alexametrics
29 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Industri Musik Mencoba Bangkit

Banyak Musisi Muda yang Banting Setir

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sulit disangkal bahwa 2020 merupakan momen suram pada berbagai segi kehidupan. Termasuk di kancah musik, yang semestinya jadi penghiburan. Selama momen pergantian tahun pun banyak gelaran musik yang harus ditunda.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu band di Jember, Shiba Jember. Bagi band ini, pandemi Covid-19 membatalkan setidaknya lebih dari 50 jadwal pertunjukan ke sejumlah tempat. Padahal, sebelumnya, band dengan lima personel ini tergolong sebagai salah satu band dengan jadwal pentas yang padat, apalagi di akhir pekan.

Umumnya, dalam satu pekan Shiba Jember bisa mendapat jadwal manggung tiga hingga lima kali di tempat berbeda. “Beberapa kontrak terpaksa harus dibatalkan. Ada yang tidak mau memperpanjang. Wedding party juga banyak yang di-cancel,” kata vokalis Shiba Band, Hilmi Hidayatullah, Senin (4/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal ini tentu berdampak pada pendapatan band. Penghasilan tipis-tipis didapat dari pertunjukan dan konser di kafe-kafe yang masih memperpanjang tawaran. Sehingga mau tidak mau, para personel harus mencari sumber rupiah dari kegiatan lain. Tidak hanya mengandalkan konser. Mereka juga mulai bekerja di luar rutinitas bermusik.

Bahkan, Hilmi sempat memutuskan untuk menggeluti bisnis jual beli alat musik, khususnya gitar. Peruntungan ini sudah dimulainya sejak empat bulan terakhir. Dari bisnis tersebut, dirinya bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sulit disangkal bahwa 2020 merupakan momen suram pada berbagai segi kehidupan. Termasuk di kancah musik, yang semestinya jadi penghiburan. Selama momen pergantian tahun pun banyak gelaran musik yang harus ditunda.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu band di Jember, Shiba Jember. Bagi band ini, pandemi Covid-19 membatalkan setidaknya lebih dari 50 jadwal pertunjukan ke sejumlah tempat. Padahal, sebelumnya, band dengan lima personel ini tergolong sebagai salah satu band dengan jadwal pentas yang padat, apalagi di akhir pekan.

Umumnya, dalam satu pekan Shiba Jember bisa mendapat jadwal manggung tiga hingga lima kali di tempat berbeda. “Beberapa kontrak terpaksa harus dibatalkan. Ada yang tidak mau memperpanjang. Wedding party juga banyak yang di-cancel,” kata vokalis Shiba Band, Hilmi Hidayatullah, Senin (4/1).

Hal ini tentu berdampak pada pendapatan band. Penghasilan tipis-tipis didapat dari pertunjukan dan konser di kafe-kafe yang masih memperpanjang tawaran. Sehingga mau tidak mau, para personel harus mencari sumber rupiah dari kegiatan lain. Tidak hanya mengandalkan konser. Mereka juga mulai bekerja di luar rutinitas bermusik.

Bahkan, Hilmi sempat memutuskan untuk menggeluti bisnis jual beli alat musik, khususnya gitar. Peruntungan ini sudah dimulainya sejak empat bulan terakhir. Dari bisnis tersebut, dirinya bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sulit disangkal bahwa 2020 merupakan momen suram pada berbagai segi kehidupan. Termasuk di kancah musik, yang semestinya jadi penghiburan. Selama momen pergantian tahun pun banyak gelaran musik yang harus ditunda.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu band di Jember, Shiba Jember. Bagi band ini, pandemi Covid-19 membatalkan setidaknya lebih dari 50 jadwal pertunjukan ke sejumlah tempat. Padahal, sebelumnya, band dengan lima personel ini tergolong sebagai salah satu band dengan jadwal pentas yang padat, apalagi di akhir pekan.

Umumnya, dalam satu pekan Shiba Jember bisa mendapat jadwal manggung tiga hingga lima kali di tempat berbeda. “Beberapa kontrak terpaksa harus dibatalkan. Ada yang tidak mau memperpanjang. Wedding party juga banyak yang di-cancel,” kata vokalis Shiba Band, Hilmi Hidayatullah, Senin (4/1).

Hal ini tentu berdampak pada pendapatan band. Penghasilan tipis-tipis didapat dari pertunjukan dan konser di kafe-kafe yang masih memperpanjang tawaran. Sehingga mau tidak mau, para personel harus mencari sumber rupiah dari kegiatan lain. Tidak hanya mengandalkan konser. Mereka juga mulai bekerja di luar rutinitas bermusik.

Bahkan, Hilmi sempat memutuskan untuk menggeluti bisnis jual beli alat musik, khususnya gitar. Peruntungan ini sudah dimulainya sejak empat bulan terakhir. Dari bisnis tersebut, dirinya bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/