alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kisah Hermin, Alumnus SMP Balung Jadi Pengajar Sekaligus Penulis

Terbitkan Buku Pribadi hingga Antologi, Siap Bantu Apa pun Soal Literasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai jenis buku itu tertata rapi di sebuah rak di rumah Hermin Agustini, Jalan PB Sudirman, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung. Sepintas, rak itu mirip perpustakaan mini. Ada novel, antologi, dan beberapa jenis buku lainnya. Buku-buku tersebut juga seolah menjadi saksi perjalanan Hermin, perempuan yang merupakan guru di SMP Negeri 1 Balung.

Ibu satu anak tersebut memang dikenal sebagai penulis. Selebihnya, dia dikenal sebagai guru atau pengajar. Sejak muda, perempuan kelahiran Bondowoso, 31 Agustus 1972 tersebut telah menaruh perhatian cukup mendalam terhadap buku. Tak heran, begitu masuk ke rumahnya, langsung disambut dengan berbagai jenis buku. “Itu rak buatan suami saya. Dan buku-buku itulah barang berharga saya,” aku Hermin.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ibu 50 tahun ini mengaku mulai menulis buku baru beberapa tahun terakhir. Buku pertamanya berjudul Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku yang terbit bulan Oktober 2019. Buku kedua berjudul Purnama di Beranda Dapur menyusul kemudian pada Februari 2020. Sedangkan Kulihat Rinduku adalah karya ketiganya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain buku-buku karya solo, dia juga bekerja sama dengan penulis Nusantara dalam beberapa buku antologi. Seperti Tasbih Senandung Rindu, Semesta Mayapada, Dari Pleidoi hingga Ajal Menjemput, Catatan Kala Pandemi, The Power of Kepekso, Rinduku Membahana, dan beberapa judul buka lainnya.

Hermin mengaku sulit jauh dari buku ataupun kegiatan yang berkaitan dengan buku dan tulis-menulis. Bahkan, dia berkomitmen selalu ada dan berkawan dengan buku yang dianggapnya sebagai barang termewah itu. “Malam ini saja (kemarin, Red) saya sedang mengikuti launching buku bersama kiai di Ponpes Asy-Syifa Sumberjambe,” kata guru Bahasa Inggris ini. “Apa pun yang judulnya geliat literasi, saya siap membantu,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai jenis buku itu tertata rapi di sebuah rak di rumah Hermin Agustini, Jalan PB Sudirman, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung. Sepintas, rak itu mirip perpustakaan mini. Ada novel, antologi, dan beberapa jenis buku lainnya. Buku-buku tersebut juga seolah menjadi saksi perjalanan Hermin, perempuan yang merupakan guru di SMP Negeri 1 Balung.

Ibu satu anak tersebut memang dikenal sebagai penulis. Selebihnya, dia dikenal sebagai guru atau pengajar. Sejak muda, perempuan kelahiran Bondowoso, 31 Agustus 1972 tersebut telah menaruh perhatian cukup mendalam terhadap buku. Tak heran, begitu masuk ke rumahnya, langsung disambut dengan berbagai jenis buku. “Itu rak buatan suami saya. Dan buku-buku itulah barang berharga saya,” aku Hermin.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ibu 50 tahun ini mengaku mulai menulis buku baru beberapa tahun terakhir. Buku pertamanya berjudul Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku yang terbit bulan Oktober 2019. Buku kedua berjudul Purnama di Beranda Dapur menyusul kemudian pada Februari 2020. Sedangkan Kulihat Rinduku adalah karya ketiganya.

Selain buku-buku karya solo, dia juga bekerja sama dengan penulis Nusantara dalam beberapa buku antologi. Seperti Tasbih Senandung Rindu, Semesta Mayapada, Dari Pleidoi hingga Ajal Menjemput, Catatan Kala Pandemi, The Power of Kepekso, Rinduku Membahana, dan beberapa judul buka lainnya.

Hermin mengaku sulit jauh dari buku ataupun kegiatan yang berkaitan dengan buku dan tulis-menulis. Bahkan, dia berkomitmen selalu ada dan berkawan dengan buku yang dianggapnya sebagai barang termewah itu. “Malam ini saja (kemarin, Red) saya sedang mengikuti launching buku bersama kiai di Ponpes Asy-Syifa Sumberjambe,” kata guru Bahasa Inggris ini. “Apa pun yang judulnya geliat literasi, saya siap membantu,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbagai jenis buku itu tertata rapi di sebuah rak di rumah Hermin Agustini, Jalan PB Sudirman, Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung. Sepintas, rak itu mirip perpustakaan mini. Ada novel, antologi, dan beberapa jenis buku lainnya. Buku-buku tersebut juga seolah menjadi saksi perjalanan Hermin, perempuan yang merupakan guru di SMP Negeri 1 Balung.

Ibu satu anak tersebut memang dikenal sebagai penulis. Selebihnya, dia dikenal sebagai guru atau pengajar. Sejak muda, perempuan kelahiran Bondowoso, 31 Agustus 1972 tersebut telah menaruh perhatian cukup mendalam terhadap buku. Tak heran, begitu masuk ke rumahnya, langsung disambut dengan berbagai jenis buku. “Itu rak buatan suami saya. Dan buku-buku itulah barang berharga saya,” aku Hermin.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, ibu 50 tahun ini mengaku mulai menulis buku baru beberapa tahun terakhir. Buku pertamanya berjudul Nak, Duduklah Sebentar Bersamaku yang terbit bulan Oktober 2019. Buku kedua berjudul Purnama di Beranda Dapur menyusul kemudian pada Februari 2020. Sedangkan Kulihat Rinduku adalah karya ketiganya.

Selain buku-buku karya solo, dia juga bekerja sama dengan penulis Nusantara dalam beberapa buku antologi. Seperti Tasbih Senandung Rindu, Semesta Mayapada, Dari Pleidoi hingga Ajal Menjemput, Catatan Kala Pandemi, The Power of Kepekso, Rinduku Membahana, dan beberapa judul buka lainnya.

Hermin mengaku sulit jauh dari buku ataupun kegiatan yang berkaitan dengan buku dan tulis-menulis. Bahkan, dia berkomitmen selalu ada dan berkawan dengan buku yang dianggapnya sebagai barang termewah itu. “Malam ini saja (kemarin, Red) saya sedang mengikuti launching buku bersama kiai di Ponpes Asy-Syifa Sumberjambe,” kata guru Bahasa Inggris ini. “Apa pun yang judulnya geliat literasi, saya siap membantu,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/