alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Gandeng Akademisi agar UMKM Melek Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember – Dalam kunjungannya, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sempat menilai bahwa Kabupaten Jember merupakan sentra UMKM di wilayah Tapal Kuda.  Selain letak geografisnya yang strategis, kabupaten yang berada di wilayah timur Pulau Jawa ini juga memiliki lebih dari 1.400 UMKM yang terdaftar. Belum lagi usaha rumahan yang belum terdaftar, yang jumlahnya tentu lebih banyak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto ingin memberdayakan pelaku UMKM dengan maksimal. Sebab, UMKM merupakan denyut nadi perekonomian bagi suatu daerah.

Menurutnya, jika dilihat dari segi kualitas dan kuantitasnya, produk UMKM Jember sudah tak lagi diragukan. Namun, sejauh ini, menurut penilaiannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mempromosikan produknya secara optimal menggunakan teknologi digital. Padahal, ke depannya masyarakat atau pembeli akan lebih banyak beralih pada transaksi digital.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karenanya, dia pun bersama seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Jember bisa melek digital. “Sekarang itu UMKM kita persoalannya adalah pasarnya. Begitu bikin, produknya jadi, tapi pasarnya nggak ada, kan repot,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember – Dalam kunjungannya, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sempat menilai bahwa Kabupaten Jember merupakan sentra UMKM di wilayah Tapal Kuda.  Selain letak geografisnya yang strategis, kabupaten yang berada di wilayah timur Pulau Jawa ini juga memiliki lebih dari 1.400 UMKM yang terdaftar. Belum lagi usaha rumahan yang belum terdaftar, yang jumlahnya tentu lebih banyak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto ingin memberdayakan pelaku UMKM dengan maksimal. Sebab, UMKM merupakan denyut nadi perekonomian bagi suatu daerah.

Menurutnya, jika dilihat dari segi kualitas dan kuantitasnya, produk UMKM Jember sudah tak lagi diragukan. Namun, sejauh ini, menurut penilaiannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mempromosikan produknya secara optimal menggunakan teknologi digital. Padahal, ke depannya masyarakat atau pembeli akan lebih banyak beralih pada transaksi digital.

Oleh karenanya, dia pun bersama seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Jember bisa melek digital. “Sekarang itu UMKM kita persoalannya adalah pasarnya. Begitu bikin, produknya jadi, tapi pasarnya nggak ada, kan repot,” ungkapnya.

JEMBER LOR, Radar Jember – Dalam kunjungannya, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sempat menilai bahwa Kabupaten Jember merupakan sentra UMKM di wilayah Tapal Kuda.  Selain letak geografisnya yang strategis, kabupaten yang berada di wilayah timur Pulau Jawa ini juga memiliki lebih dari 1.400 UMKM yang terdaftar. Belum lagi usaha rumahan yang belum terdaftar, yang jumlahnya tentu lebih banyak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto ingin memberdayakan pelaku UMKM dengan maksimal. Sebab, UMKM merupakan denyut nadi perekonomian bagi suatu daerah.

Menurutnya, jika dilihat dari segi kualitas dan kuantitasnya, produk UMKM Jember sudah tak lagi diragukan. Namun, sejauh ini, menurut penilaiannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mempromosikan produknya secara optimal menggunakan teknologi digital. Padahal, ke depannya masyarakat atau pembeli akan lebih banyak beralih pada transaksi digital.

Oleh karenanya, dia pun bersama seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Jember bisa melek digital. “Sekarang itu UMKM kita persoalannya adalah pasarnya. Begitu bikin, produknya jadi, tapi pasarnya nggak ada, kan repot,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/