alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Bakal Realisasikan Jember Kota Hijau

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plastik yang merupakan komponen yang sering digunakan sehari-hari menyebabkan masyarakat seperti kecanduan dengan keberadaannya. Sayangnya, banyak plastik sekali pakai yang akan langsung dibuang ketika selesai dipakai.

Oleh karena itu, pengurangan plastik sekali pakai begitu penting karena pengelolaan sampah plastik di Jember masih tergolong rendah. “Nah, ke mana perginya sampah-sampah itu? Ke mana lagi kalau bukan ke daerah perairan seperti sungai dan laut,” ungkap calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, pihaknya mencanangkan program satu kecamatan satu pusat wisata edukasi daur ulang. Dengan pengelolaan daur ulang sampah pada setiap kecamatan, Vian menuturkan bahwa hal itu bisa mengurangi sampah plastik yang bisa mencemari sungai dan laut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Vian menyatakan bahwa pihaknya juga bakal membuat satu bank sampah per kecamatan. “Kapasitas sampah selain sampah plastik di Jember juga tak sedikit,” terangnya. Dengan adanya tempat daur ulang sampah plastik, dirasa belum bisa mengurangi pasokan sampah yang dibuang masyarakat ke sungai. “Jadi, harus ada tempat khusus. Soalnya, tempat pembuangan akhir di Jember bisa dihitung jari,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plastik yang merupakan komponen yang sering digunakan sehari-hari menyebabkan masyarakat seperti kecanduan dengan keberadaannya. Sayangnya, banyak plastik sekali pakai yang akan langsung dibuang ketika selesai dipakai.

Oleh karena itu, pengurangan plastik sekali pakai begitu penting karena pengelolaan sampah plastik di Jember masih tergolong rendah. “Nah, ke mana perginya sampah-sampah itu? Ke mana lagi kalau bukan ke daerah perairan seperti sungai dan laut,” ungkap calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, pihaknya mencanangkan program satu kecamatan satu pusat wisata edukasi daur ulang. Dengan pengelolaan daur ulang sampah pada setiap kecamatan, Vian menuturkan bahwa hal itu bisa mengurangi sampah plastik yang bisa mencemari sungai dan laut.

Selain itu, Vian menyatakan bahwa pihaknya juga bakal membuat satu bank sampah per kecamatan. “Kapasitas sampah selain sampah plastik di Jember juga tak sedikit,” terangnya. Dengan adanya tempat daur ulang sampah plastik, dirasa belum bisa mengurangi pasokan sampah yang dibuang masyarakat ke sungai. “Jadi, harus ada tempat khusus. Soalnya, tempat pembuangan akhir di Jember bisa dihitung jari,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plastik yang merupakan komponen yang sering digunakan sehari-hari menyebabkan masyarakat seperti kecanduan dengan keberadaannya. Sayangnya, banyak plastik sekali pakai yang akan langsung dibuang ketika selesai dipakai.

Oleh karena itu, pengurangan plastik sekali pakai begitu penting karena pengelolaan sampah plastik di Jember masih tergolong rendah. “Nah, ke mana perginya sampah-sampah itu? Ke mana lagi kalau bukan ke daerah perairan seperti sungai dan laut,” ungkap calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena itu, pihaknya mencanangkan program satu kecamatan satu pusat wisata edukasi daur ulang. Dengan pengelolaan daur ulang sampah pada setiap kecamatan, Vian menuturkan bahwa hal itu bisa mengurangi sampah plastik yang bisa mencemari sungai dan laut.

Selain itu, Vian menyatakan bahwa pihaknya juga bakal membuat satu bank sampah per kecamatan. “Kapasitas sampah selain sampah plastik di Jember juga tak sedikit,” terangnya. Dengan adanya tempat daur ulang sampah plastik, dirasa belum bisa mengurangi pasokan sampah yang dibuang masyarakat ke sungai. “Jadi, harus ada tempat khusus. Soalnya, tempat pembuangan akhir di Jember bisa dihitung jari,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/