alexametrics
23.2 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Wanginya Tak Sampai ke Petani

Sentuh Rp 4 Ribu per Kilogram

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, owner Kafe Biji Kopi, Riski Adi mengaku, pada awal pandemi melanda Jember, omzet kafe-kafe turun drastis hingga 80-90 persen. Di era sekarang, dengan kebiasaan normal baru, tetap saja tidak bisa normal seutuhnya. “Ada peningkatan, tapi belum normal. Setidaknya 30 persen,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Kiki Taboti itu mengakui, harga kopi di tingkat petani memang sedang murah. Baik untuk jenis arabika maupun robusta. Penurunan harga terjadi saat pembelian kopi cherry atau petik merah, tanpa diolah petani. “Untuk arabika, tahun kemarin saja Rp 10-11 ribu per kilogram. Sedangkan saat korona turun Rp 8 ribu per kilogram. Bahkan, ada yang jual Rp 7.500,” jelasnya. Sementara untuk jenis robusta, dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, turun dari tahun lalu seharga Rp 7 ribu per kilogram.

Walau harga biji kopi menurun, menurut Kiki, penjualan kopi roasted masih stabil. “Robusta yang sudah roasted Rp 70-100 ribu per kilogram, sementara paling mahal Rp 120 ribu,” jelasnya. Sedangkan untuk arabika roasted dijual di kisaran Rp 180 ribu atau melihat jenis arabika. “Kalau arabika impor seperti Panama dan Geisha bisa Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, produksi perkebunan kopi se-Jatim pada 2017 mencapai 65.414 ton, sedangkan Jember 11.869 ton. Jumlah sebelas ribu ton tersebut cukup meningkat. Sebab, produksi perkebunan kopi di Jember pada 2006 mencapai 4.173 ton.

- Advertisement -

Sementara itu, owner Kafe Biji Kopi, Riski Adi mengaku, pada awal pandemi melanda Jember, omzet kafe-kafe turun drastis hingga 80-90 persen. Di era sekarang, dengan kebiasaan normal baru, tetap saja tidak bisa normal seutuhnya. “Ada peningkatan, tapi belum normal. Setidaknya 30 persen,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Kiki Taboti itu mengakui, harga kopi di tingkat petani memang sedang murah. Baik untuk jenis arabika maupun robusta. Penurunan harga terjadi saat pembelian kopi cherry atau petik merah, tanpa diolah petani. “Untuk arabika, tahun kemarin saja Rp 10-11 ribu per kilogram. Sedangkan saat korona turun Rp 8 ribu per kilogram. Bahkan, ada yang jual Rp 7.500,” jelasnya. Sementara untuk jenis robusta, dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, turun dari tahun lalu seharga Rp 7 ribu per kilogram.

Walau harga biji kopi menurun, menurut Kiki, penjualan kopi roasted masih stabil. “Robusta yang sudah roasted Rp 70-100 ribu per kilogram, sementara paling mahal Rp 120 ribu,” jelasnya. Sedangkan untuk arabika roasted dijual di kisaran Rp 180 ribu atau melihat jenis arabika. “Kalau arabika impor seperti Panama dan Geisha bisa Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram,” terangnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, produksi perkebunan kopi se-Jatim pada 2017 mencapai 65.414 ton, sedangkan Jember 11.869 ton. Jumlah sebelas ribu ton tersebut cukup meningkat. Sebab, produksi perkebunan kopi di Jember pada 2006 mencapai 4.173 ton.

Sementara itu, owner Kafe Biji Kopi, Riski Adi mengaku, pada awal pandemi melanda Jember, omzet kafe-kafe turun drastis hingga 80-90 persen. Di era sekarang, dengan kebiasaan normal baru, tetap saja tidak bisa normal seutuhnya. “Ada peningkatan, tapi belum normal. Setidaknya 30 persen,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Kiki Taboti itu mengakui, harga kopi di tingkat petani memang sedang murah. Baik untuk jenis arabika maupun robusta. Penurunan harga terjadi saat pembelian kopi cherry atau petik merah, tanpa diolah petani. “Untuk arabika, tahun kemarin saja Rp 10-11 ribu per kilogram. Sedangkan saat korona turun Rp 8 ribu per kilogram. Bahkan, ada yang jual Rp 7.500,” jelasnya. Sementara untuk jenis robusta, dijual seharga Rp 5 ribu per kilogram, turun dari tahun lalu seharga Rp 7 ribu per kilogram.

Walau harga biji kopi menurun, menurut Kiki, penjualan kopi roasted masih stabil. “Robusta yang sudah roasted Rp 70-100 ribu per kilogram, sementara paling mahal Rp 120 ribu,” jelasnya. Sedangkan untuk arabika roasted dijual di kisaran Rp 180 ribu atau melihat jenis arabika. “Kalau arabika impor seperti Panama dan Geisha bisa Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kilogram,” terangnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, produksi perkebunan kopi se-Jatim pada 2017 mencapai 65.414 ton, sedangkan Jember 11.869 ton. Jumlah sebelas ribu ton tersebut cukup meningkat. Sebab, produksi perkebunan kopi di Jember pada 2006 mencapai 4.173 ton.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/