alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Irmawatiningsih Duta Budaya Jatim Kuasai Ikon Jember

Gemar belajar membuat mahasiswa cantik yang satu ini mampu mengharumkan nama Jember. Irmawatiningsih dinobatkan sebagai orang yang berprestasi berkat pengetahuannya tentang ikon Jember dan cara penyampaiannya yang baik di hadapan publik.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum manis Irmawatiningsih merekah ketika didatangi wartawan Jawa Pos Radar Jember. Dia tampak bersemangat untuk mengampaikan pengalamannya, kemarin. Apalagi, dirinya baru saja terpilah menjadi Duta Budaya Jawa Timur untuk kategori best speech tahun 2022.

BACA JUGA : Sampah di Laut, Ganggu Keluar Masuknya Perahu

Irma mengaku senang atas pencapaiannya. Itu juga menjadi motivasi untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengaku tidak akan menyia-nyiakan capaiannya itu dalam ajang yang diadakan Paguyuban Duta Budaya Jawa Timur.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukannya adalah lebih mempelajari kebudayaan yang berada di Jember. Dirinya mempelajari tentang kebudayaan kotanya sendiri terlebih dahulu. Seperti belajar dari platform media sosial, mendatangi Museum Tembakau sebagai ikon Jember. Dia pun mencermati apa yang telah disampaikan pemandu. Lantas, dalam lomba dia tak canggung untuk mengulas potensi budaya dan kekayaan alam di Jember. “Ini ilmu baru untuk saya,” katanya.

Selain itu, dirinya ingin menjalin silaturahmi yang lebih luas. Melalui ajang Duta Budaya di kategori best speech, pastinya ia akan menjumpai orang-orang hebat yang bisa dijadikan relasi yang bermanfaat bagi karirnya ke depan. Dalam pemilihan, ia bisa melatih pengetahuan, wawasan kebahasaan dan kesastraan, juga tentang soft skill seperti public speaking. “Melihat Jember sebagai kota yang memiliki segudang kebudayaan,” ulasnya.

Dia mengaku sering bertemu teman dan banyak orang di luar Jember dan mereka mengenal Jember karena JFC. Sebuah kebudayaan Jember yang fenomenal dan mendunia. Di situ, dia pun ingin mengenalkan Jember, selain dijuluki sebagai Kota Karnaval, Jember juga punya kebudayaan yang beragam seperti tari Lahbako atau tari mengolah tembakau. “Musik Patrol, larung sesaji Papuma, dan masih banyak lagi,” jelas mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Institut Teknologi Sains Mandala (ITSM) Jember itu.

Saat tampil di Surabaya, dia pun sempat diwawancarai mengenai kebudayaan apa di Jember selain JFC. Hal ini yang membuatnya tertantang untuk terus mengenalkannya ke dunia. “Jember sebagai kota yang menarik, unik, dan memiliki keindahan harus dilestarikan,” kata perempuan yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat 7, Lingkungan Gumuksari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan  Kaliwates, itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum manis Irmawatiningsih merekah ketika didatangi wartawan Jawa Pos Radar Jember. Dia tampak bersemangat untuk mengampaikan pengalamannya, kemarin. Apalagi, dirinya baru saja terpilah menjadi Duta Budaya Jawa Timur untuk kategori best speech tahun 2022.

BACA JUGA : Sampah di Laut, Ganggu Keluar Masuknya Perahu

Irma mengaku senang atas pencapaiannya. Itu juga menjadi motivasi untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengaku tidak akan menyia-nyiakan capaiannya itu dalam ajang yang diadakan Paguyuban Duta Budaya Jawa Timur.

Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukannya adalah lebih mempelajari kebudayaan yang berada di Jember. Dirinya mempelajari tentang kebudayaan kotanya sendiri terlebih dahulu. Seperti belajar dari platform media sosial, mendatangi Museum Tembakau sebagai ikon Jember. Dia pun mencermati apa yang telah disampaikan pemandu. Lantas, dalam lomba dia tak canggung untuk mengulas potensi budaya dan kekayaan alam di Jember. “Ini ilmu baru untuk saya,” katanya.

