alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Cegah Kecelakaan Akibat Pohon Tumbang di Jalan Trunojoyo Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan A Yani menuju Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (3/12). Para pengendara yang melintas harus bersabar karena pohon-pohon rindang di pinggir jalan tersebut ditebang.

Seperti diketahui, musim hujan masih terus berlangsung di Jember. Pohon yang rindang dan tinggi bisa dibilang rawan tumbang. Apalagi, banyak warga yang mengeluh karena hal itu berbahaya. Paling anyar, pohon di Jalan A Yani roboh dan menimpa sebuah mobil yang parkir.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) siang itu terus berupaya melakukan penebangan. Pohon dan ranting yang kecil dapat diatasi dengan cepat. Namun, untuk pohon dan ranting yang besar harus ditarik agar tidak jatuh ke rumah dan toko milik warga. “Awas, awas, tahan sek, tahan sek,” ucap petugas kepada para pengendara. Tak lama setelah itu, petugas yang menarik pohon berhasil merobohkannya ke jalan. “Tahan! Yok, tarik,” lanjutnya. Seketika, pohon pun tumbang. Brakk. Dengan sigap, petugas segera memotong dan membersihkan pohon yang ditebang agar pengendara bisa segera melintas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Kepala DPUBMSDA Jember yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tengah sibuk melakukan pembersihan sejumlah pohon berdahan lebat, khususnya di perkotaan. Sementara itu, Plt Kepala Seksi Aset DPUBMSDA Mahmud Ri’ad mengatakan, ada sejumlah pohon yang sudah selesai ditebang. “Ada sejumlah pohon di Jalan Trunojoyo yang ditebang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Para petugas itu pun terus melakukan penebangan seperti di Jalan Jawa dan yang lain.

Mahmud menyebutkan, sejumlah pohon memang butuh perawatan. Apalagi, ada yang sudah makan korban karena patah saat diterpa hujan lebat maupun angin. “Banyak pohon terlalu tinggi dan membahayakan,” ucap pria berusia 51 tahun itu. Target penebangan pohon di Jalan Trunojoyo dan Jalan Jawa diperkirakan hingga Minggu depan.

Sementara itu, pohon lain bakal dilanjutkan pada tahun mendatang. “Kebetulan kegiatan ini baru bisa dilaksanakan saat ini, karena kemarin sibuk dengan hal lain,” ucapnya. Di sisi lain, anggaran dan waktu juga cukup terbatas, sehingga yang lain dilanjutkan pada 2022.

Disinggung mengenai sistem pelaporan agar masyarakat mudah memberitahukan pohon yang berbahaya atau waktunya ditebang, menurutnya, bisa dilakukan. Laporan dikroscek dan bila membahayakan langsung ditangani. “Kami menugaskan staf wilayah untuk mendata pohon di jalan mana yang perlu dipotong,” tuturnya. Selanjutnya, laporan warga juga dijadwalkan penebangannya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan A Yani menuju Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (3/12). Para pengendara yang melintas harus bersabar karena pohon-pohon rindang di pinggir jalan tersebut ditebang.

Seperti diketahui, musim hujan masih terus berlangsung di Jember. Pohon yang rindang dan tinggi bisa dibilang rawan tumbang. Apalagi, banyak warga yang mengeluh karena hal itu berbahaya. Paling anyar, pohon di Jalan A Yani roboh dan menimpa sebuah mobil yang parkir.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) siang itu terus berupaya melakukan penebangan. Pohon dan ranting yang kecil dapat diatasi dengan cepat. Namun, untuk pohon dan ranting yang besar harus ditarik agar tidak jatuh ke rumah dan toko milik warga. “Awas, awas, tahan sek, tahan sek,” ucap petugas kepada para pengendara. Tak lama setelah itu, petugas yang menarik pohon berhasil merobohkannya ke jalan. “Tahan! Yok, tarik,” lanjutnya. Seketika, pohon pun tumbang. Brakk. Dengan sigap, petugas segera memotong dan membersihkan pohon yang ditebang agar pengendara bisa segera melintas.

Plt Kepala DPUBMSDA Jember yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tengah sibuk melakukan pembersihan sejumlah pohon berdahan lebat, khususnya di perkotaan. Sementara itu, Plt Kepala Seksi Aset DPUBMSDA Mahmud Ri’ad mengatakan, ada sejumlah pohon yang sudah selesai ditebang. “Ada sejumlah pohon di Jalan Trunojoyo yang ditebang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Para petugas itu pun terus melakukan penebangan seperti di Jalan Jawa dan yang lain.

