alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

RTH Balung dan Mangli Kini Hanya Dibangun Tanpa Dirawat

Fasilitas Toilet di RTH Malah Tidak Berfungsi hingga Lampu Sorot Menghilang

Mobile_AP_Rectangle 1

BALUNG LOR, Radar Jember – Pohon-pohon di salah satu fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Balung terlihat rimbun. Cukup untuk menahan teriknya matahari kala siang hari. Kala itu, orang-orang datang silih berganti. Sebagian dari mereka duduk di antara kursi-kursi yang beberapa di antaranya tak dilengkapi meja.

Pengunjung sepertinya cukup menikmati. Mereka ada yang sekadar nongkrong bareng keluarga atau sekadar foto-foto. Ada pula anak-anak yang bermain di peluncuran yang berlubang, jungkir balik tanpa pegangan, atau main ayunan yang besinya telah berkarat. “Kalau siang nongkrong di sini. Lainnya panas, tidak ada pohon-pohonnya,” kata Ahmad Taufik, pengunjung asal Desa Karangduren, Kecamatan Balung.

Di sudut lain dari RTH ini, tidak ada rerimbun hijau lagi. Ada tempat duduk di sisi utara, namun kondisinya gersang. Dan lagi, kursi serta mejanya rusak. Bahkan ada yang hilang. Otomatis, jika siang hari, hanya fasilitas di sisi selatan itu yang bisa dinikmati warga di RTH tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika pada malam hari, RTH ini lebih banyak lagi pengunjungnya. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) hampir ditemui di setiap sudut RTH. Tak heran, malam hari menjadi waktu yang padat untuk taman rakyat ini dikunjungi. Meski kadang harus gelap-gelapan karena banyak lampu RTH yang rusak dan hilang.

Soal toilet, meski toilet di RTH tersebut tidak berfungsi, namun warga setempat menyiapkan toilet umum dengan tarif Rp 2.000 sekali hajat. Selain menyediakan toilet umum, warga juga ada yang berjaga untuk parkiran. “Malam pasti ramai. Jadi, warga sini juga menyediakan parkiran dan toilet,” kata Mujib, warga setempat.

- Advertisement -

BALUNG LOR, Radar Jember – Pohon-pohon di salah satu fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Balung terlihat rimbun. Cukup untuk menahan teriknya matahari kala siang hari. Kala itu, orang-orang datang silih berganti. Sebagian dari mereka duduk di antara kursi-kursi yang beberapa di antaranya tak dilengkapi meja.

Pengunjung sepertinya cukup menikmati. Mereka ada yang sekadar nongkrong bareng keluarga atau sekadar foto-foto. Ada pula anak-anak yang bermain di peluncuran yang berlubang, jungkir balik tanpa pegangan, atau main ayunan yang besinya telah berkarat. “Kalau siang nongkrong di sini. Lainnya panas, tidak ada pohon-pohonnya,” kata Ahmad Taufik, pengunjung asal Desa Karangduren, Kecamatan Balung.

Di sudut lain dari RTH ini, tidak ada rerimbun hijau lagi. Ada tempat duduk di sisi utara, namun kondisinya gersang. Dan lagi, kursi serta mejanya rusak. Bahkan ada yang hilang. Otomatis, jika siang hari, hanya fasilitas di sisi selatan itu yang bisa dinikmati warga di RTH tersebut.

Jika pada malam hari, RTH ini lebih banyak lagi pengunjungnya. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) hampir ditemui di setiap sudut RTH. Tak heran, malam hari menjadi waktu yang padat untuk taman rakyat ini dikunjungi. Meski kadang harus gelap-gelapan karena banyak lampu RTH yang rusak dan hilang.

Soal toilet, meski toilet di RTH tersebut tidak berfungsi, namun warga setempat menyiapkan toilet umum dengan tarif Rp 2.000 sekali hajat. Selain menyediakan toilet umum, warga juga ada yang berjaga untuk parkiran. “Malam pasti ramai. Jadi, warga sini juga menyediakan parkiran dan toilet,” kata Mujib, warga setempat.

BALUNG LOR, Radar Jember – Pohon-pohon di salah satu fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Balung terlihat rimbun. Cukup untuk menahan teriknya matahari kala siang hari. Kala itu, orang-orang datang silih berganti. Sebagian dari mereka duduk di antara kursi-kursi yang beberapa di antaranya tak dilengkapi meja.

Pengunjung sepertinya cukup menikmati. Mereka ada yang sekadar nongkrong bareng keluarga atau sekadar foto-foto. Ada pula anak-anak yang bermain di peluncuran yang berlubang, jungkir balik tanpa pegangan, atau main ayunan yang besinya telah berkarat. “Kalau siang nongkrong di sini. Lainnya panas, tidak ada pohon-pohonnya,” kata Ahmad Taufik, pengunjung asal Desa Karangduren, Kecamatan Balung.

Di sudut lain dari RTH ini, tidak ada rerimbun hijau lagi. Ada tempat duduk di sisi utara, namun kondisinya gersang. Dan lagi, kursi serta mejanya rusak. Bahkan ada yang hilang. Otomatis, jika siang hari, hanya fasilitas di sisi selatan itu yang bisa dinikmati warga di RTH tersebut.

Jika pada malam hari, RTH ini lebih banyak lagi pengunjungnya. Puluhan pedagang kaki lima (PKL) hampir ditemui di setiap sudut RTH. Tak heran, malam hari menjadi waktu yang padat untuk taman rakyat ini dikunjungi. Meski kadang harus gelap-gelapan karena banyak lampu RTH yang rusak dan hilang.

Soal toilet, meski toilet di RTH tersebut tidak berfungsi, namun warga setempat menyiapkan toilet umum dengan tarif Rp 2.000 sekali hajat. Selain menyediakan toilet umum, warga juga ada yang berjaga untuk parkiran. “Malam pasti ramai. Jadi, warga sini juga menyediakan parkiran dan toilet,” kata Mujib, warga setempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/