanya kongkalikong antara DTPHP dengan pihak ketiga atau kontraktor pelaksana.

Hal itu terlihat dari pengerjaan proyek yang terkesan grusah-grusuh menjelang akhir tahun. Dirinya juga mendapati info bahwa proyek itu sudah dilakukan serah terima dan dinyatakan selesai. Namun, fakta di lapangan justru sebaliknya. Ditengarai hanya terealisasi 10 persen di tiap poktan.

SUMBE RPINANG, Radar Jember – Komisi B DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) sebuah proyek pengeringan tembakau milik Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, kemarin (4/1). Sidak itu berlangsung pada Kelompok Tani (Poktan) Sinar Tani di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari.

Hasil sidak itu, Komisi B mengendus aroma ketidakberesan atas proyek milik DTPHP Jember tersebut. Proyek itu tersebar di 13 poktan pada dua kecamatan berbeda. Delapan poktan di Kecamatan Sumbersari dan lima poktan di Kecamatan Pakusari.

Dari 13 poktan tersebut, masing-masing ada delapan sampai sembilan unit alat pengering tembakau (curing tunnel) dengan nilai Rp 80-90 juta per unit. Sehingga total keseluruhan mencapai Rp 1,1 miliar per kelompok. Namun, dalam sidak kemarin, anggota dewan baru menemukan satu unit yang pengerjaannya selesai 80 persen.

Sementara, sisanya masih berupa tumpukan besi-besi dan batu cor yang belum terpasang. Barang-barang itu tergeletak di salah satu rumah warga. “Proyek itu kabarnya dinyatakan selesai dan telah serah terima, tapi kok hanya seperti ini jadinya,” gerutu Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember, saat sidak beserta anggota dan muspika.

Dugaan pengerjaan asal-asalan itu disayangkan. Sebab, jika peruntukannya menyasar petani tembakau, kenapa hanya di dua kecamatan tersebut. Padahal ada cukup banyak petani tembakau di Jember. Selain itu, Komisi B juga mengendus adanya kongkalikong antara DTPHP dengan pihak ketiga atau kontraktor pelaksana.

Hal itu terlihat dari pengerjaan proyek yang terkesan grusah-grusuh menjelang akhir tahun. Dirinya juga mendapati info bahwa proyek itu sudah dilakukan serah terima dan dinyatakan selesai. Namun, fakta di lapangan justru sebaliknya. Ditengarai hanya terealisasi 10 persen di tiap poktan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/