Selain itu, dirinya ingin menjalin silaturahmi yang lebih luas. Melalui ajang Duta Budaya di kategori best speech, pastinya ia akan menjumpai orang-orang hebat yang bisa dijadikan relasi yang bermanfaat bagi karirnya ke depan. Dalam pemilihan, ia bisa melatih pengetahuan, wawasan kebahasaan dan kesastraan, juga tentang soft skill seperti public speaking. “Melihat Jember sebagai kota yang memiliki segudang kebudayaan,” ulasnya.

Dia mengaku sering bertemu teman dan banyak orang di luar Jember dan mereka mengenal Jember karena JFC. Sebuah kebudayaan Jember yang fenomenal dan mendunia. Di situ, dia pun ingin mengenalkan Jember, selain dijuluki sebagai Kota Karnaval, Jember juga punya kebudayaan yang beragam seperti tari Lahbako atau tari mengolah tembakau. “Musik Patrol, larung sesaji Papuma, dan masih banyak lagi,” jelas mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Institut Teknologi Sains Mandala (ITSM) Jember itu.

Saat tampil di Surabaya, dia pun sempat diwawancarai mengenai kebudayaan apa di Jember selain JFC. Hal ini yang membuatnya tertantang untuk terus mengenalkannya ke dunia. “Jember sebagai kota yang menarik, unik, dan memiliki keindahan harus dilestarikan,” kata perempuan yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat 7, Lingkungan Gumuksari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan  Kaliwates, itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Senyum manis Irmawatiningsih merekah ketika didatangi wartawan Jawa Pos Radar Jember. Dia tampak bersemangat untuk mengampaikan pengalamannya, kemarin. Apalagi, dirinya baru saja terpilah menjadi Duta Budaya Jawa Timur untuk kategori best speech tahun 2022.

BACA JUGA : Sampah di Laut, Ganggu Keluar Masuknya Perahu

Irma mengaku senang atas pencapaiannya. Itu juga menjadi motivasi untuk terus menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Dia mengaku tidak akan menyia-nyiakan capaiannya itu dalam ajang yang diadakan Paguyuban Duta Budaya Jawa Timur.

Dia menjelaskan, persiapan yang dilakukannya adalah lebih mempelajari kebudayaan yang berada di Jember. Dirinya mempelajari tentang kebudayaan kotanya sendiri terlebih dahulu. Seperti belajar dari platform media sosial, mendatangi Museum Tembakau sebagai ikon Jember. Dia pun mencermati apa yang telah disampaikan pemandu. Lantas, dalam lomba dia tak canggung untuk mengulas potensi budaya dan kekayaan alam di Jember. “Ini ilmu baru untuk saya,” katanya.

Selain itu, dirinya ingin menjalin silaturahmi yang lebih luas. Melalui ajang Duta Budaya di kategori best speech, pastinya ia akan menjumpai orang-orang hebat yang bisa dijadikan relasi yang bermanfaat bagi karirnya ke depan. Dalam pemilihan, ia bisa melatih pengetahuan, wawasan kebahasaan dan kesastraan, juga tentang soft skill seperti public speaking. “Melihat Jember sebagai kota yang memiliki segudang kebudayaan,” ulasnya.

Dia mengaku sering bertemu teman dan banyak orang di luar Jember dan mereka mengenal Jember karena JFC. Sebuah kebudayaan Jember yang fenomenal dan mendunia. Di situ, dia pun ingin mengenalkan Jember, selain dijuluki sebagai Kota Karnaval, Jember juga punya kebudayaan yang beragam seperti tari Lahbako atau tari mengolah tembakau. “Musik Patrol, larung sesaji Papuma, dan masih banyak lagi,” jelas mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Institut Teknologi Sains Mandala (ITSM) Jember itu.

Saat tampil di Surabaya, dia pun sempat diwawancarai mengenai kebudayaan apa di Jember selain JFC. Hal ini yang membuatnya tertantang untuk terus mengenalkannya ke dunia. “Jember sebagai kota yang menarik, unik, dan memiliki keindahan harus dilestarikan,” kata perempuan yang tinggal di Jalan Basuki Rahmat 7, Lingkungan Gumuksari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan  Kaliwates, itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/