alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Cegah KDRT, Turun hingga Pelosok Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

Ajakan itu dia berikan melalui motivasi untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, hingga pada kegiatan yang menghasilkan uang. “Pertama memberikan motivasi, memberikan pemahaman bahwa perempuan itu harus kuat dan perempuan harus mandiri. Kedua, kami memberikan pelatihan dan memberikan bantuan modal usaha meskipun sedikit,” tuturnya.

Di Desa Rambipuji, yang paling awal dilakukan untuk mencegah kekerasan adalah bekerja sama dengan RT dan RW. Kemudian kepala dusun, perangkat desa, dan kader posyandu. Lalu, pada langkah paling tinggi yaitu bekerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas.

“Karena yang tahu lebih awal adalah RT lingkungan tersebut. Terjadi kekerasan dalam rumah tangga misalnya, RT akan menindak dan memberikan mediasi. Apabila RT tidak sanggup, akan naik ke kepala dusun. Kepala dusun tidak sanggup, naik ke kepala desa. Kepala desa nanti akan kerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas untuk mediasi atau ke ranah yang lebih tinggi,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika telanjur terjadi kekerasan dan kasusnya tidak bisa diselesaikan oleh beberapa pihak tersebut, maka laporan kasus akan berlanjut hingga ke ranah hukum. “Kita punya grupnya RT/RW. Jadi, setiap kegiatan RT/RW, kegiatannya warga, itu harus dipantau dan ada laporannya ke desa. Kalau tidak bisa dimediasi di tingkat desa, biasanya kami selesaikan di ranah hukum,” ujarnya. (del/c2/lin)

- Advertisement -

Ajakan itu dia berikan melalui motivasi untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, hingga pada kegiatan yang menghasilkan uang. “Pertama memberikan motivasi, memberikan pemahaman bahwa perempuan itu harus kuat dan perempuan harus mandiri. Kedua, kami memberikan pelatihan dan memberikan bantuan modal usaha meskipun sedikit,” tuturnya.

Di Desa Rambipuji, yang paling awal dilakukan untuk mencegah kekerasan adalah bekerja sama dengan RT dan RW. Kemudian kepala dusun, perangkat desa, dan kader posyandu. Lalu, pada langkah paling tinggi yaitu bekerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas.

“Karena yang tahu lebih awal adalah RT lingkungan tersebut. Terjadi kekerasan dalam rumah tangga misalnya, RT akan menindak dan memberikan mediasi. Apabila RT tidak sanggup, akan naik ke kepala dusun. Kepala dusun tidak sanggup, naik ke kepala desa. Kepala desa nanti akan kerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas untuk mediasi atau ke ranah yang lebih tinggi,” paparnya.

Jika telanjur terjadi kekerasan dan kasusnya tidak bisa diselesaikan oleh beberapa pihak tersebut, maka laporan kasus akan berlanjut hingga ke ranah hukum. “Kita punya grupnya RT/RW. Jadi, setiap kegiatan RT/RW, kegiatannya warga, itu harus dipantau dan ada laporannya ke desa. Kalau tidak bisa dimediasi di tingkat desa, biasanya kami selesaikan di ranah hukum,” ujarnya. (del/c2/lin)

Ajakan itu dia berikan melalui motivasi untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif, hingga pada kegiatan yang menghasilkan uang. “Pertama memberikan motivasi, memberikan pemahaman bahwa perempuan itu harus kuat dan perempuan harus mandiri. Kedua, kami memberikan pelatihan dan memberikan bantuan modal usaha meskipun sedikit,” tuturnya.

Di Desa Rambipuji, yang paling awal dilakukan untuk mencegah kekerasan adalah bekerja sama dengan RT dan RW. Kemudian kepala dusun, perangkat desa, dan kader posyandu. Lalu, pada langkah paling tinggi yaitu bekerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas.

“Karena yang tahu lebih awal adalah RT lingkungan tersebut. Terjadi kekerasan dalam rumah tangga misalnya, RT akan menindak dan memberikan mediasi. Apabila RT tidak sanggup, akan naik ke kepala dusun. Kepala dusun tidak sanggup, naik ke kepala desa. Kepala desa nanti akan kerja sama dengan babinsa dan bhabinkamtibmas untuk mediasi atau ke ranah yang lebih tinggi,” paparnya.

Jika telanjur terjadi kekerasan dan kasusnya tidak bisa diselesaikan oleh beberapa pihak tersebut, maka laporan kasus akan berlanjut hingga ke ranah hukum. “Kita punya grupnya RT/RW. Jadi, setiap kegiatan RT/RW, kegiatannya warga, itu harus dipantau dan ada laporannya ke desa. Kalau tidak bisa dimediasi di tingkat desa, biasanya kami selesaikan di ranah hukum,” ujarnya. (del/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/