alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Produksi Edamame Goreng Krispi, Tembus Pasar Nasional

Tak semua pekerjaan harus jauh dari rumah. Ada sejumlah profesi yang dapat dilakukan dan diselesaikan di rumah saja. Seperti yang dilakukan pasangan suami istri Suwandi dan Siti Muaiyadah. Mereka cukup inovatif dengan memproduksi edamame goreng krispi.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana siang itu cukup sepi. Para pekerja juga tidak ada. Hanya seorang pria yang ada di sebuah ruangan. Dia membereskan sejumlah peralatan. Membersihkan lemari pendingin serta alat penggorengan. Semua peralatan inilah yang digunakan untuk mengolah edamame goreng krispi di rumah bagian belakang. Tepatnya di kawasan RT 3 RW 5, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Sumbersari.

Pria tersebut adalah Suwandi. Suami pemilik usaha home industry. Meski sendiri, dirinya tetap asyik menata beberapa peralatan sebelum digunakan mengolah edamame kembali. “Hari ini kebetulan libur. Karena stok edamame saya masih banyak. Jadi, semua sudah dalam bentuk kemasan,” paparnya.

Suwandi menyebut, industri rumahan yang digelutinya itu dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dia mengaku, bisnisnya sempat lesu saat awal pandemi korona. Karena itulah, belasan pekerjanya diliburkan sementara. “Sejak pandemi, produksi hanya sekitar 30 persen dari hari biasanya. Kemudian, sejak new normal, produksi edamame kami sudah meningkat kembali meski hanya sekitar 50 persen dari sebelum ada wabah,” kata pria dua anak tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski pandemi memukul usahanya, Suwandi tetap optimistis bisa kembali bangkit. Dia dan istrinya memberlakukan pengurangan produksi edamame. Hal itu pun berpengaruh pada waktu kerja. “Sejak pandemi, kami kerja hanya dua minggu dalam sebulan. Ini karena pengiriman dan permintaan masih belum normal,” ucapnya.

Edamame goreng krispi, menurutnya, sengaja dipilih karena edamame yang beredar banyak yang dijual basah. Dia pun melihat peluang usaha dengan cara lain, yaitu menggorengnya. “Di sini ada tujuh laki-laki dan lima perempuan yang bekerja. Kami berharap, usaha kami bisa normal kembali,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana siang itu cukup sepi. Para pekerja juga tidak ada. Hanya seorang pria yang ada di sebuah ruangan. Dia membereskan sejumlah peralatan. Membersihkan lemari pendingin serta alat penggorengan. Semua peralatan inilah yang digunakan untuk mengolah edamame goreng krispi di rumah bagian belakang. Tepatnya di kawasan RT 3 RW 5, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Sumbersari.

Pria tersebut adalah Suwandi. Suami pemilik usaha home industry. Meski sendiri, dirinya tetap asyik menata beberapa peralatan sebelum digunakan mengolah edamame kembali. “Hari ini kebetulan libur. Karena stok edamame saya masih banyak. Jadi, semua sudah dalam bentuk kemasan,” paparnya.

Suwandi menyebut, industri rumahan yang digelutinya itu dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dia mengaku, bisnisnya sempat lesu saat awal pandemi korona. Karena itulah, belasan pekerjanya diliburkan sementara. “Sejak pandemi, produksi hanya sekitar 30 persen dari hari biasanya. Kemudian, sejak new normal, produksi edamame kami sudah meningkat kembali meski hanya sekitar 50 persen dari sebelum ada wabah,” kata pria dua anak tersebut.

Meski pandemi memukul usahanya, Suwandi tetap optimistis bisa kembali bangkit. Dia dan istrinya memberlakukan pengurangan produksi edamame. Hal itu pun berpengaruh pada waktu kerja. “Sejak pandemi, kami kerja hanya dua minggu dalam sebulan. Ini karena pengiriman dan permintaan masih belum normal,” ucapnya.

Edamame goreng krispi, menurutnya, sengaja dipilih karena edamame yang beredar banyak yang dijual basah. Dia pun melihat peluang usaha dengan cara lain, yaitu menggorengnya. “Di sini ada tujuh laki-laki dan lima perempuan yang bekerja. Kami berharap, usaha kami bisa normal kembali,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana siang itu cukup sepi. Para pekerja juga tidak ada. Hanya seorang pria yang ada di sebuah ruangan. Dia membereskan sejumlah peralatan. Membersihkan lemari pendingin serta alat penggorengan. Semua peralatan inilah yang digunakan untuk mengolah edamame goreng krispi di rumah bagian belakang. Tepatnya di kawasan RT 3 RW 5, Lingkungan Krajan, Kelurahan Kebonsari, Sumbersari.

Pria tersebut adalah Suwandi. Suami pemilik usaha home industry. Meski sendiri, dirinya tetap asyik menata beberapa peralatan sebelum digunakan mengolah edamame kembali. “Hari ini kebetulan libur. Karena stok edamame saya masih banyak. Jadi, semua sudah dalam bentuk kemasan,” paparnya.

Suwandi menyebut, industri rumahan yang digelutinya itu dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dia mengaku, bisnisnya sempat lesu saat awal pandemi korona. Karena itulah, belasan pekerjanya diliburkan sementara. “Sejak pandemi, produksi hanya sekitar 30 persen dari hari biasanya. Kemudian, sejak new normal, produksi edamame kami sudah meningkat kembali meski hanya sekitar 50 persen dari sebelum ada wabah,” kata pria dua anak tersebut.

Meski pandemi memukul usahanya, Suwandi tetap optimistis bisa kembali bangkit. Dia dan istrinya memberlakukan pengurangan produksi edamame. Hal itu pun berpengaruh pada waktu kerja. “Sejak pandemi, kami kerja hanya dua minggu dalam sebulan. Ini karena pengiriman dan permintaan masih belum normal,” ucapnya.

Edamame goreng krispi, menurutnya, sengaja dipilih karena edamame yang beredar banyak yang dijual basah. Dia pun melihat peluang usaha dengan cara lain, yaitu menggorengnya. “Di sini ada tujuh laki-laki dan lima perempuan yang bekerja. Kami berharap, usaha kami bisa normal kembali,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/