alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Tomat dan Cabai Rawit Sumbang Inflasi Tertinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Yufi Rahmani, 23, pedagang kelontong di Pasar Tanjung, sempat dibuat bingung saat menjelang pergantian tahun lalu. Itu karena harga tomat anjlok di tingkat petani. Efeknya, dia pun ikut menurunkan harga tomat yang dia jual. Namun, saat ini fluktuasi harga komoditas tersebut sudah mulai normal. Harga tomat buah saat ini Rp 12 ribu per kilogram. Sementara harga tomat sayur yang ukurannya lebih kecil Rp 10 ribu per kilogram.

Dia menjelaskan, harga tomat pada awal tahun ini menunjukan penurunan bila dibandingkan periode akhir tahun November sampai Desember lalu. “Dulu itu harga tomat sayur di petani saja Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan dijual harganya Rp 13 ribu per kilogram,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pada awal korona, lanjut dia, harga tomat sangat jatuh. “Awal korona itu per kilogram Rp 2-3 ribu,” jelasnya. Bahkan, di pasaran harga tomat per kilogram Rp 5 ribu, bisa dikatakan tidak baik untuk petani. “Kalau harga jatuh, petani sampai tidak mau panen,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai pedagang, bagi Yufi tentu saja lebih baik harga tomat di kisaran Rp 10 ribu daripada anjlok di bawah Rp 5 ribu per kilogram. Sebab, bila harga jatuh, berpengaruh pada stok yang terlalu berlebihan. “Kalau harga terlalu murah dan mulai kembali stabil, dampaknya konsumen bertanya harganya naik. Kadang-kadang pedagang yang jadi sasaran dan dikira menaikkan harga,” ujar Yufi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Yufi Rahmani, 23, pedagang kelontong di Pasar Tanjung, sempat dibuat bingung saat menjelang pergantian tahun lalu. Itu karena harga tomat anjlok di tingkat petani. Efeknya, dia pun ikut menurunkan harga tomat yang dia jual. Namun, saat ini fluktuasi harga komoditas tersebut sudah mulai normal. Harga tomat buah saat ini Rp 12 ribu per kilogram. Sementara harga tomat sayur yang ukurannya lebih kecil Rp 10 ribu per kilogram.

Dia menjelaskan, harga tomat pada awal tahun ini menunjukan penurunan bila dibandingkan periode akhir tahun November sampai Desember lalu. “Dulu itu harga tomat sayur di petani saja Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan dijual harganya Rp 13 ribu per kilogram,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pada awal korona, lanjut dia, harga tomat sangat jatuh. “Awal korona itu per kilogram Rp 2-3 ribu,” jelasnya. Bahkan, di pasaran harga tomat per kilogram Rp 5 ribu, bisa dikatakan tidak baik untuk petani. “Kalau harga jatuh, petani sampai tidak mau panen,” jelasnya.

Sebagai pedagang, bagi Yufi tentu saja lebih baik harga tomat di kisaran Rp 10 ribu daripada anjlok di bawah Rp 5 ribu per kilogram. Sebab, bila harga jatuh, berpengaruh pada stok yang terlalu berlebihan. “Kalau harga terlalu murah dan mulai kembali stabil, dampaknya konsumen bertanya harganya naik. Kadang-kadang pedagang yang jadi sasaran dan dikira menaikkan harga,” ujar Yufi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Yufi Rahmani, 23, pedagang kelontong di Pasar Tanjung, sempat dibuat bingung saat menjelang pergantian tahun lalu. Itu karena harga tomat anjlok di tingkat petani. Efeknya, dia pun ikut menurunkan harga tomat yang dia jual. Namun, saat ini fluktuasi harga komoditas tersebut sudah mulai normal. Harga tomat buah saat ini Rp 12 ribu per kilogram. Sementara harga tomat sayur yang ukurannya lebih kecil Rp 10 ribu per kilogram.

Dia menjelaskan, harga tomat pada awal tahun ini menunjukan penurunan bila dibandingkan periode akhir tahun November sampai Desember lalu. “Dulu itu harga tomat sayur di petani saja Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan dijual harganya Rp 13 ribu per kilogram,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Pada awal korona, lanjut dia, harga tomat sangat jatuh. “Awal korona itu per kilogram Rp 2-3 ribu,” jelasnya. Bahkan, di pasaran harga tomat per kilogram Rp 5 ribu, bisa dikatakan tidak baik untuk petani. “Kalau harga jatuh, petani sampai tidak mau panen,” jelasnya.

Sebagai pedagang, bagi Yufi tentu saja lebih baik harga tomat di kisaran Rp 10 ribu daripada anjlok di bawah Rp 5 ribu per kilogram. Sebab, bila harga jatuh, berpengaruh pada stok yang terlalu berlebihan. “Kalau harga terlalu murah dan mulai kembali stabil, dampaknya konsumen bertanya harganya naik. Kadang-kadang pedagang yang jadi sasaran dan dikira menaikkan harga,” ujar Yufi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/