alexametrics
23.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

 Beda Persepsi tentang Tahapan

Sidang Lanjutan Gugatan Bawaslu dan KASN

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sidang perdata gugatan mantan Camat Tanggul M Ghozali kepada Bawaslu Jember dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terus berlanjut. Dalam agenda sidang tambahan bukti dan saksi tersebut, tergugat menghadirkan seorang saksi ahli dari Bawaslu RI. Muncul perbedaan persepsi antara saksi dan penggugat. Yakni tentang ketentuan tahapan di pilkada.

Sementara, bukti yang disuguhkan, penggugat kembali menayangkan video penyerahan bantuan kursi roda yang jadi persoalan. Dalam video tersebut terdapat tiga orang, yaitu nenek penerima bantuan, Mantan Camat Tanggul Ghozali, dan Kades Kramat Sukoharjo Dwi Siswanto. Sebelum adanya suara dua periode dari Ghozali, terdapat suara Kades Kramat Sukoharjo yang mengatakan hal yang sama, tapi lirih.

Penasihat hukum Ghozali, M Husni Thamrin mengatakan, pihaknya sengaja memberikan bukti video yang juga pernah diputar dan jadi bahan bukti Bawaslu Jember tersebut ke persidangan. Dalam penekanannya, kata dia, video berdurasi 21 detik itu, pada detik ke-6 Kades Kramat Sukoharjo sempat mengatakan “dua periode” sehingga pada detik 16 Ghozali menirukan ada ucapan yang sama.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Perangkat Desa Kramat Sukoharjo Lusianto, yang mengambil video tersebut dan menjadi saksi dalam sidang kemarin, mengatakan, video tersebut diambil awal 2020, pada Februari. “Pakai HP-nya kades. Memang setiap ada bantuan, kami video dan foto,” tuturnya.

Bantuan kursi roda tersebut adalah bantuan ketujuh dari delapan bantuan yang diberikan. Sementara, juga tidak ada rencana mengajak Camat Tanggul yang waktu itu dijabat Ghozali. “Seperti biasa, bila ada bantuan, ditempatkan ke kecamatan dulu. Istilahnya pamit dulu dan pemberitahuan. Mengajak Camat Tanggul juga spontanitas, karena ada di tempat,” jelasnya.

Dari delapan alat yang diberikan, ada tiga lokasi Camat Tanggul yang ikut. Tapi hanya ada satu lokasi yang terucap kalimat “dua periode”. Dia mengaku, panwascam juga sempat mendatangi penerima bantuan kursi roda tersebut. “Saya yang dampingi panwascam,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, setelah didatangi panwascam, nenek penerima bantuan meninggal dunia. “Kalau tidak salah, tiga bulan setelah itu meninggal. Sampai keluarganya bilang, kalau tidak ikhlas, kursi rodanya diambil saja,” aku Lusianto.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ruslan Abdul Ghani juga menjadi saksi untuk tergugat. Dia tidak banyak melakukan pemeriksaan terhadap Ghozali. Hanya menerima surat dari atasannya langsung, yaitu sekda, dan telah menerima surat tersebut.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sidang perdata gugatan mantan Camat Tanggul M Ghozali kepada Bawaslu Jember dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terus berlanjut. Dalam agenda sidang tambahan bukti dan saksi tersebut, tergugat menghadirkan seorang saksi ahli dari Bawaslu RI. Muncul perbedaan persepsi antara saksi dan penggugat. Yakni tentang ketentuan tahapan di pilkada.

Sementara, bukti yang disuguhkan, penggugat kembali menayangkan video penyerahan bantuan kursi roda yang jadi persoalan. Dalam video tersebut terdapat tiga orang, yaitu nenek penerima bantuan, Mantan Camat Tanggul Ghozali, dan Kades Kramat Sukoharjo Dwi Siswanto. Sebelum adanya suara dua periode dari Ghozali, terdapat suara Kades Kramat Sukoharjo yang mengatakan hal yang sama, tapi lirih.

Penasihat hukum Ghozali, M Husni Thamrin mengatakan, pihaknya sengaja memberikan bukti video yang juga pernah diputar dan jadi bahan bukti Bawaslu Jember tersebut ke persidangan. Dalam penekanannya, kata dia, video berdurasi 21 detik itu, pada detik ke-6 Kades Kramat Sukoharjo sempat mengatakan “dua periode” sehingga pada detik 16 Ghozali menirukan ada ucapan yang sama.

