alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Sampah di Laut, Ganggu Keluar Masuknya Perahu

Mobile_AP_Rectangle 1

PUGER KULON, Radar JemberKeberadaan sampah cukup mengganggu kehidupan. Bukan hanya di darat, namun juga di perairan. Selama ini, sampah yang masuk sungai hingga laut banyak macamnya. Mulai dari plastik hingga bongkahan barongan bambu yang menghiasi laut.

BACA JUGA : Polije Pamerkan Mobil Tenaga Surya di Vokasiland Surabaya

Masuknya sampah dari sungai biasanya saat terjadi hujan deras. Sampah yang dibuang di sungai rata-rata mengendap terlebih dahulu. Saat air besar, air sungai tak lancar dan mengikis sembarang tanaman di pinggir sungai. Bahkan, barongan bambu ukuran besar juga hanyut hingga masuk pantai. Salah satunya seperti yang terjadi di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Catur, warga setempat, saat tidak ada hujan, sampah mengendap di sungai. Lalu ikut arus sungai saat hujan lebat. Akibatnya, barongan bambu yang terkikis oleh arus sungai banyak ditemui di sekitar Sungai Bedadung, kemudian masuk ke pantai. Kondisi ini diakuinya mengganggu ratusan jukung dan perahu milik nelayan.

“Kalau air sungai kecil, barongan bambu masih kelihatan. Tetapi, kalau sudah Sungai Bedadung yang mengarah ke pantai itu banjir, tidak kelihatan. Tapi saat bersamaan banyak sampah yang ikut hanyut. Ini mengotori laut,” ulasnya.

Dikatakan, sampah yang masuk sungai diakui sangat mengganggu. Apalagi, saat nelayan memancing kerap ada yang mendapat sampah. Mulai dari sampah plastik, kayu, bahkan pakaian dalam pria maupun perempuan.

- Advertisement -

PUGER KULON, Radar JemberKeberadaan sampah cukup mengganggu kehidupan. Bukan hanya di darat, namun juga di perairan. Selama ini, sampah yang masuk sungai hingga laut banyak macamnya. Mulai dari plastik hingga bongkahan barongan bambu yang menghiasi laut.

BACA JUGA : Polije Pamerkan Mobil Tenaga Surya di Vokasiland Surabaya

Masuknya sampah dari sungai biasanya saat terjadi hujan deras. Sampah yang dibuang di sungai rata-rata mengendap terlebih dahulu. Saat air besar, air sungai tak lancar dan mengikis sembarang tanaman di pinggir sungai. Bahkan, barongan bambu ukuran besar juga hanyut hingga masuk pantai. Salah satunya seperti yang terjadi di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurut Catur, warga setempat, saat tidak ada hujan, sampah mengendap di sungai. Lalu ikut arus sungai saat hujan lebat. Akibatnya, barongan bambu yang terkikis oleh arus sungai banyak ditemui di sekitar Sungai Bedadung, kemudian masuk ke pantai. Kondisi ini diakuinya mengganggu ratusan jukung dan perahu milik nelayan.

“Kalau air sungai kecil, barongan bambu masih kelihatan. Tetapi, kalau sudah Sungai Bedadung yang mengarah ke pantai itu banjir, tidak kelihatan. Tapi saat bersamaan banyak sampah yang ikut hanyut. Ini mengotori laut,” ulasnya.

Dikatakan, sampah yang masuk sungai diakui sangat mengganggu. Apalagi, saat nelayan memancing kerap ada yang mendapat sampah. Mulai dari sampah plastik, kayu, bahkan pakaian dalam pria maupun perempuan.

PUGER KULON, Radar JemberKeberadaan sampah cukup mengganggu kehidupan. Bukan hanya di darat, namun juga di perairan. Selama ini, sampah yang masuk sungai hingga laut banyak macamnya. Mulai dari plastik hingga bongkahan barongan bambu yang menghiasi laut.

BACA JUGA : Polije Pamerkan Mobil Tenaga Surya di Vokasiland Surabaya

Masuknya sampah dari sungai biasanya saat terjadi hujan deras. Sampah yang dibuang di sungai rata-rata mengendap terlebih dahulu. Saat air besar, air sungai tak lancar dan mengikis sembarang tanaman di pinggir sungai. Bahkan, barongan bambu ukuran besar juga hanyut hingga masuk pantai. Salah satunya seperti yang terjadi di Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Menurut Catur, warga setempat, saat tidak ada hujan, sampah mengendap di sungai. Lalu ikut arus sungai saat hujan lebat. Akibatnya, barongan bambu yang terkikis oleh arus sungai banyak ditemui di sekitar Sungai Bedadung, kemudian masuk ke pantai. Kondisi ini diakuinya mengganggu ratusan jukung dan perahu milik nelayan.

“Kalau air sungai kecil, barongan bambu masih kelihatan. Tetapi, kalau sudah Sungai Bedadung yang mengarah ke pantai itu banjir, tidak kelihatan. Tapi saat bersamaan banyak sampah yang ikut hanyut. Ini mengotori laut,” ulasnya.

Dikatakan, sampah yang masuk sungai diakui sangat mengganggu. Apalagi, saat nelayan memancing kerap ada yang mendapat sampah. Mulai dari sampah plastik, kayu, bahkan pakaian dalam pria maupun perempuan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/