alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

 Belasan Ribu Data BPJS Kesehatan Nonaktif

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – BPJS Kesehatan menonaktifkan belasan ribu data peserta BPJS Kesehatan di dua kabupaten yang menjadi area kerja BPJS Kesehatan Jember. Yakni Jember dan Lumajang. Kebanyakan, mereka adalah pegawai pemerintahan, kepolisian, anggota TNI, dan para pensiunan. Apakah peserta nonaktif ini tak mendapat layanan kesehatan?

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, penonaktifan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Eselon I Kementerian/Lembaga pada 21 September 2020. Penonaktifan ini juga merupakan langkah pembersihan data dari sisa data bermasalah yang ada sebelumnya.

Para peserta yang datanya bermasalah adalah mereka yang sebelumnya terkaver dalam asuransi kesehatan (askes). Sebab, setelah ada peralihan dari askes ke BPJS, data peserta tidak disertai dengan nomor induk kependudukan (NIK). Berdasarkan data yang dikeluarkan BPJS Kesehatan Kabupaten Jember, tercatat ada 10.556 peserta BPJS di Jember yang nonaktif. Sementara di Lumajang ada 4.510 peserta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala BPJS Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana mengatakan, terhitung sejak 1 November 2020, pihaknya sudah memberlakukan ketentuan registrasi ulang NIK peserta agar dapat dipadankan dengan data di kependudukan dan catatan sipil (dukcapil). Menurutnya, data peserta bakal aktif kembali setelah pihak yang bersangkutan memperbarui NIK mereka masing-masing.

Lalu bagaimana caranya agar mengetahui status kepesertaan BPJS Kesehatan masih aktif atau tidak? Antakolona menjelaskan, masyarakat bisa mengeceknya secara mandiri melalui aplikasi daring. Selain itu, bisa menghubungi nomor layanan WhatsApp yang disediakan Dirjen Dukcapil.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – BPJS Kesehatan menonaktifkan belasan ribu data peserta BPJS Kesehatan di dua kabupaten yang menjadi area kerja BPJS Kesehatan Jember. Yakni Jember dan Lumajang. Kebanyakan, mereka adalah pegawai pemerintahan, kepolisian, anggota TNI, dan para pensiunan. Apakah peserta nonaktif ini tak mendapat layanan kesehatan?

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, penonaktifan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Eselon I Kementerian/Lembaga pada 21 September 2020. Penonaktifan ini juga merupakan langkah pembersihan data dari sisa data bermasalah yang ada sebelumnya.

Para peserta yang datanya bermasalah adalah mereka yang sebelumnya terkaver dalam asuransi kesehatan (askes). Sebab, setelah ada peralihan dari askes ke BPJS, data peserta tidak disertai dengan nomor induk kependudukan (NIK). Berdasarkan data yang dikeluarkan BPJS Kesehatan Kabupaten Jember, tercatat ada 10.556 peserta BPJS di Jember yang nonaktif. Sementara di Lumajang ada 4.510 peserta.

Kepala BPJS Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana mengatakan, terhitung sejak 1 November 2020, pihaknya sudah memberlakukan ketentuan registrasi ulang NIK peserta agar dapat dipadankan dengan data di kependudukan dan catatan sipil (dukcapil). Menurutnya, data peserta bakal aktif kembali setelah pihak yang bersangkutan memperbarui NIK mereka masing-masing.

Lalu bagaimana caranya agar mengetahui status kepesertaan BPJS Kesehatan masih aktif atau tidak? Antakolona menjelaskan, masyarakat bisa mengeceknya secara mandiri melalui aplikasi daring. Selain itu, bisa menghubungi nomor layanan WhatsApp yang disediakan Dirjen Dukcapil.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – BPJS Kesehatan menonaktifkan belasan ribu data peserta BPJS Kesehatan di dua kabupaten yang menjadi area kerja BPJS Kesehatan Jember. Yakni Jember dan Lumajang. Kebanyakan, mereka adalah pegawai pemerintahan, kepolisian, anggota TNI, dan para pensiunan. Apakah peserta nonaktif ini tak mendapat layanan kesehatan?

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, penonaktifan ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Eselon I Kementerian/Lembaga pada 21 September 2020. Penonaktifan ini juga merupakan langkah pembersihan data dari sisa data bermasalah yang ada sebelumnya.

Para peserta yang datanya bermasalah adalah mereka yang sebelumnya terkaver dalam asuransi kesehatan (askes). Sebab, setelah ada peralihan dari askes ke BPJS, data peserta tidak disertai dengan nomor induk kependudukan (NIK). Berdasarkan data yang dikeluarkan BPJS Kesehatan Kabupaten Jember, tercatat ada 10.556 peserta BPJS di Jember yang nonaktif. Sementara di Lumajang ada 4.510 peserta.

Kepala BPJS Cabang Jember Antokalina Sari Verdiana mengatakan, terhitung sejak 1 November 2020, pihaknya sudah memberlakukan ketentuan registrasi ulang NIK peserta agar dapat dipadankan dengan data di kependudukan dan catatan sipil (dukcapil). Menurutnya, data peserta bakal aktif kembali setelah pihak yang bersangkutan memperbarui NIK mereka masing-masing.

Lalu bagaimana caranya agar mengetahui status kepesertaan BPJS Kesehatan masih aktif atau tidak? Antakolona menjelaskan, masyarakat bisa mengeceknya secara mandiri melalui aplikasi daring. Selain itu, bisa menghubungi nomor layanan WhatsApp yang disediakan Dirjen Dukcapil.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/