alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Lebih Dua Tahun Dibiarkan Rusak

Ruang Laboratorium SMPN 3 Ledokombo

Mobile_AP_Rectangle 1

Rusaknya ruang laboratorium, ruang guru, dan ruang kepala sekolah itu dikhawatirkan berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Apalagi, setelah masa pandemi usai dan proses pembelajaran normal kembali. Sebab, proses pembelajaran bakal terganggu akibat tiadanya sarana pendukung bagi guru dan siswa di sekolah.

Setelah teras ruang laboratorium IPA itu ambruk, pihak sekolah segera memasang tiang pengaman. Ini dilakukan agar siswa yang datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas tidak mendekat ke laboratorium yang rusak parah itu. Para guru khawatir, ruangan itu sewaktu-waktu ambruk dan mencelakai siswa. “Total siswa dari kelas tujuh hingga kelas sembilan jumlahnya ada 157 siswa,” papar Kristatiningsih.

Di sisi lain, Kristatiningsih menuturkan, selama ini sekolah juga kekurangan ruang kelas. Menurutnya, untuk siswa kelas VII yang seharusnya terbagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) terpaksa dijadikan satu ruangan. Karena itu, saat proses pembelajaran kembali normal setelah pandemi mereda, para siswa akan bersesakan karena jumlahnya melebihi kapasitas ruangan.

- Advertisement -

Rusaknya ruang laboratorium, ruang guru, dan ruang kepala sekolah itu dikhawatirkan berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Apalagi, setelah masa pandemi usai dan proses pembelajaran normal kembali. Sebab, proses pembelajaran bakal terganggu akibat tiadanya sarana pendukung bagi guru dan siswa di sekolah.

Setelah teras ruang laboratorium IPA itu ambruk, pihak sekolah segera memasang tiang pengaman. Ini dilakukan agar siswa yang datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas tidak mendekat ke laboratorium yang rusak parah itu. Para guru khawatir, ruangan itu sewaktu-waktu ambruk dan mencelakai siswa. “Total siswa dari kelas tujuh hingga kelas sembilan jumlahnya ada 157 siswa,” papar Kristatiningsih.

Di sisi lain, Kristatiningsih menuturkan, selama ini sekolah juga kekurangan ruang kelas. Menurutnya, untuk siswa kelas VII yang seharusnya terbagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) terpaksa dijadikan satu ruangan. Karena itu, saat proses pembelajaran kembali normal setelah pandemi mereda, para siswa akan bersesakan karena jumlahnya melebihi kapasitas ruangan.

Rusaknya ruang laboratorium, ruang guru, dan ruang kepala sekolah itu dikhawatirkan berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Apalagi, setelah masa pandemi usai dan proses pembelajaran normal kembali. Sebab, proses pembelajaran bakal terganggu akibat tiadanya sarana pendukung bagi guru dan siswa di sekolah.

Setelah teras ruang laboratorium IPA itu ambruk, pihak sekolah segera memasang tiang pengaman. Ini dilakukan agar siswa yang datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas tidak mendekat ke laboratorium yang rusak parah itu. Para guru khawatir, ruangan itu sewaktu-waktu ambruk dan mencelakai siswa. “Total siswa dari kelas tujuh hingga kelas sembilan jumlahnya ada 157 siswa,” papar Kristatiningsih.

Di sisi lain, Kristatiningsih menuturkan, selama ini sekolah juga kekurangan ruang kelas. Menurutnya, untuk siswa kelas VII yang seharusnya terbagi menjadi dua rombongan belajar (rombel) terpaksa dijadikan satu ruangan. Karena itu, saat proses pembelajaran kembali normal setelah pandemi mereda, para siswa akan bersesakan karena jumlahnya melebihi kapasitas ruangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/