Sementara itu, Perangkat Desa Kramat Sukoharjo Lusianto, yang mengambil video tersebut dan menjadi saksi dalam sidang kemarin, mengatakan, video tersebut diambil awal 2020, pada Februari. “Pakai HP-nya kades. Memang setiap ada bantuan, kami video dan foto,” tuturnya.

Bantuan kursi roda tersebut adalah bantuan ketujuh dari delapan bantuan yang diberikan. Sementara, juga tidak ada rencana mengajak Camat Tanggul yang waktu itu dijabat Ghozali. “Seperti biasa, bila ada bantuan, ditempatkan ke kecamatan dulu. Istilahnya pamit dulu dan pemberitahuan. Mengajak Camat Tanggul juga spontanitas, karena ada di tempat,” jelasnya.

Dari delapan alat yang diberikan, ada tiga lokasi Camat Tanggul yang ikut. Tapi hanya ada satu lokasi yang terucap kalimat “dua periode”. Dia mengaku, panwascam juga sempat mendatangi penerima bantuan kursi roda tersebut. “Saya yang dampingi panwascam,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, setelah didatangi panwascam, nenek penerima bantuan meninggal dunia. “Kalau tidak salah, tiga bulan setelah itu meninggal. Sampai keluarganya bilang, kalau tidak ikhlas, kursi rodanya diambil saja,” aku Lusianto.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ruslan Abdul Ghani juga menjadi saksi untuk tergugat. Dia tidak banyak melakukan pemeriksaan terhadap Ghozali. Hanya menerima surat dari atasannya langsung, yaitu sekda, dan telah menerima surat tersebut.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sidang perdata gugatan mantan Camat Tanggul M Ghozali kepada Bawaslu Jember dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terus berlanjut. Dalam agenda sidang tambahan bukti dan saksi tersebut, tergugat menghadirkan seorang saksi ahli dari Bawaslu RI. Muncul perbedaan persepsi antara saksi dan penggugat. Yakni tentang ketentuan tahapan di pilkada.

Sementara, bukti yang disuguhkan, penggugat kembali menayangkan video penyerahan bantuan kursi roda yang jadi persoalan. Dalam video tersebut terdapat tiga orang, yaitu nenek penerima bantuan, Mantan Camat Tanggul Ghozali, dan Kades Kramat Sukoharjo Dwi Siswanto. Sebelum adanya suara dua periode dari Ghozali, terdapat suara Kades Kramat Sukoharjo yang mengatakan hal yang sama, tapi lirih.

Penasihat hukum Ghozali, M Husni Thamrin mengatakan, pihaknya sengaja memberikan bukti video yang juga pernah diputar dan jadi bahan bukti Bawaslu Jember tersebut ke persidangan. Dalam penekanannya, kata dia, video berdurasi 21 detik itu, pada detik ke-6 Kades Kramat Sukoharjo sempat mengatakan “dua periode” sehingga pada detik 16 Ghozali menirukan ada ucapan yang sama.

Sementara itu, Perangkat Desa Kramat Sukoharjo Lusianto, yang mengambil video tersebut dan menjadi saksi dalam sidang kemarin, mengatakan, video tersebut diambil awal 2020, pada Februari. “Pakai HP-nya kades. Memang setiap ada bantuan, kami video dan foto,” tuturnya.

Bantuan kursi roda tersebut adalah bantuan ketujuh dari delapan bantuan yang diberikan. Sementara, juga tidak ada rencana mengajak Camat Tanggul yang waktu itu dijabat Ghozali. “Seperti biasa, bila ada bantuan, ditempatkan ke kecamatan dulu. Istilahnya pamit dulu dan pemberitahuan. Mengajak Camat Tanggul juga spontanitas, karena ada di tempat,” jelasnya.

Dari delapan alat yang diberikan, ada tiga lokasi Camat Tanggul yang ikut. Tapi hanya ada satu lokasi yang terucap kalimat “dua periode”. Dia mengaku, panwascam juga sempat mendatangi penerima bantuan kursi roda tersebut. “Saya yang dampingi panwascam,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, setelah didatangi panwascam, nenek penerima bantuan meninggal dunia. “Kalau tidak salah, tiga bulan setelah itu meninggal. Sampai keluarganya bilang, kalau tidak ikhlas, kursi rodanya diambil saja,” aku Lusianto.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ruslan Abdul Ghani juga menjadi saksi untuk tergugat. Dia tidak banyak melakukan pemeriksaan terhadap Ghozali. Hanya menerima surat dari atasannya langsung, yaitu sekda, dan telah menerima surat tersebut.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/