alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Jadi Trend, Pertanian Modern Lebih Diminati Milenial

Mobile_AP_Rectangle 1

Kehadiran petani milenial, lanjut dia, sangat dibutuhkan untuk mengolah komoditas Kabupaten Jember. Selain itu, petani muda tersebut bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk lebih memajukan sektor pertanian di daerah.

Sementara itu, Ketua PC Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Kencong Hendro Saputro membenarkan bila saat ini kaum milenial di Kabupaten Jember mulai tertarik menggeluti pertanian. Bahkan ada julukan khusus, yakni petani berdasi.

“Di Kabupaten Jember kini tercatat hampir seribu orang petani berusia muda. Berlatar belakang pendidikan mulai SMA sampai sarjana. Tentu jumlah petani milenial ini terus bertambah, sehingga tidak bakal terjadi kekosongan petani,” kata Hendro. (sto/c2/lin)

- Advertisement -

Kehadiran petani milenial, lanjut dia, sangat dibutuhkan untuk mengolah komoditas Kabupaten Jember. Selain itu, petani muda tersebut bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk lebih memajukan sektor pertanian di daerah.

Sementara itu, Ketua PC Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Kencong Hendro Saputro membenarkan bila saat ini kaum milenial di Kabupaten Jember mulai tertarik menggeluti pertanian. Bahkan ada julukan khusus, yakni petani berdasi.

“Di Kabupaten Jember kini tercatat hampir seribu orang petani berusia muda. Berlatar belakang pendidikan mulai SMA sampai sarjana. Tentu jumlah petani milenial ini terus bertambah, sehingga tidak bakal terjadi kekosongan petani,” kata Hendro. (sto/c2/lin)

Kehadiran petani milenial, lanjut dia, sangat dibutuhkan untuk mengolah komoditas Kabupaten Jember. Selain itu, petani muda tersebut bisa memberikan kontribusi pemikiran untuk lebih memajukan sektor pertanian di daerah.

Sementara itu, Ketua PC Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU Kencong Hendro Saputro membenarkan bila saat ini kaum milenial di Kabupaten Jember mulai tertarik menggeluti pertanian. Bahkan ada julukan khusus, yakni petani berdasi.

“Di Kabupaten Jember kini tercatat hampir seribu orang petani berusia muda. Berlatar belakang pendidikan mulai SMA sampai sarjana. Tentu jumlah petani milenial ini terus bertambah, sehingga tidak bakal terjadi kekosongan petani,” kata Hendro. (sto/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/