alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Pasar Dukuhdempok di Wuluhan Rampas Hak Pengguna Jalan

Mobile_AP_Rectangle 1

DUKUHDEMPOK, RADARJEMBER.ID – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, cenderung mengabaikan keselamatan. Sebab, ada beberapa pedagang yang berjualan hingga di pinggir jalan raya. Padahal jalan raya itu merupakan jalur provinsi yang padat dengan kendaraan. Bukan hanya roda dua dan empat saja yang lewat, tetapi juga ada truk dan bus.

Pantauan di pasar desa yang berada di pusat kecamatan itu, ada beberapa PKL yang berjualan sayur, cabai, dan bawang, hingga nyaris menyentuh bibir jalan. Mereka tampak santai saja meski ada kendaraan besar yang melintas. Padahal lokasi pasar itu berdekatan dengan lampu merah depan Polsek Wuluhan. Karenanya, pada jam-jam sibuk juga rentan menjadi biang kemacetan.

Sebenarnya, pihak pemerintah desa setempat pernah melakukan penertiban. Namun, masih saja ada pedagang yang membandel dan tetap berjualan hingga jam kantor masuk. Ketika Jawa Pos Radar Jember ada di lokasi sekitar pukul 07.15, masih ada PKL yang berjualan mepet di jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arief mengatakan, seharusnya PKL yang ada di pinggir jalan membersihkan dagangannya. Sebab, kalau sudah di atas pukul 07.00, banyak kendaraan yang lalu lalang. Apalagi banyak kendaraan truk yang lewat.

“Ini demi keselamatan para PKL itu sendiri. Apalagi jualannya hingga ke jalan aspal dan ini sangat membahayakan. Dari pihak UPT atau dinas pasar harus menata kembali PKL yang berjualan di pinggir jalan raya tersebut,” ujarnya.

Sejatinya, kondisi seperti itu tidak hanya terjadi belakangan ini. Sudah sejak lama keadaannya memang demikian. Bahkan, pada Juni 2020 lalu, Jawa Pos Radar Jember juga pernah menurunkan laporan serupa. PKL Pasar Dukuhdempok semrawut. Namun, hingga kini nyaris tak ada yang berubah. Sama saja seperti setahun sebelumnya.

- Advertisement -

DUKUHDEMPOK, RADARJEMBER.ID – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, cenderung mengabaikan keselamatan. Sebab, ada beberapa pedagang yang berjualan hingga di pinggir jalan raya. Padahal jalan raya itu merupakan jalur provinsi yang padat dengan kendaraan. Bukan hanya roda dua dan empat saja yang lewat, tetapi juga ada truk dan bus.

Pantauan di pasar desa yang berada di pusat kecamatan itu, ada beberapa PKL yang berjualan sayur, cabai, dan bawang, hingga nyaris menyentuh bibir jalan. Mereka tampak santai saja meski ada kendaraan besar yang melintas. Padahal lokasi pasar itu berdekatan dengan lampu merah depan Polsek Wuluhan. Karenanya, pada jam-jam sibuk juga rentan menjadi biang kemacetan.

Sebenarnya, pihak pemerintah desa setempat pernah melakukan penertiban. Namun, masih saja ada pedagang yang membandel dan tetap berjualan hingga jam kantor masuk. Ketika Jawa Pos Radar Jember ada di lokasi sekitar pukul 07.15, masih ada PKL yang berjualan mepet di jalan.

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arief mengatakan, seharusnya PKL yang ada di pinggir jalan membersihkan dagangannya. Sebab, kalau sudah di atas pukul 07.00, banyak kendaraan yang lalu lalang. Apalagi banyak kendaraan truk yang lewat.

“Ini demi keselamatan para PKL itu sendiri. Apalagi jualannya hingga ke jalan aspal dan ini sangat membahayakan. Dari pihak UPT atau dinas pasar harus menata kembali PKL yang berjualan di pinggir jalan raya tersebut,” ujarnya.

Sejatinya, kondisi seperti itu tidak hanya terjadi belakangan ini. Sudah sejak lama keadaannya memang demikian. Bahkan, pada Juni 2020 lalu, Jawa Pos Radar Jember juga pernah menurunkan laporan serupa. PKL Pasar Dukuhdempok semrawut. Namun, hingga kini nyaris tak ada yang berubah. Sama saja seperti setahun sebelumnya.

DUKUHDEMPOK, RADARJEMBER.ID – Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, cenderung mengabaikan keselamatan. Sebab, ada beberapa pedagang yang berjualan hingga di pinggir jalan raya. Padahal jalan raya itu merupakan jalur provinsi yang padat dengan kendaraan. Bukan hanya roda dua dan empat saja yang lewat, tetapi juga ada truk dan bus.

Pantauan di pasar desa yang berada di pusat kecamatan itu, ada beberapa PKL yang berjualan sayur, cabai, dan bawang, hingga nyaris menyentuh bibir jalan. Mereka tampak santai saja meski ada kendaraan besar yang melintas. Padahal lokasi pasar itu berdekatan dengan lampu merah depan Polsek Wuluhan. Karenanya, pada jam-jam sibuk juga rentan menjadi biang kemacetan.

Sebenarnya, pihak pemerintah desa setempat pernah melakukan penertiban. Namun, masih saja ada pedagang yang membandel dan tetap berjualan hingga jam kantor masuk. Ketika Jawa Pos Radar Jember ada di lokasi sekitar pukul 07.15, masih ada PKL yang berjualan mepet di jalan.

Kapolsek Wuluhan Iptu Solekhan Arief mengatakan, seharusnya PKL yang ada di pinggir jalan membersihkan dagangannya. Sebab, kalau sudah di atas pukul 07.00, banyak kendaraan yang lalu lalang. Apalagi banyak kendaraan truk yang lewat.

“Ini demi keselamatan para PKL itu sendiri. Apalagi jualannya hingga ke jalan aspal dan ini sangat membahayakan. Dari pihak UPT atau dinas pasar harus menata kembali PKL yang berjualan di pinggir jalan raya tersebut,” ujarnya.

Sejatinya, kondisi seperti itu tidak hanya terjadi belakangan ini. Sudah sejak lama keadaannya memang demikian. Bahkan, pada Juni 2020 lalu, Jawa Pos Radar Jember juga pernah menurunkan laporan serupa. PKL Pasar Dukuhdempok semrawut. Namun, hingga kini nyaris tak ada yang berubah. Sama saja seperti setahun sebelumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/