Mahmud menyebutkan, sejumlah pohon memang butuh perawatan. Apalagi, ada yang sudah makan korban karena patah saat diterpa hujan lebat maupun angin. “Banyak pohon terlalu tinggi dan membahayakan,” ucap pria berusia 51 tahun itu. Target penebangan pohon di Jalan Trunojoyo dan Jalan Jawa diperkirakan hingga Minggu depan.

Sementara itu, pohon lain bakal dilanjutkan pada tahun mendatang. “Kebetulan kegiatan ini baru bisa dilaksanakan saat ini, karena kemarin sibuk dengan hal lain,” ucapnya. Di sisi lain, anggaran dan waktu juga cukup terbatas, sehingga yang lain dilanjutkan pada 2022.

Disinggung mengenai sistem pelaporan agar masyarakat mudah memberitahukan pohon yang berbahaya atau waktunya ditebang, menurutnya, bisa dilakukan. Laporan dikroscek dan bila membahayakan langsung ditangani. “Kami menugaskan staf wilayah untuk mendata pohon di jalan mana yang perlu dipotong,” tuturnya. Selanjutnya, laporan warga juga dijadwalkan penebangannya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kemacetan arus lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan A Yani menuju Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, kemarin (3/12). Para pengendara yang melintas harus bersabar karena pohon-pohon rindang di pinggir jalan tersebut ditebang.

Seperti diketahui, musim hujan masih terus berlangsung di Jember. Pohon yang rindang dan tinggi bisa dibilang rawan tumbang. Apalagi, banyak warga yang mengeluh karena hal itu berbahaya. Paling anyar, pohon di Jalan A Yani roboh dan menimpa sebuah mobil yang parkir.

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) siang itu terus berupaya melakukan penebangan. Pohon dan ranting yang kecil dapat diatasi dengan cepat. Namun, untuk pohon dan ranting yang besar harus ditarik agar tidak jatuh ke rumah dan toko milik warga. “Awas, awas, tahan sek, tahan sek,” ucap petugas kepada para pengendara. Tak lama setelah itu, petugas yang menarik pohon berhasil merobohkannya ke jalan. “Tahan! Yok, tarik,” lanjutnya. Seketika, pohon pun tumbang. Brakk. Dengan sigap, petugas segera memotong dan membersihkan pohon yang ditebang agar pengendara bisa segera melintas.

Plt Kepala DPUBMSDA Jember yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya tengah sibuk melakukan pembersihan sejumlah pohon berdahan lebat, khususnya di perkotaan. Sementara itu, Plt Kepala Seksi Aset DPUBMSDA Mahmud Ri’ad mengatakan, ada sejumlah pohon yang sudah selesai ditebang. “Ada sejumlah pohon di Jalan Trunojoyo yang ditebang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember. Para petugas itu pun terus melakukan penebangan seperti di Jalan Jawa dan yang lain.

Mahmud menyebutkan, sejumlah pohon memang butuh perawatan. Apalagi, ada yang sudah makan korban karena patah saat diterpa hujan lebat maupun angin. “Banyak pohon terlalu tinggi dan membahayakan,” ucap pria berusia 51 tahun itu. Target penebangan pohon di Jalan Trunojoyo dan Jalan Jawa diperkirakan hingga Minggu depan.

Sementara itu, pohon lain bakal dilanjutkan pada tahun mendatang. “Kebetulan kegiatan ini baru bisa dilaksanakan saat ini, karena kemarin sibuk dengan hal lain,” ucapnya. Di sisi lain, anggaran dan waktu juga cukup terbatas, sehingga yang lain dilanjutkan pada 2022.

Disinggung mengenai sistem pelaporan agar masyarakat mudah memberitahukan pohon yang berbahaya atau waktunya ditebang, menurutnya, bisa dilakukan. Laporan dikroscek dan bila membahayakan langsung ditangani. “Kami menugaskan staf wilayah untuk mendata pohon di jalan mana yang perlu dipotong,” tuturnya. Selanjutnya, laporan warga juga dijadwalkan penebangannya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/